
"Apa mama tidak salah dengar ma, tidak mungkin bisa bangkrut perusahaan sebesar itu?"
"Mama sudah datang langsung ke perusahaan nya La,di sana hanya ada beberapa karyawan yang sedang merapikan barang-barang mereka,kalau kamu tidak percaya ayo kita datangi ke kantor polisi, Pieter ada di sana mama juga mau bertemu dia"
"Aku takut ma"ungkap Carla jujur,kalau bisa du tidak ingin bertemu Pieter lagi.
"Mama yang akan temui dia jika dia tidak memberikan sebagian Milik nya pada mu mama yang akan melaporkan kasus penganiyaannya pada mu juga agar hukuman nya bertambah berat la"
"Ma, biarkan saja aku sudah tidak mau lagi berhubungan dengan Pieter toh kami hanya menikah Siri jadi tak ada yang perlu di tuntut bukan"
"Tapi kalian punya anak La, setidaknya ada yang kamu dapatkan, minimal apartemen itu bisa untuk tempat kita tinggal, ingat kamu lagi hamil anak Pieter!"
__ADS_1
"Untuk apartemen aku tidak tau ma,aku hanya menempati nya saja tapi untuk mobil aku bisa ambil jika Pieter di penjara karena apartemen itu hanya aku yang menempati nya dan cuma aku yang tau"
"Kalau begitu kamu ambil saja isi dalam nya La, hitung-hitung buat kita jual kan lumayan hasil nya di jadikan cuan untuk penyambung hidup"
"Ma aku tidak tau apartemen itu di beli atau di sewa oleh Pieter kalau di sewa ya kita yang akan di laporkan pihak pemasaran nya ma sebagai pencuri,aku dan Pieter tidak ada membeli peralatan apapun di sana ma, semua nya sudah tersedia di dalam apartemen" jelas Clara membuat Mama Dina sedikit kesal karena tidak bisa mendapatkan uang dari isi apartemen itu.
"Ya sudah mobil kamu saja yang di ambil lalu di jual cepat buat keperluan kita"ujar Mama Dina dan diangguki Clara.
****
"Jadi sudah jadi rahasia umum saat ini dengan kehidupan Pieter ya Ben" ujar Ayah Bahtiar yang juga mendengar kalau perusahaan Pieter gulung tikar dan kini Pieter mendekam di penjara.
__ADS_1
"Iya yah dia terlalu ambisi mengejar dunia di negeri orang sampai lupa diri di mana asal nya" jawab Ben sambil menyesap kopi nya
"Bagaimana nasib Carla ya Ben,ayah kasihan" ungkap pak Bahtiar bagaimana pun juga dia sudah menganggap Carla seperti anak nya sendiri.
"Aku rasa Carla akan mencari lelaki yang lebih kaya dari Pieter yah,dia cerdik jangan khawatir" jawab Ben cepat karena saat ini justru Ben yang khawatir pada mertua nya ini, Khawatir jika ayah Bahtiar iba pada Carla dan mama Dina, untung dia lebih sigap menangani ini.
"Ayah tau Carla perempuan yang haus akan Kasih sayang orang tua,mama nya sibuk dengan dunianya sendiri dan ayah nya sudah tidak ada hanya ayah orang yang peduli pada nya"
"Tapi dia sendiri tidak mau di pedulikan yah" sahut Ben
"Ayah tak pernah terpikir akan hidup seperti ini Ben,ini salah Ayah yang menikah lagi,ayah pikir mama Dina perempuan baik yang penuh keibuan ternyata ayah salah,dia perempuan yang hanya haus akan harta bahkan anak nya sendiri dia rela korban kan,Carla adalah bentuk korban keegoisan mama nya yang menuntut semua sempurna"ucap Ayah Bahtiar dan di anggukki Ben setuju memang sejak awal Ben melihat peran mama Dina lah yang lebih banyak di sini hingga Carla jadi salah jalan.
__ADS_1
"Kita lihat saja nanti Yah, untuk saat ini kita jadi penonton yang baik saja dulu jangan bertindak jika belum waktunya" ujar Ben