
Carla pulang ke kost nya tapi tidak menemukan mama nya padahal hari sudah hampir magrib,kemana sang mama.
"Kenapa susah sekali cari kerja ya,apa ini karma untuk ku,mas Fahmi kamu di mana mas apa nggak ada lagi kesempatan untuk ku mas" isak Carla sambil terus mengusap lembut perut nya
"Apa ini karma orang jahat ya Tuhan,aku lelah! berikan aku jalan Tuhan"
Ponsel Carla tiba-tiba berbunyi.
"Hallo"
"Iya ini nomer mama saya,kenapa dengan beliau?"
"Apa,mama kecelakaan?? di mana sekarang mana saya sus?"
"Iya saya segera kesana" ujar Carla menutup ponselnya,belum lagi selesai satu masalahnya sudah datang lagi masalah yang lain.
Carla benar-benar lemas saat ini, hidup nya sangat di uji oleh Tuhan.
****
__ADS_1
"Kenapa bisa gagal?"
"Ada banyak orang yang membantu pak"
"Aaagggggkkk....pokoknya aku mau dia dan mama nya mati jadi tidak ada lagi yang bisa menuntut ku,satu masalah saja sudah membuat ku pusing apalagi ada masalah baru"marah Pieter
"Saya akan usahakan tapi saya tidak janji kalau untuk ibu nya sudah di tabrak kemungkinan dia akan cacat jika selamat karena di tabrak pas di bagian kaki"jelas pengacara Pieter dan membuat Pieter mengangguk senang,Pieter kira Carla juga ikut andil dalam perkara ini karena Pieter cukup tau watak Carla yang gila harta.
"Kerja yang bagus, setelah ini selesai kan Carla aku tidak mau jika dia selamat juga dan cari Ambar sampai ketemu dia juga harus merasakan siksaan ku meskipun aku di penjara" perintah Pieter dan di anggukki Pengacara nya patuh.
***
"Ma...kenapa bisa begini ma"isak Carla
"Pasien mengalami patah tulang di bagian lutut nya, mungkin penyembuhan nya lumayan lama karena tulang ku lutut nya remuk bahkan kemungkinan normal berjalan pun tidak pasti" jelas sang dokter membuat Carla bertambah menangis
"Pasien harus di operasi dan untuk sementara waktu pasien harus di rawat insentif dulu ya bu, tidak boleh bergerak sama sekali"
"Iya dok"jawab Carla pelan
__ADS_1
"Ya Tuhan ma,di mana aku harus cari biaya mama berobat" batin Carla
"Pekerjaan saja aku tidak punya ma dan sekarang mama harus di operasi, bagaimana ini ma,kemana aku harus mencari uang nya ma" ujar Carla pelan sambil memandang wajah sang mama yang tertidur karena di bius karena sudah di lakukan tindakan.
"Bu...ibu bisa ke pihak administrasi terlebih dahulu untuk deposit setelah itu kami akan persiapan tindakan operasi pasien" ucap salah satu suster
Carla hanya mengangguk pelan dan berjalan keluar ruangan dia bingung jika uang nya untuk deposit pengobatan mama nya lalu bagaimana dengan anak nya nanti, bagaimana dengan makan nya lalu bagaimana cara membayar sisa nya,Carla tidak bisa menanggung semua ini dia tidak terbiasa susah dan kali ini Tuhan benar-benar sedang menguji nya.
"Brugk....."
"Awww"
"Maaf"
"Maaf dok,saya tidak lihat" ujar Carla
"Saya yang minta maaf karena ada operasi jadi buru-buru,anda tidak apa-apa?"
"Tidak apa-apa dok, terimakasih" ujar Carla karena sang dokter membantu nya
__ADS_1
"Saya duluan" pamit sang dokter dan di anggukki Carla pelan
"Carla bodoh nya kamu sampai tidak fokus" gumam Carla pelan lalu berjalan lagi.