
"Aku berangkat dulu ya ma"pamit Carla sambil memeluk sang mertua
"Ya hati-hati di jalan la,jika lelah istirahat nak nikmati liburan kamu kali ini,kamu jaga Carla dan cucu mama Ren,jangan biarkan Carla keluar kamar sendiri nanti malah nyasar,kalau Carla tidak bisa pulang kamu juga jangan pulang" ancam sang mama membuat Rendy menelan saliva nya.
"Oh ya semua perlengkapan sudah di bawa sayang, Vitamin nya,baju dingin nya terus-"
"Sudah ma" jawab Rendy cepat,jika tidak di potong akan banyak lagi yang di ingatkan mama nya ini.
Rendy menggandeng tangan Carla saat masuk kedalam mobil, perlakuan Rendy tiap hari nya selalu manis meski pun tidak ada mama nya mungkin reflek karena sudah terbiasa.
"Hati-hati, bersenang-senang lah di sana ya" pekik mama Rendy saat melihat anak dan menantu nya meninggal kan rumah.
"Mas kalau kamu ingin pergi ke tempat Bianca pergi saja, tinggal kan aku di sini! aku bisa menginap di hotel selama kamu pergi,dan aku janji tidak akan keluar supaya tidak ada yang melihat" ujar Carla saat mereka sudah di dalam mobil membuat Rendy terdiam,Carla begitu Kekeh meminta Rendy menemui kekasihnya bukan Rendy tidak mau tapi Rendy berpikir jika dia meninggal kan Carla dan terjadi apa-apa sudah pasti mama nya akan mengamuk dan pernikahan ini bisa ketahuan lalu dia berakhir menikahi Dena.
"Lupakan saja" jawab Rendy cepat membuat Carla merasa bersalah
Carla mengelus lembut perut nya dan menatap ke arah jalan,karma yang di dapat nya saat ini tiada henti nya, meskipun hidup menjadi istri seorang dokter tapi tak sekalipun dia bahagia karena ini hanya pernikahan pura-pura.
__ADS_1
Tanpa sengaja air mata turun di pipi membuat Carla dengan cepat menghapus nya dia tidak ingin Rendy melihat nya sedih.
****
"Mas siang ini aku dan Mbak Nia mau ke butik, setelah itu baru mampir ke kantor kamu ya" ujar Shela
"Iya nanti pulang nya sama aku saja sayang,Aslan kamu bawa?"
"Tadi mama bilang di titip sama mama saja"
"Ya sudah hati-hati ya,jangan terlalu lelah, ingat ada adik Aslan di dalam sini sayang " ujar Fahmi mengelus lembut perut Sela
Kehidupan rumah tangga yang sangat harmonis dan saat ini Sela tengah hamil tiga bulan untuk anak ke dua mereka.
***
Rendy terus menggenggam tangan Carla saat ini mereka tengah berada di Bandara,bagi orang yang melihat pasti menyangka kalau mereka pasangan yang serasi, mungkin ada yang menilai kalau Rendy suami yang romantis karena tidak mau melepaskan tangan istrinya.
__ADS_1
"Pelan mas, perut ku agak kram" ucap Carla membuat Rendy memelankan jalannya
"Kamu sudah sarapan?"
"Sudah,tapi sedikit sesak" aku Carla mungkin karena efek Carla menangis hingga dada nya terasa sesak.
"Duduk dulu aku gosok sebentar" ucap Rendy mencari kursi dan mendudukkan Carla lalu mengambil minyak angin ingin mengusap perut Carla.
"Aku bisa sendiri mas" tolak Carla
"Sudah biar aku saja,aku dokter la jadi sudah terbiasa melihat pasien" jelas Rendy
Carla hanya bisa diam saja, Rendy mengolesi minyak angin di perut Carla, perempuan berambut cokelat ini mengalihkan pandangannya karena merasa malu.
Rendy juga mengusap kaki Carla takutnya Carla kelelahan berjalan.
"Mas-"
__ADS_1
"Sudah,diam saja,biar aku yang menyelesaikan nya" potong Rendy cepat, pelaku Rendy membuat Carla benar-benar dilema.
Carla benar-benar takut jika dia menyukai Rendy karena mereka jauh berbeda apalagi anak yang ada di perut Carla bukan anak Rendy.