
"Mas,kamu kenapa tidak pulang?" tanya Shela setelah mereka pulang dari kantor
"Kamu tidak suka aku di sini?"
"Bukan begitu mas,jujur aku takut kalau Bu Carla sampai tau hubungan kita mas"
"Kalau takut sini aku peluk" canda Fahmi sambil memeluk tubuh Shela.
"Mas,aku serius"
"Aku juga serius sayang,kalau kamu takut aku peluk biar hangat dan nggak takut lagi"
"Mas,aku takut Bu Carla datang ke mari dan melabrak ku"
"Dia tidak tau tempat ini"
"Kalau kamu jarang pulang begini lama-lama pasti dia tau mas"
"Biarlah dia tau" jawab Fahmi hendak menutup mata nya,dia ingin menikmati bau tubuh Shela yang selalu wangi.
"Mas,kamu ini nggak ada takut-takut nya apa" kesal Shela
"Sayang,kalau kita sedang berdua jangan bahas Carla aku ingin menikmati momen kita berdua,jangan ada orang lain"tegas Fahmi membuat Shela diam.
Jujur Shela masih bingung dengan keadaan saat ini,dia istri ke dua tapi Fahmi seolah-olah membuat nya seperti istri satu-satunya,bukan nya tidak bahagia tapi masih ada Carla yang butuh perhatian Fahmi dia tidak boleh egois dengan Fahmi mau bertanggung jawab saja Shela sudah bahagia tidak perlu tiap hari menemani nya.
__ADS_1
***
Carla mengambil kunci mobil nya lalu keluar dari kamar.
"Mau kemana kamu malam-malam begini La, ingat kamu lagi hamil" tegur pal Bahtiar
"Ke rumah mertua ku yah mau ketemu mas Fahmi"
"Seharusnya kamu lebih tenang menghadapi Fahmi la,dia sudah memberikan apa yang kamu mau sebaliknya kamu harus jadi istri yang baik, melayani suami bukan tiap suami pulang bertengkar"
"Yah,mas Fahmi yang selalu memancing keributan,aku hanya minta uang dan itu juga untuk keperluan calon anak nya yah jadi di mana salah ku"
"Kurangi hidup foya-foya mu itu,Nia saja yang suaminya bos besar tidak pernah jalan-jalan ke luar negri,dan dia selalu mengabdi pada suaminya meskipun banyak pembantu mengelilingi nya"
"Yah,jangan bandingkan aku dengan Nia,ayah selalu saja pilih kasih" kesal Carla lalu pergi.
"Ayah yang membandingkan dia dengan Nia wajar saja Carla marah,ayah senang tidak kalau mama banding kan dengan Pak Harun tetangga sebelah yang lebih kaya dari kita" sindir mama Dina
"Kalian selalu mengukur seseorang dari segi uang nya,belum tentu hatinya baik"
"Uang berbicara yah, tidak ada uang ya tidak akan bahagia"
"Ma,kadar kebahagiaan seseorang itu berbeda,hanya dengan kumpul keluarga saja bisa bahagia asalkan saling akur, tidak perlu dengan uang"
"Yah,makan butuh uang, belanja butuh uang, jalan-jalan butuh uang jadi kalau nggak ada uang ya nggak akan bahagia,ayah mau hanya tiap hari nya makan nasi pake garem! minum air putih doang sama jalan kaki kalau ke kantor nggak kan?? jadi butuh uang yah!! uang! wajar saja kalau Carla marah saat Fahmi pelit pada nya, istri mana yang nggak marah yah"
__ADS_1
"Ma!!! Fahmi bukan nya pelit dia kepala rumah tangga, mungkin dia memikirkan ke depan nasib anak nya,kalau hanya buat jalan-jalan nggak jelas ya pasti dia nggak mau"
"Nyenengin istri itu pahala yah, rezeki nya bakalan banyak"kekeh mama Dina
Pak Bahtiar hanya menghela nafas panjang berdebat dengan Mama Dina dan Carla tidak akan pernah mau mengalah lebih baik dia pergi tidur.
****
"Ma....mana suami ku?" tanya Carla saat masuk ke rumah mertua nya
"Carla kamu bisa sopan nggak,masuk salam dulu,ini main nyelonong saja"
"Ma,aku tanya di mana suami ku,kenapa jawab nya jadi kemana-mana" ketus Carla
"Mana mama tau,dia suami mu bukan!"
"Mama ibu nya kan! apa aku salah menanyakan keberadaan nya,atau jangan-jangan mama yang melarang nya untuk pulang hingga menyembunyikan nya sekarang" tuduh Carla
"Carla jaga bicaramu saya tau Fahmi sudah beristri bagaimana pun saya tidak suka padamu tetap akan saya bela kamu karena kamu istri anak saya, menantu saya! tapi kalau begini kelakuan mu wajar saja Fahmi muak"
"Ma,aku begini juga karena anak mu,di mana mas Fahmi aku tidak ingin berbasa-basi lagi,dia punya tanggung jawab jangan pulang dan pergi seenaknya saja aku bukan tempat persinggahan aku istri sah nya"
"Fahmi tidak ada di sini,pulang kamu" usir mama Fahmi
"Mas Fahmi keluar kamu,kenapa harus sembunyi begini, keluar" pekik Carla membuat Mama Fahmi menarik tangan Carla untuk keluar rumah nya.
__ADS_1
"Jangan teriak-teriak di sini, rumah saya bukan hutan,Fahmi akan pulang sendiri nanti jika dia sudah ingin menemui mu"
"Kata kan padanya untuk mentransfer uang bulanan ku,jangan sampai telat!" tegas Carla lalu segera pergi membuat Mama Fahmi menghela nafas panjang melihat kelakuan Carla,kalau begini wajar saja Fahmi lebih memilih menikah lagi dari pada bertahan dengan perempuan gila ini.