
Tak terasa hari berganti hari Carla sedang menyiapkan semua keperluan nya dan Ardy karena hari ini dia akan berangkat ke Bandara.
"Sayang kamu yakin akan pergi meninggalkan ku?" tanya Rendy manja sambil memeluk tubuh Carla dari belakang
"Ya mas, hanya beberapa hari saja,kalau mas mau ikut juga ayo" ajak Carla
"Pekerjaan ku banyak sekali sayang"
"Mbak Nia Sudah banyak membantu kita mas kalau di tolak ya nggak enak,mas Ben juga tinggal kok"
"Tapi kamu nya juga mau liburan kan?"
"Hehehe iya mas, sesekali melepaskan penat tidak masalah kan?"
"Ya sudah, hati-hati sayang,jangan lengah Ardy masih kecil"
"Iya suami ku sayang" jawab Carla sambil mencubit kecil pipi Rendy,dia tau suaminya ini berat untuk melepaskan nya tapi dia juga sudah terlanjur janji pada Nia tidak mungkin di batalkan begitu saja.
"Keperluan Ardy jangan sampai tinggal sayang, jaket nya sama minyak angin itu yang paling penting" ingat Rendy dan di anggukki Carla patuh.
Rendy mendorong dua koper besar yang berisi keperluan anak dan istri nya ini keluar kamar sementara itu Ayah Bahtiar juga mengeluarkan koper nya.
"Ya jadi sendirian deh aku yah, nggak ada temen ngobrol malam lagi"
"Sementara saja Ren,ayah juga sudah lama sekali pengen nya liburan belum juga terealisasi dan sekarang ini waktu nya menikmati masa tua bersama cucu tercinta" jawab ayah Bahtiar tersenyum kecil.
__ADS_1
"Jadi pesawat jam berapa yah?" tanya Rendy lagi
"Jam 11 nanti, sekarang sudah hampir jam sembilan,belum macet di jalan,ayo berangkat" ajak Ayah Bahtiar dan di anggukki Rendy,dia memang sengaja ingin mengantarkan istri dan anak nya ke Bandara hari ini jadi Rendy tidak masuk kerja.
Sementara itu Nia juga sudah selesai dengan barang bawaan nya,Ben juga mengantarkan sang istri ke Bandara.
Nia membawa baby sitter dan asisten nya agar bisa membantu Carla juga nanti jika memang mereka jadi berangkat, sebenarnya Nia cemas jika rencana nya ini tidak berhasil dia juga belum pernah meninggalkan sang suami sendirian di Indonesia tapi apa boleh buat semua nya sudah dia susun dengan rapi jikalau memang mama Rendy tidak datang untuk menghentikan mereka Nia akan membawa Carla dan anak nya untuk sementara waktu.
"Sudah semua sayang?" tanya Ben dan diangguki Nia pelan
"Oh ya mas,nanti bilang sama mama aku nggak sempat pamit ya"
"Jadi kamu belum hubungi mama"? tanya Ben
"Belum,nanti sampai di sana saja aku telpon mas"
****
Mereka bertemu di Bandara Rendy terlihat sekali lemas nya karena akan di tinggal kan sang istri.
"Lemas begitu Ren, semangat dong" goda Ben
"Iya ini mas dari tadi nggak ada semangat nya" sahut Carla
"Mana bisa semangat mas bakalan du tinggal"
__ADS_1
"Kita sama Ren,tapi mencoba untuk memberikan waktu luang untuk mereka tidak ada salah nya bukan"
"Iya sih mas,tapi aku belum terbiasa pisah dari mereka setelah kelahiran Ardy" aku Rendy membuat Ben tersenyum kecil
"Kalau pekerjaan kita selesai kita susul" usul Ben
"Mas dokter nggak akan pernah selesai pekerjaan nya,kalau mas iya punya perusahaan sendiri" ujar Rendy membuat Ben terkekeh kecil.
"Sudah... nggak akan lama palingan juga satu atau dua bulan" sahut Nia membuat Ben dan Rendy menatap perempuan berambut hitam pekat itu.
"Jangan macam-macam sayang" ujar Ben tak setuju dengan ucapan Nia, sedangkan Nia dan Carla hanya tertawa bersama.
"Sayang kalau memang begitu nggak usah pergi" ucap Rendy
"Mana bisa mas semua nya sudah di pesan mbak Nia, nggak bisa di batalkan begitu saja"
"Benar, kecuali ada hal urgent,iya kan yah?" tanya Nia pada ayah nya dan diangguki ayah Bahtiar.
"Ya sudah lama-lama di sini justru membuat pikiran kalian bercabang,kami pamit dulu ya" lanjut Nia
"Rendy memeluk tubuh Carla dan mencium pipi tembem sang istri, memang bobot tubuh Carla sekarang lebih berisi apalagi dia menyusui membuat nya sering terasa lapar tapi Rendy tak pernah mempermasalahkan semua itu,dia menerima Carla apa ada nya, bahkan makin hari dia mengakui makin mencintai istri nya ini.
"Mas malu,ini Bandara" ucap Carla pelan tapi tetap saja Rendy tak peduli dia takut jika Carla benar-benar pergi meninggalkan kan dan satu atau dua bulan bisa tersiksa rasa kangen dia.
"Ayo la,sudah cukup pamitan nya" ajak Nia dan diangguki Carla pelan.
__ADS_1
"Carla mencium pipi Rendy lalu melangkah kan kaki nya untuk pergi.
"Tunggu!!!!" pekik seseorang membuat Carla menghentikan langkahnya sedangkan Nia menarik bibir nya tipis.