
"Gimana Shel?" tanya Diah
"Nggak di kasih izin mbak sama suami aku"
"Terus siapa yang jadi gantinya? masa suami kamu egois sih Shel ini juga untuk karir kamu loe"
"Mbak aja lah yang pergi,jangan saya"
"Wah...kalau aku susah Shel,siapa yang handle bos"
"Pergi sama bos aja mbak"usul Shela
"Nggak ah,,takut!!"
"Kenapa?"
"Takut di embat juga, hahaha"
"Kalau mbak nya nggak mau ya nggak bakalan di embat mbak"
"Kalau tergoda gimana?"
"Kuat-kuatin iman"
"Kamu bisa aja deh,ya udah ntar mbak bilang sama bos"
"Eh.....mbak tapi jangan bilang suami aku nggak izinin bilang aja aku sedang nggak enak badan bawaan hamil mbak"
"Ya udah deh kalau gitu,ntar mbak atur"
"Makasih ya mbak"
"Siip" sahut Diah sambil berlalu
***
__ADS_1
"Mau kemana la?"
"Ke pengadilan ma,mau urus perceraian nya, tadi Mr.Pieter bilang aku di minta ke pengadilan ada yang harus di tanda tangani"l ma"
"Ketemu Fahmi?"
"Nggak tau ma, ketemu juga aku nggak ada rasa lagi sama dia, orang dia udah pengangguran ma, nggak bisa hidupin aku,mau jadi gembel bertahan sama dia" ujar Carla
"Ya bagus deh kamu sadar cepat, rumah aja dia nggak mampu beli"
"Oh ya ma,nanti mobil baru aku datang, minta langsung di parkir ke dalam garasi ya ma,takut nya tetangga pada rese,aku nggak mau justru di jadikan bahan tontonan"
"Ya bagus deh La di tontonin tetangga berarti kamu hebat bisa beli mobil baru setelah cerai dari Fahmi"
"Iya ma,tapi aku nggak mau mereka nanti pada stress mikirin di mana aku dapat uang nya,para tetangga di sini kan kepo ma,nanti aku mau minta sama Mr.Pieter rumah di perumahan elite aja biar nggak rese tetangga nya,kalau nggak apartemen mewah ma"
"Terserah kamu deh, yang penting ada rumah buat mama nanti"
"Oke ma,aku jalan dulu ya,bye mama"
Carla memasang kaca mata hitam nya lalu keluar rumah, perumahan tempat mama nya ini tinggal memang sedikit kuno, karena kebanyakan dari kalangan sederhana jadi menurut Carla kebanyakan yang kepo dan iri pada nya.
***
Pak Bahtiar mengusap wajah nya kasar terlihat ada beban di kepala lelaki tua ini.
Om Ben yang sengaja turun sidak untuk mengawasi para karyawan nya melihat sang mertua yang tak bersemangat ada apa?
Om Ben meminta karyawan nya memanggil pak Bahtiar ke ruangan.
Klek!
"Masuk pa" ujar om Ben sopan, meskipun di kantor dia tetap hormat pada sang mertua karena tanpa lelaki tua ini tidak akan ada Nia perempuan yang dia cintai sekarang.
"Nak Ben memanggil saya?" tanya pak Bahtiar
__ADS_1
"Kita hanya berdua pa, panggil Ben saja" pint Ben
"Ya,,ada apa Ben?"
"Saya lihat papa seperti sedang ada masalah? kalau boleh saya tau ada apa?"
"Sebenarnya ini masalah pribadi saya Ben,saya rasa tidak etis untuk di cerita kan"
"Cerita kan sebagai menantu Pa,bukan atasan" pinta Ben
Pak Bahtiar menghela nafas panjang sebenarnya berat memberitahu masalah pribadi kepada Ben meskipun dia menantu untuk pak Bahtiar tapi Ben juga atasan nya.
"Carla akan menikah lagi"
"Menikah lagi?"
"Ya, dengan Mr.Pieter bos Fahmi"
"Mr.Pieter,apa saya tidak salah dengar pa,Mr.Pieter sudah memiliki istri bernama Ambar"
"Papa juga tidak kenal dengan Mr.Pieter itu Ben dan bagaimana mereka bisa memutuskan menikah,Carla sudah mempersiapkan semua nya bahkan tanpa restu papa membuat papa hancur meskipun hanya papa tiri tapi papa bertanggungjawab atas kebahagiaan Carla"jelas pak Bahtiar sembari putus asa
"Saya kenal dengan Mr.Pieter pa, kami memiliki satu kerja sama untuk resort di Bali dan besok saya akan ke sana"
"Apa yang kamu katakan dia sudah menikah itu benar Ben?"
"Ya pa,dia sudah menikah dengan mantan istri saya dulu Ambar! tapi memang belakangan ini Ambar tak pernah terlihat lagi,saya juga tidak tau di mana dia sekarang karena itu tidak penting menurut saya"
"Bagaimana nasib Carla selanjutnya Ben"
"Papa tenang dulu pa, mungkin bisa jadi Mr.Pieter sudah bercerai dari Ambar nanti akan saya cari tau"ujar Ben
"Terkadang ada rasa kesal di hati papa Ben dan ingin melepaskan mama nya Carla agar mereka bisa menentukan jalan hidup mereka sendiri tapi terkadang papa memikirkan nasib tua papa jika tanpa istri" ucap pak Bahtiar membuat Om Ben sedikit iba pada Mertua nya ini.
"Nanto akan saya bantu pa,tapi jika Carla memang tak bisa di larang lagi mau bagaimana ya pa,nama nya juga hidup terkadang manis dan terkadang pahit bahkan terkadang seperti tantangan yang penasaran untuk di coba" jawab Ben dan di anggukki pak Bahtiar Pelan.
__ADS_1