
Shela memperhatikan wajah Fahmi yang sedang tertidur pulas, dia memperhatikan sekeliling ruangan yang sudah rapi dan wangi,apa suaminya yang mengerjakan semua ini?.
Shela tidak tega untuk membangun kan nya,Shela memilih untuk mandi karena harus menyiapkan makan malam mereka tapi Shela tak melihat lagi pakaian kotor di keranjang dia mencari ke kiri dan kanan tidak ada apa di dalam mesin cuci pikir nya.
Shela segera ke belakang tapi tak ada cucian,dia memutuskan untuk mandi terlebih dahulu nanti Fahmi malah keburu bangun dan kelaparan.
Selesai mandi Shela memakai baju daster nya karena kondisi hamil ini hanya daster yang membuat Shela merasa nyaman, setelah menyisir rambut Shela langsung keluar,dia melihat nasi di dalam mejikom tenyata sudah di masak,apa Fahmi yang memasak kan nya?.
"Jangan-jangan" Shela segera berjalan ke arah meja makan nya.
"Astaga" gumam nya pelan sambil menutup mulut nya kaget, ternyata sang suami sudah masak telor dadar dan ada cabe goreng di atas meja lalu ada sayur sawi memang bahan nya ada semua di dalam kulkas dan rencana nya Shela akan memasak nya sore ini,Shela segera keluar melihat jemuran dan benar saja Fahmi sudah menjemur semua pakaian mereka sungguh sesuatu yang sangat aneh pikir Shela,dia merasa bersalah karena sang suami harus mengerjakan nya sendiri.
Shela segera mengangkat jemuran baju yang sudah mengering itu lalu segera ke kamar.
Perempuan hamil ini mendekat pada sang suami dan dia berbaring di sebelah nya lalu memeluk tubuh Fahmi, lelaki ini sungguh sangat sempurna bagi Shela,Fahmi mampu mengerjakan semua nya.
Di pandangi nya wajah lelah sang suami, sangat tampan tak pernah terpikir oleh Shela menikah dengan Fahmi yang sudah memiliki istri tapi mau bagaimana lagi dia sudah terlanjur jatuh cinta pada lelaki ini.
Fahmi menggeliat merasakan sentuhan di tubuh nya,dia membuka mata perlahan dan melihat sang istri memeluk nya.
"Sayang kamu sudah pulang?" tanya Fahmi dan di anggukki Shela pelan
__ADS_1
"Kenapa tidak membangun kan ku"
"Aku tidak tega,kamu pasti lelah karena sudah mengerjakan semua ini"
"Kamu sudah makan sayang?"
"Belum menunggu kamu bangun,kamu sudah lelah memasak nya mana mungkin aku bisa memakan nya sendiri tanpa kamu" ujar Shela
Fahmi memeluk tubuh sang istri dan mengecup bibir Shela sekilas
"Manis!"
"Mas" tegur Shela tapi Fahmi justru terkekeh kecil,dia sangat gemas melihat wajah polos Shela.
****
"Jadi kapan pernikahan kamu La?" tanya Mama Dina
"Kamu mau menikah lagi la?" tanya Pak Bahtiar kaget
"Iya yah" jawab Carla santai
__ADS_1
"Kamu belum resmi bercerai dari Fahmi la tapi sudah berbicara masalah Nikah,apa kamu tidak malu"
"Kenapa harus malu yah aku tidak berzinah, meskipun secara siri aku tetap menikah bukan"
"La, perempuan itu memiliki masa Iddah dan kamu juga harus melewati masa Iddah terlebih dahulu baru bisa menikah lagi" jelas pak Bahtiar
"Yah aku hanya menikah Siri tidak di pengadilan jadi tidak perlu lah masa Iddah"
"Pokok nya ayah tidak setuju kamu menikah lagi La,kamu itu perempuan seharusnya menjaga harga dirimu bukan malah bertindak murahan seperti ini" marah pak Bahtiar lalu segera pergi meninggalkan meja makan.
"Yah" pekik Mama Dina tapi tak di hiraukan oleh pak Bahtiar.
"Ma... Bagaimana ini,aku tidak mau ya ma kalau pernikahan ku dan Mr.Pieter justru berantakan karena ayah" rengek Carla
"Iya...nanti mama yang bicara ya"
"Aku tetap akan menikah ma meskipun tanpa restu ayah, karena dia bukan orang yang akan menikahkan ku"
"Sabar dulu la,nanti mama coba bicara ya sama Ayah, mungkin ayah hanya capek La, semoga nanti ayah sedikit tenang" bujuk mama Dina lagi
Carla hanya merengut kesal lalu segera pergi ke kamar,mood makan nya memburuk karena sang ayah yang marah-marah"
__ADS_1