
"Ma aku pamit ke toilet sebentar ya, mendadak perutnya mules" ujar Carla mencari alasan.
"Iya,kamu lurus saja di ujung sebelah kanan toilet nya ya" tunjuk mama Veni dan di anggukki Carla mengerti lalu dia segera pergi.
Carla berdiri di ujung gang dia ingin menunggu acara nya sampai selesai saja baru masuk kembali, rasanya tidak berani bertemu Nia dengan kondisi nya saat ini.
Tapi siapa sangka Nia justru berjalan kearah nya dan sekarang berdiri di hadapan nya,dari tadi Nia memperhatikan Carla tapi dia ragu kalau itu benar-benar Carla ternyata benar.
"Carla"panggil Nia membuat Carla terdiam sejenak.
"Astaga jadi ini beneran kamu la,aku pikir salah orang,kamu apa kabar?" tanya Nia memegang lengan Carla, sudah lama sekali mereka tidak bertemu.
"Mbak....." gumam Carla tak bisa menahan air mata nya lalu memeluk Nia,dia merasa malu saat ini bertemu Nia, malu akan perbuatan nya dulu yang sangat jahat pada Nia mulai dari Fahmi dan yang lain nya,Carla sekarang benar-benar sudah berubah.
"Hey,kamu kenapa?"tanya Nia
"Mbak maaf kan aku mbak,maaf kan perbuatan ku selama ini pada mbak,aku malu sebenarnya bertemu mbak dengan kondisi seperti ini" isak Carla
"Kenapa mau La?"
"Ya mbak aku banyak salah sama mbak dan Ayah,aku egois selama ini mbak,ayah apa kabar aku kangen ayah"
__ADS_1
"Alhamdulillah baik,Sudah lah la jangan di pikirkan lagi jadikan semua nya pelajaran hidup ya,mbak lihat kamu datang dengan ibu-ibu,Siapa? temen kamu la?"
"Bukan mbak" geleng Carla cepat
"Lalu?"
"Mertua ku"jawab Carla, dia sengaja mengatakan kalau mama Veni adalah mertua nya karena itu status yang di ketahui orang saat ini.
Nia mengerutkan keningnya mendengar kata mertua.
"Mama Pieter?"
"Bukan!"
"Carla" panggil mama Veni melihat Carla mengobrol dengan seseorang,mama Veni takut sang menantu kesasar jadi dia berinisiatif untuk segera menyusul.
"Mama,kenapa kemari?"
"Mama takut kamu nyasar sayang, gedung ini lumayan luas"jawab mama Veni
"Kamu kenapa nangis sayang? ada yang sakit? perut kamu" cecar nya khawatir dia di jawab Carla dengan gelengan,Nia melihat perlakuan ibu ini pada Carla begitu baik dan terlihat tulus.
__ADS_1
"Ini siapa?"
"Saya-"
"Dia sahabat ku dulu ma" jawab Carla cepat membuat Nia mengerutkan keningnya,kenapa Carla harus berbohong apa Carla malu mengakui Nia kakak tirinya dulu.
"Mbak nanti aku hubungi mbak ya, minta kartu nama mbak aku harus pergi, banyak yang ingin aku ceritakan pada mbak" ujar Carla berbisik saat memeluk Nia
Nia segera mengeluarkan kartu nama nya dan memberikan pada Carla, sekarang Nia memang aktif mengikuti kegiatan sosialita bersama Shela dan mertua nya.
"Aku pamit dulu mbak salam untuk ayah" ujar Carla dan di anggukki Nia pelan.
"Sahabat kok panggil nya mbak La?" tanya mama Veni saat mereka menjauh dari Nia
"Dia lebih tua dari ku ma" jawab Carla
Untung saja Carla memperkenalkan Nia sebagai sahabat kalau kakak tiri bisa panjang urusan nya,mama Veni memang sudah berubah baik tapi tetap saja kepo jadi Carla harus hati-hati memberikan keterangan.
"Sudah selesai ma acara nya?"
"Belum,ada beberapa baju ibu hamil tadi makanya mama susul kamu siapa tau kamu suka"jawab mama Veni
__ADS_1
Nia memperhatikan Carla yang menjauh seperti nya banyak beban yang dia tanggung saat ini tapi Nia senang melihat Carla sudah berubah menjadi lebih baik.