Terjebak Cinta Om Duda

Terjebak Cinta Om Duda
Nikah Siri


__ADS_3

"Oke aku akan menikah mu secara siri tapi dengan satu syarat" ucap Fahmi


"Apa?"


"Kau tidak boleh mendatangi Carla dan jika sampai Carla mengetahui semua ini kau akan aku tinggal kan" ujar Fahmi lagi


"Kalau dia tau sendiri bagaimana?"


"Tidak mungkin dia bisa tau kalau bukan kau yang memberitahu nya,aku tidak ingin rumah tangga ku hancur.Kau hanya yang kedua jadi jangan menuntut ku lebih, untuk nafkah akan aku berikan tapi semampu ku untuk waktu aku tidak jamin karena aku akan sering bersama Carla apalagi kehamilan nya sudah lebih besar dar pada kamu"


Shela mengangguk setuju dia juga bekerja jadi tidak begitu berharap dari sang suami,kini Shela hanya ingin melahirkan dengan status istri dia takut jika besar nanti anak nya justru di bully lahir tanpa ayah.


"Satu lagi di kantor kita hanya sebatas atasan dan bawahan jangan sampai ada yang tau tentang pernikahan siri kita,aku tidak mau karir yang sudah aku bangun justru hancur karena kantor juga tidak membenarkan suami istri bekerja dalam satu lingkup yang sama" tegas Fahmi dan lagi-lagi di anggukki Shela patuh.


"Jadi kapan kita akan menikah?"


"Aku akan cari waktu dulu,jika sudah ada momen yang pas akan aku katakan" jawab Fahmi lagi


Sebenarnya bukan ini kehidupan yang di harapkan Shela,dia ingin menikah dengan lelaki yang mencintai nya dan bisa menjalin rumah tangga yang bahagia tapi takdir berkata lain dia justru hamil anak atasan nya.


****

__ADS_1


"Mas, mampir dulu di mini market" ucap Nia


"Barang belanjaan sudah habis?" tanya Om Ben


"Belum,aku ingin beli es crem mas, dari tadi di kantor aku membayangkan makan es crem" jawab Nia tersenyum manis


"Tumben kamu mau makan es crem sayang, biasanya takut gendut,baju kantor nya takut tidak mua"goda Om Ben


"Satu saja mas,kalau memang tidak muat ya beli saja lagi, percuma kan aku nikah sama sultan kalau cuma beli baju kantor nggak mampu" sahut Nia sambil terkekeh membuat Om Ben gemas menarik tangan sang istri dan di ciumnya.


"Mas,lagi bawa mobil loe"


"Kalau buat kamu jangan kan satu stel mau beli satu toko pun aku belikan sayang,apa perlu kita borong sekarang" lanjut Om Ben


"Ck....mulai keluar sombong nya"


"Hahahaha....kamu yang pancing tadi"


Om Ben memarkir kan mobil nya di salah satu mini market yang dekat dengan apartemen mereka.


"Aku turun dulu mas, tunggu sebentar ya"

__ADS_1


"Sayang, tunggu uang nya" ujar Om Ben ingin mengambil uang dalam dompet nya


"Kalau cuma untuk beli es crem aku ada mas" tolak Nia langsung keluar


Om Ben berpikir sejenak bagaimana cara dia bisa memberikan uang pada istrinya ini,Nia selalu saja menolak saat om Ben memberikan kartu atau uang Cas.


Om Ben menghubungi Sari meminta nomer rekening Nia.


"Buat apa om?" tanya Sari


"Nia selalu menolak kalau om kasih uang,jadi om Mau transfer saja tapi om nggak tau nomor rekening nya" jawab Om Ben jujur


"Coba kalau om mau transfer aku pasti langsung aku berikan,hahaha" jawab Sari dari sebrang sana


"Keponakan matre!"


"Hahaha.....nanti aku kirim kan" jawab Sari sambil terus tertawa


Tak berapa lama ponsel om Ben berbunyi,Sari mengirim kan nomer rekening Nia membuat Om Ben tersenyum manis.


Lelaki tampan itu langsung mentransfer sejumlah uang untuk sang istri.

__ADS_1


__ADS_2