
Beberapa hari sudah Fahmi tidak pulang ke rumah nya dan di kantor pun dia menghindari Shela,dia tak bisa berkonsentrasi saat ini kepala nya terbagi antara kesalahan nya pada Shela dan pada Carla istri nya.
"Kamu menghindari ku pak?" tanya Shella saat mereka berpapasan dan tak ada lagi kesempatan untuk Fahmi menghindar
Fahmi hanya terdiam menanggapi ucapan Shella
"Pengecut kamu!"
Shella membalikkan tubuhnya tak ingin menatap Fahmi
"Shel,,maaf kan aku,bukan maksud ku-"
"Stop..aku tak ingin mendengar penjelasan apapun jika kamu tak mampu untuk bertanggung jawab " potong Shela lalu meninggalkan Fahmi.
Fahmi mengusap wajah nya kasar melihat kepergian Shela.
****
"Bagaimana dengan Fahmi,La kamu jangan terlalu keras nanti Fahmi meninggal kan mu,siapa yang akan bertanggung jawab dengan kehamilan mu itu" ujar mama Dina
"tapi aku juga tidak bisa ma terus-menerus bersikap baik pada nya kalau hati ku tidak tenang"
__ADS_1
"Tidak tenang bagaimana bukan nya Fahmi baik-baik saja dengan kamu?" tanya Sang mama
"Dia berani menampar ku ma karena aku menuduh nya bersenang-senang di Bali"
"Jika tidak ada bukti jangan sembarang bicara la, nanti kamu menyesal" ingat sang mama lagi membuat Carla menghela nafas berat,dia sangat sensitif sekarang,ntah kenapa bayangan perselingkuhan nya dan Fahmi dulu justru muncul saat ini, dia takut Fahmi justru melakukan nya dengan perempuan lain di saat dia hamil.
Akhir-akhir ini hidup nya di bayangin dengan hal-hal negatif.
***
"Mas.....jangan di hisap kuat,geli ah"
"Jangan di merahin mas besok aku harus ke kantor,malu kalau di ledekin Sari dan Maya"
"Yaah....telat sayang, sudah ada dua" jawab Om Ben tanpa dosa membuat Nia cemberut tapi om Ben justru gemas dan menciumi nya
"Kamu nggak ada puas nya ya mas,mana cepat banget lagi bangun nya" ujar Nia melirik kearah bawah milik Om Ben yang sudah berontak ingin keluar.
"Padahal aku nggak ngapa-ngapain lo"lanjut perempuan cantik itu
"Tidak perlu melakukan apapun sayang, kamu tersenyum saja dia sudah berontak di bawah sana,dia tau pemilik yang sesungguhnya " goda Om Ben sambil terkekeh
__ADS_1
"Lagi pula mana bisa aku puas sayang kalau makin hari kamu makin cantik, seksi dan menggoda begini" jawab Om Ben sambil melahap rakus squisy kesukaan nya secara bergantian membuat Nia mendesah.
"Mas.....aah....."
Nia tak bisa berkata apa-apa lagi saat sang suami sudah bermain dengan lidah di bawah sana,Om Ben memang pandai membuat Nia merasa terbang melayang, lelaki tampan ini sangat mengetahui titik sensitif sang istri.
Perlakuan lembut sang suami membuat nya merasa menjadi perempuan yang paling beruntung,Om Ben mengajarkan nya banyak hal mulai dari jadi istri yang seutuhnya dan belajar mencintai pasangan.
"Aku mencintaimu sayang" bisik om Ben saat memulai penyatuan mereka.
Nia hanya tersenyum manis sambil menikmati setiap hentakan yang di berikan oleh sang suami.
Setengah jam berpacu dalam keringat tidak membuat pasangan pengantin baru ini lelah, berganti pemimpinan dalam permainan sudah mereka lakukan tapi belum ada tanda-tanda dari om Ben untuk menyudahi permainan mereka karena memang dirinya belum keluar.
Nia sudah dua kali keluar bahkan dia sudah lelah tapi sang suami masih bertahan, Nia akui stamina om Ben cukup bagus padahal dia sudah berumur mungkin karena sang suami rajin berolahraga dan makan makanan sehat hingga kwalitas nya bagus.
"Sayang aku mau sampai" pekik Om Ben menghentak sedikit kuat hingga ambruk di atas tubuh sang istri
"Mas minggir,berat!"ujar Nia yang sudah kelelahan
Om Ben mencium puncak kepala Nia dan terbaring di sebelah sang istri setelah menarik selimut.
__ADS_1