Terjebak Cinta Om Duda

Terjebak Cinta Om Duda
Ulang tahun


__ADS_3

"Mama... Selamat ulang tahun, ya semoga panjang umur, ini ada hadiah kecil dariku. Mohon diterima, ya ma." ujar Nia sambil mengulurkan paper bag berwarna merah dan terlihat jelas dari merek toko ternama.


“Ya ampun sayang, Gak usah repot-repot sayang beli in mama kado segala yang mama mau itu kado kabar baik nya kamu"jawab Mama Indah sambil memeluk sang menantu kesayangan nya ini membuat Nia menundukkan kepalanya malu.


"Do'a kan secepat nya ma"sahut Om Ben yang ikut mencium pipi kiri dan kanan sang mama


"Kata nya kalian pulang dari Bali? kerja apa bulan madu? tanya mama Indah


"Iya ma, sekali menyelam minum air" sahut om Ben terkekeh .


"Ayo sayang,makan dulu"Mama Indah menggandeng tangan Nia menuju stan makanan yang tertata rapi.


"Ma,mama layani saja tamu nya aku dan Nia bisa ambil sendiri,tuh sana banyak teman nya nggak enak ma" tunjuk Om Ben ke arah pintu masuk


"Pasti Ben posesifin kamu ya Nia" bisik mama Indah yang tau kelakuan sang anak jika sudah cinta,Ben tidak akan membiarkan perempuan nya pergi dengan siapapun kecuali dirinya.


Nia hanya tersenyum kecil menanggapi ucapan sang mertua yang memang benar.

__ADS_1


"Kapan-kapan kita harus belanja berdua Ni tanpa tau Ben" bisik sang mertua lagi dan di anggukki Nia membuat Om Ben penasaran


"Mama meracuni istri ku" tebak om Ben membuat Mama Indah tertawa kecil melihat kecemburuan sang anak,mama Indah meninggalkan Ben dan Nia.


"Jeng Indah beruntung banget punya mantu kayak Nia ini, ya. Baik, cantik, pintar, bikin kami iri" ucap beberapa ibu-ibu teman sosialita Mama Indah.


"Saya dengar pegawai Bank ya jeng" ucap Bu Airin


"Iya bu,kerja di Bank swasta" jawab Mama Indah dengan senyuman manis nya


"Di tinggal Ambar justru dapat perawan ting-tin ya Ben nya,serasi banget,adem lihat nya"


"Padahal dulu sempet mau di jodohkan sama anak jeng Tuti ya jeng,tapi malah nggak jadi"


"Iya jeng anak jeng Tuti sekarang sudah nikah juga katanya menetap di Jogja ikut suaminya"


"Nggak jodoh Jeng, jodoh nya sama yang ini" sahut mama Indah.

__ADS_1


"Ni.....wah cantik banget kamu" puji Sari yang baru datang bersama Alan


"Baru datang Sar?" tanya Om Ben


"Iya om,tadi nya mau habis magrib tapi Mas Alan ada kerjaan jadi nya telat deh" cerita Sari


"Kita juga baru datang Sar" jawab Nia


"Ben, Nia Ayo sini sayang … mama mau potong kue"ucap Mama Indah sambil menoleh ke arah Ben dan Nia.


Nia pamit pada Sari,Papa dan adik Ben juga ikut di acara ini.


Kue akhirnya dia potong-potong. Setelah MC memandu membacakan doa. Potongan-potongan itu disimpannya dalam piring kecil.


Mama Indah memberikan potongan kue pertamanya pada sang suami dan Ben serta Nia lalu adik perempuan Ben, benar-benar Keluarga yang harmonis,Nia merasa kan kehadiran sosok mama dia diri mama Indah membuat nya sedikit mewek.


Mata Nia melihat sekeliling taman di mana tempat di adakan pesta oleh sang mertua,rumah om Ben cukup besar membuat siapa saja yang melihat nya pasti berdecak kagum karena mereka memang dari kalangan orang kaya.

__ADS_1


Om Ben menepati ucapan nya tak sedetikpun meninggalkan sang istri bahkan Nia sendiri sedikit risih karena Om Ben tak memberikan nya jeda untuk belum Ngobrol dengan anggota keluarga Ben lain nya.


Baru kali ini Nia bertemu lelaki seposesif Om Ben, dulu Fahmi membiarkan Nia terbiasa mandiri hingga jika mereka berjauhan Nia tak merasa kehilangan tapi dengan om Ben jauh berbeda lelaki tampan ini itu sangat memperlakukan nya seperti ratu bahkan di acara penting mama nya saja om Ben tak mau membiarkan Nia mengobrol dengan keluarga nya.


__ADS_2