Terjebak Cinta Om Duda

Terjebak Cinta Om Duda
Kepergok


__ADS_3

"Plak" satu tamparan keras di layangkan Mr.Pieter pada Ambar,dia kesal karena Nia selamat padahal Mr.Pieter ingin membunuh Nia dan Ambar di bunuh oleh Ben dan Ben berakhir di penjara agar tidak ada jejak kejahatan nya yang terendus pihak berwajib,Mr. Pieter ingin Ambar yang menjadi kambing hitam semua ini tapi sayangnya justru gagal,ntah kapan lagi kesempatan bisa mencelakai Nia.


"Sial"kesal Mr.Pieter


"Kau gila Pieter,lepas kan aku" Pekik Ambar lalu meludah di wajah Mr.Pieter


"Plak"


"Berani sekali kau meludahi ku, pelacur!"


"Lepaskan aku jangan berani nya dengan perempuan lemah"


"Hahaha.....mana mungkin aku melepaskan mu karena kau sudah berani-beraninya bermain api di belakang ku,pantang bagi ku melepaskan umpan yang sudah terperangkap pada ku"


"Kau lelaki gila, psikopat"


"Kau tau aku ingin kau mati di tangan Ben, lelaki yang kau puja itu,dia akan membunuh mu"


"Ben bukan orang jahat"


"Ya,dia bukan orang jahat tapi dia bisa menjadi jahat dan bringas jika milik nya di sentuh orang lain,dan kau yang akan ku jadikan kambing hitam untuk itu"


"Kau gila Pieter,kau gila"


"Ya..aku memang gila,sayang nya kau baru mengetahui nya bukan! hahaha" tawa mengerikan dari Mr.Pieter terdengar keras du telinga Ambar,dia tidak mau mati konyol di apartemen ini,Ambar berharap ada yang bisa menyelamatkan nya dari lelaki psikopat ini.


****


"Mas, bagaimana kabar anak kita?" tanya Nia karena dia belum bisa melihat anak nya hanya Om Ben yang bolak-balik ke sana

__ADS_1


"Semakin membaik sayang,dia baby boy yang lucu, wajah nya mirip dengan ku tampan"


"Narsis" ujar Nia sambil tersenyum manis


"Tidak percaya? ini lihat foto nya" ucap Om Ben mengeluarkan ponsel nya, beberapa kali Om Ben memotret putra pertama nya itu.


"Bibir nya mirip aku mas,kalau alis dan hidung nya persis kamu,tapi kenapa banyakan mirip kamu ya mas nggak adil"rengut Nia


"Hahaha,,,kamu hanya menampung nya sayang yang bekerja keras aku jadi ya mirip aku lah"


"Apa dia rewel mas? aku jadi pengen lihat,gemes deh"


"Belum boleh sayang,kamu masih belum boleh banyak bergerak,kata dokter kalau kondisi nya makin membaik besok boleh di bawa ke sini,sabar ya mama Nia"bujuk Om Ben


"Dia anak yang kuat sayang persis papa nya"


"Oh ya,ayah sudah pulang mas?"


"Kenapa tidak di bangun kan saja mas"


"Nanti ayah kemari lagi,malam ini dia akan menginap di sini sayang"


"Tidak usah mas, kasihan ayah dia sudah tua kondisi nya sudah semakin lemah, dari kemarin dia menemani ku di rumah sakit,katakan pada ayah tidak perlu datang mas sudah ada kamu"


"Mana berani sayang,ayah itu kekeh ingin menjaga putri nya,bukan nya kamu sendiri yang bilang sewaktu Carla di rumah sakit ayah juga di sana, apalagi kamu anak kandung nya"jelas Ben dan di anggukki Nia karena Nia juga tau watak sang ayah yang tidak akan bisa tidur nyenyak kalau ada keluarga nya yang sakit.


"Biar saja nanti ayah tidur di sofa itu dan aku tidur di kursi ini saja menemani mu"


"Kenapa harus di kursi mas,dia sebelah ku juga bisa! ini masih besar" jawab Nia sambil mencoba menggeser tubuhnya pelan

__ADS_1


"Jangan,perut mu masih sakit"tolak Om Ben cepat


"Kalau di dekat kamu sakit nya berkurang mas"


"Sejak kapan istri ku pintar menggombal?" tanya Om Ben sambil mencubit gemas hidung sang istri


"Itu romantis bukan gombalan! Kamu saja yang kurang ngeh kalau aku sedang ingin romantis"


"Jadi ceritanya suka yang romantis?" tanya Ben dan di anggukki Nia pelan


Ben segera mengelus wajah Nia dan mendekat kan bibir nya ke bibir istrinya ini dan mengecup pelan.


"Klek!"


"Ben......" pekik Mama Indah membuat Ben melepaskan ciuman nya.


"Gila kamu istri lagi sakit juga masih juga di kerjain" omel mama Indah membuat Nia tertawa kecil sedangkan om Ben hanya menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


"Nia jangan mau kamu meladeni dia,kamu itu habis melahirkan,kalau kenapa-kenapa gimana? lagi pula kamu masih nifas"


"Ma,cuma cium doang" protes om Ben


"Memang awal nya cuma cium,coba tadi kalau nggak kepergok mama pasti ada hal lain lagi"


"Aku juga tau ma ini di rumah sakit dan Nia sedang sakit"


"Alasan aja,bapak sama anak sama saja,Nia sepulang dari rumah sakit kamu tinggal dulu di rumah mama sampai kamu benar-benar pulih baru pulang ke rumah kalian,dan mama harus cari baby sitter yang benar-benar terpercaya untuk cucu mama"


Nia menatap om Ben dengan sedikit tersenyum karena memang suami nya itu yang kurang mau tinggal di rumah mama nya karena menurut Om Ben mama nya terlalu banyak aturan.

__ADS_1


"Ma-"


"Stop tidak terima protes ataupun penolakan" potong mama Indah membuat Om Ben lesu.


__ADS_2