Terjebak Cinta Om Duda

Terjebak Cinta Om Duda
Takut


__ADS_3

Pagi sus" sapa Nia ramah,dia baru datang untuk melihat keadaan Carla pagi ini.


"Pagi bu"jawab sang suster tak kalah ramah


Seminggu lebih sudah adik tirinya ini koma,belum ada kabar baik hingga saat ini dan seminggu lebih juga Rendy tidak mau pulang,dia tidak ingin meninggalkan Carla dan anak nya sedetikpun padahal Nia sudah membujuk Rendy untuk menyelesaikan urusan nya dulu dan dia yang menjaga Carla tapi Rendy menolak.


"Mandi terus sarapan dulu Ren,biar aku yang jaga Carla pagi ini" ucap Nia dan diangguki Rendy, untuk mandi Rendi memilih di rumah sakit,dia juga sudah terbiasa bekerja di rumah sakit jadi tidak ada masalah untuk nya, Rendy meminta disiapkan satu ruangan rawat inap untuk Carla nanti dan sekarang dia yang menempati nya terlebih dahulu, sesekali Ayah Bahtiar yang menemani Rendy hingga mereka berdua sudah bercerita banyak tentang kehidupan Carla, Rendy dokter yang ramah hingga mudah beradaptasi dengan siapapun juga apalagi Ayah Bahtiar juga orang baik bisa menerima Rendy.


"Ayah sudah pulang Ren?"tanya Nia yang tek melihat sang ayah padahal semalam ayah nya tidur di rumah sakit.


"Sudah mbak,tadi ayah bilang ada urusan yang harus di selesaikan di kantor,siang nanti akan kembali lagi" sahut Rendy sambil berjalan ke arah kamar mandi.


Nia segera keluar dia ingin melihat perkembangan anak Carla tapi saat hendak pergi terdengar panggilan.


"Keluarga bu Carla"


"Iya sus,saya" jawab Nia cepat


"Dokter meminta Keluarga untuk masuk melihat pasien" ucap sang perawat


Nia mengangguk cepat, Rendy masih mandi jadi dia saja yang masuk takut nya terjadi apa-apa pada Carla pikir Nia.


Dengan jantung berdebar kencang Nia masuk kedalam ruangan ber Ac ini,dia gugup takut nya mendapatkan kabar buruk mengenai adik tirinya itu.

__ADS_1


"Sini bu" panggil dokter tersebut dan Nia perlahan mendekat ke arah Carla yang masih terbaring.


"Pasien sudah siuman dan dia menanyakan keluarga nya"


"Alhamdulillah" ujar Nia tersenyum manis


"La,ini aku mbak Nia...kamu sudah sadar la?"


"M-bak"


"Iya la,aku mbak Nia"


"Karena pasien baru sadar jangan terlalu banyak di ajak bicara ya bu, pasien belum bisa di berikan beban pikiran" ingat dokter dan di anggukki Nia


"Su-ami....si-apa m-bak?" tanya Carla terbata


"Rendy la,ada Rendy di luar tadi sedang mandi,dia yang selalu menjaga kamu selama di rawat di sini, Rendy dengan sabar menunggu kamu sadar bahkan sering dia tidak tidur hanya ingin mengetahui kabar dari dokter tentang kamu la,dia lelaki baik" jawab Nia


"M-bak -"


"La,maaf kan aku tidak bisa menepati janji dengan mu tapi jujur aku melihat ketulusan di mata Rendy,kalian hanya salah paham saja la percaya pada ku Rendy lelaki baik"jelas Nia


Carla tiba-tiba pusing, serasa ada yang membisikan kata-kata di telinga nya membuat nya memejamkan mata sejenak.

__ADS_1


"Jauhi Keluarga saya"


"Jauhi Keluarga saya"


"M-bak aku ta-kut" aku Carla lalu tubuh nya bergetar hebat membuat Nia cemas


"La,kamu kenapa? dingin la" tanya Nia panik sambil memeluk tubuh Carla


"Sus, tolong adik saya kedinginan" pekik Nia


"Keluar dulu buk, mungkin pasien belum bisa terlalu banyak bicara" jawab sang suster membuat Nia keluar


Nia bingung kenapa tiba-tiba Carla seperti orang ketakutan, seperti nya trauma berat.


"Ren,Carla sudah sadar" lapor Nia


"Alhamdulillah mbak,,apa aku boleh lihat mbak?" tanya Rendy


"Tiba-tiba tubuh nya bergetar Ren dan dokter sedang menangani nya"


"Bergetar, kedinginan mbak"? tanya Rendy


"Mbak juga tidak tau,dia seperti orang ketakutan" jelas Nia lagi membuat Rendy berpikir ada apa dengan Carla

__ADS_1


__ADS_2