
"Rendy...... keluar kamu, Rendy.... dokter bejat keluar kamu "pekik papa Bianca
"Siapa kamu? kenapa teriak-teriak di depan rumah anak saya, orang gila kamu?"
"Kamu yang siapa? mana Rendy, keluar kan di dari dalam"
"Rendy tidak ada"
"Jangan bohong, kamu siapa?"
"Saya mama nya Rendy, kenapa mencari anak saya? jangan buat keributan di rumah anak saya"
"Kebetulan berarti,mana anak brengsek kamu itu, suruh dia keluar jangan jadi banci"
"Jangan sembarang bicara kamu,pergi! nggak ada sopan santun nya datang kerumah orang teriak-teriak nggak jelas" usir mama Veni
"Jangan bicara sopan santun,anak mu lebih tidak sopan memperlakukan anak ku,Keluar kan anak bajingan kamu itu"
"Saya bisa lapor polisi karena kamu sudah mengganggu ketenangan saya ya,jangan macam-macam kamu" ancam mama Veni
__ADS_1
"Usir dia pak" ujar mama Veni pada Satpam,sang satpam segera menarik tangan papa Bianca.
"Jangan pegang saya, saya bisa menghajar kamu"ucap papa Bianca pada Satpam yang berusaha menarik nya.
"Di mana Rendy,saya ingin bertemu lelaki bejat itu,dia sudah menodai anak saya Bianca dan sekarang dia harus bertanggung jawab atas perbuatannya"
Deg......dada mama Veni bergetar hebat, lelaki di hadapannya ini papa Bianca dan mengatakan Rendy menodai anak nya,apa-an ini.
"Jangan ngaco kamu, jangan sembarang bicara anak saya seorang dokter yang berpendidikan dan juga berakhlak dia tidak akan sembarangan dalam memperlakukan wanita"
"Tanya sama anak kamu, keluar kan dia sekarang"
"Hubungi dia katakan saya mencari nya, dokter bejat dia"marah papa Bianca lalu pergi
"Apa lagi ini,ada saja permasalahan nya! Rendy tidak bisa di hubungi lagi,apa benar dia sudah melecehkan Bianca,kalau benar bagaimana ini"gumam mama Veni khawatir
"Banyak sekali masalah mu Ren tinggal di sini, lebih baik pindah saja ke Surabaya biar tenang"
****
__ADS_1
"Apa yang terjadi dok?" tanya Rendy cemas
"Detak jantung nya sempat berhenti sejenak tapi sekarang sudah kembali normal pak"
"Alhamdulillah,dok lakukan yang terbaik untuk istri saya dok"pinta Rendy memohon
"Pasti pak, untuk semua pasien kami lakukan yang terbaik jadi tidak perlu khawatir dan jangan putus berdo'a meminta pada yang kuasa,saya hanya perantara nya saja" ujar sang dokter dan diangguki Rendy pelan.
Rendy mengusap wajah nya kasar lalu segera pergi.
"Kemana Ren?" tanya Nia yang melihat Rendy tergesa-gesa.
"Titip Carla mbak" pekik Rendy
Rendy mendatangi ruangan anak Carla di mana sang bayi prematur itu berada untuk kondisi anak Carla semakin membaik dia mampu bertahan hingga detik ini.
"Hay jagoan papa,apa kabar hari ini? papa bahagia melihat perkembangan kamu nak semakin membaik jangan buat papa dan mama bersedih ya, bertahan untuk kami" ucap Rendy pelan,bayi mungil tanpa dosa itu sedang tertidur pulas di dalam inkubator.
"Kamu pasti ingin papa dan mama peluk? iya nak? papa juga sangat ingin memeluk kamu nak tapi papa masih khawatir dengan alat yang ada di tubuh mu ini,kamu harus jadi anak kebanggaan papa ya,kamu harus bisa melewati ini semua sayang papa akan terus jaga kamu,do'a kan mama cepat sadar sayang,agar bisa lihat kamu di sini dan peluk kamu"
__ADS_1
Rendy memandang wajah anak lelaki ini, hidung nya mancung seperti Rendy mata nya sedikit sipit mirip Carla dan bibir mungil sama seperti Carla juga, hampir 80% wajah nya mirip Carla.