
"Nanti aku tunggu di parkiran sayang"
"Kalau mas mau pulang duluan tidak masalah,aku pulang seperti kemarin dengan grab saja" ujar Shela
"Aku tidak ada kepentingan sore ini jadi kita pulang bersama" ucap Fahmi dan di anggukki Shela patuh.
****
"Mau apa kamu?"
"Ben maaf kan aku"
"Aku sudah lama memaafkan mu tapi aku tak ingin memberikan celah untuk siapapun juga karena aku punya istri dan sebentar lagi akan memiliki anak"
"Ben,aku menyesal dengan apa yang aku perbuat selama ini,aku ingin bercerai dari Pieter"
"Itu urusan mu Ambar,aku tak mau ikut campur!" tegas Om Ben
__ADS_1
"Tapi aku ingin kamu membantu ku Ben"
"Aku tidak bisa" tolak om Ben cepat
"Ben, tolong kali ini saja aku ingin lepas dari lelaki itu,aku mohon Ben" isak Ambar,om Ben sedikit tertegun melihat Ambar menangis tapi dia tidak bisa membantu Ambar, karena membantu Ambar sama saja akan membuat istri nya salah paham,Nia sudah mengorbankan dirinya untuk menikah dengan Ben dan Ben tidak akan mau membuat Nia bersedih.
"Maaf aku tidak bisa"
"Ben,aku mohon"
"Kamu mau keluar sendiri atau aku panggil kan Satpam" ancam Om Ben
"Kamu terlalu pede Ambar, tak ada ruang di hatiku untuk mu, semua sudah terisi oleh Nia istri ku jangan coba-coba mempengaruhi ku" tegas Ben membuat Ambar mengisak
Om Ben mengambil telpon untuk menghubungi security tapi Ambar segera menghentak kan kaki nya lalu pergi.
Ambar keluar dari ruangan Om Ben dengan menghapus air mata nya, menikah dengan Mr.Pieter membuat nya memiliki segala nya tapi satu hal yang Ambar baru ketahui kalau dia harus melayani Mr.Pieter dengan segala kegilaan nya saat di ranjang bahkan Ambar bisa-bisa tidak bangkit dua hari karena di siksa.
__ADS_1
****
Nia mengelus perut nya lembut tak pernah terbayangkan hidup bergelimang harta seperti ini dengan suami yang sangat penyayang,apa pun yang Nia ingin kan pasti di turuti sang suami.
Awalnya dulu dia mengira Fahmi adalah dunia nya tapi salah ternyata Om Ben lelaki yang bisa membuat nya bahagia,di anugerahi mertua yang sangat perhatian dan penyayang hingga Nia merasa memiliki sosok ibu lagi.
"Taruh di sana semua nya pak"ujar mama Indah yang baru datang membawa perlengkapan bayi, meskipun mereka belum tau apa jenis kelamin nya tetap saja mama Indah terus belanja untuk cucu pertama nya ini.
"Ma,apa lagi ini?" tanya Nia yang melihat sang mertua membawa peralatan bayi begitu banyak
Mama Indah hanya tersenyum manis sambil terus merapikan barang bawaan nya.
"Mau di taruh di mana lagi ma?" tanya Nia
"Simpan saja dulu sayang,di kamar atas atau kamu minta pada Ben untuk menyiapkan satu kamar buat anak kalian"
"Jangan terlalu banyak ma, mubazir nanti kalau tidak terpakai"
__ADS_1
"Bisa untuk anak kedua kalian setelah ini sayang"jawab mama Indah santai membuat Nia membelakan mata nya,anak dan mama sama saja yang satu belum lahir sudah memikirkan yang ke dua membuat Nia menggeleng kan kepala nya.