
Fahmi menyesap minuman nya hingga tandas dan berjalan ke arah hotel, kepalanya sedikit pusing karena terlalu banyak minum alkohol,dia kecewa dengan dirinya sendiri yang tidak bisa merebut Nia kembali, rasanya dia sudah putus asa karena Nia bahagia dengan orang lain sementara dia malah hidup dengan Carla yang egois.
"Nia.... kembali pada ku sayang,aku akan perbaiki semua ini" racau nya sambil berjalan di lobi hotel
"Tok....tok...."
"Buka....Nia buka pintu nya sayang,ayo sayang aku datang " pekik Fahmi mengendor pintu kamar
Shela membuka pintu kamar nya melihat Fahmi yang sedang mabuk berat membuat nya mengerutkan kening kenapa sang atasan justru mengetuk pintu kamar nya.
"Pak Fahmi kamar bapak-"
"Hmmmmppp" Shela memukul tubuh Fahmi karena langsung mendorong nya masuk ke dalam kamar dan menciumi bibir nya,kenapa dengan bos nya ini tiba-tiba malah menyerang nya.
"Lepas pak" pekik Shela
"Kenapa kamu nolak,bukan nya kamu cinta sama aku"
"Bapak sudah gila ya"
__ADS_1
"Ya saya gila,gila karena kamu menikah dengan lelaki lain" marah Fahmi.
Di ingatan lelaki ini dia melihat Shela adalah Nia, perempuan yang dia tinggal kan.
Fahmi mendorong tubuh Shela ke ranjang dan menciumi nya secara brutal membuat Shela justru ketakutan dengan atasan nya ini.
"Pak....." lirih Shela dengan tatapan mata sayu memohon untuk di lepas kan,Shela memang diam-diam suka menggoda Fahmi tapi dia juga tidak mau dengan cara begini.
Fahmi kembali ******* bibir Shela bahkan satu jari nya sudah berada di bawah milik gadis itu.
"****, kenapa kau sangat rapat?"
Fahmi menyeringai lalu mendekatkan bibirnya ditelinga Shela sementara satu jarinya masih terus menggoda bagian pangkal paha Shela.
"Kenapa salah,kau takut suami sialan mu itu tau" ujar Fahmi dan tidak di mengerti oleh Shela karena dia memang belum menikah.
Shela berusaha sekuat tenaga mengembalikan sisa-sisa kewarasannya, ia tidak ingin melakukan itu dengan Fahmi yang jelas-jelas sedang di pengaruhi alkohol.
Fahmi segera menanggalkan pakaian yang ia kenakan dengan tergesa dan memperlihatkan otot-otot tubuhnya yang terpahat sempurna, Shela memalingkan wajah saat tanpa sengaja melihat benda tumpul yang telah mengeras diantara kedua paha Fahmi.
__ADS_1
"Kenapa kau terlihat malu-malu seperti itu? Bukankah ini yang kau inginkan sejak dulu"
Shela semakin tak mengerti dengan ucapan Fahmi tapi kini dia merasa terjebak di situasi sulit ini,dia tak bisa lagi kabur karena Fahmi sudah mengukung tubuh nya.
"Tolong jangan pak" mohon Shela
"Aku akan memuaskanmu, kau cukup diam dan nikmati saja. Walau hanya mendapat wanita bekas pria lain tidak masalah karena aku sudah sangat bernafsu" geram Fahmi yang masih mengkhayal kalau Shela adalah Nia.
Shela hanya bisa terisak pilu, ia merasa tubuhnya seperti terbelah menjadi dua. Benar-benar sakit bagai tercabik-cabik.
"Akhhh?sa-kitt..."
Fahmi tak menghiraukan Shela yang merintih dibawah kuasanya, ia terus memompa dan memaju mundurkan Miliknya dalam Milik Shela yang terasa sangat rapat.
Selesai dengan pelepasan nya Fahmi ambruk di atas tubuh Shela.
Isak tangis terdengar dari bibir perempuan ini Tapi tak di hiraukan oleh Fahmi dia merasa puas sudah bisa meniduri Nia perempuan yang kini menjauh dari nya.
__ADS_1