
"Alhamdulillah" ucap pak Bahtiar saat mendengar kabar Nia dan anak nya selamat hanya saja kondisi anak Nia harus di berikan perawatan yang insentif agar cepat pulih.
"Lakukan yang terbaik dok untuk cucu dan menantu saya, apapun itu dan berapa pun biaya nya saya ingin anak dan menantu saya pulang dengan keadaan sehat" pinta mama Indah
"Iya bu,kami akan berikan yang terbaik.Untuk ibu nya sebentar lagi akan di pindahkan ke ruang perawatan dan keluarga sudah boleh menjenguk tapi jangan dulu di tanya-tanya yang berat ya bu, karena masih syock"ujar sang dokter dan di anggukki keluarga Nia patuh
"Terimakasih dok"
"Sama-sama bu" ujar sang dokter
"Alhamdulillah ya ma,mbak Nia sudah sadar,aku lega ma!"
"Iya lan,mama sangat khawatir, takut kenapa-kenapa sama Nia"
"Benar-benar tidak salah aku memberikan Nia ke keluarga ini, mereka sangat tulus menyayangi putri ku, memang Tuhan tidak akan pernah salah memberi kan jodoh pada orang baik,Nia sangat lembut seperti ibu nya" batin pak Bahtiar
"Mungkin aku yang belum berjodoh dengan Dina" gumam nya pelan,pak Bahtiar merasa dia dan Mama Dina tidak berjodoh.
****
"Sial! kenapa bisa selamat"
"Ada perempuan yang membantu nya Bos"
"Siapa?"
"Saya juga tidak tau Bos, mungkin kebetulan lewat di sana dan mereka sama-sama hamil"
__ADS_1
"Ya sudah lain kali kita coba lagi dan jangan sampai gagal,kalau gagal lagi kalian saya pecat" kesal Mr.Pieter sambil menutup ponselnya.
"Siapa perempuan yang membantu nya"gumam Me.Pieter sambil berpikir keras dan tiba-tiba pintu ruangan nya terbuka.
"Mas"
"Baby ada apa kamu kemari?" tanya Mr.Pieter sambil memeluk tubuh Carla dan mencium bibir perempuan yang akan dia nikahi ini.
"Aku bosan di rumah mas,aku mau shoping"
"Sayang,aku belum bisa pergi karena banyak sekali pekerjaan yang harus di kerjakan"
"Tapi aku mau shoping mas,kamu belum pernah belanja kan aku loe mas di mall"
"Mobil kamu sudah aku kirim kan! jangan sekarang ya sayang" bujuk Mr.Pieter karena memang dia banyak sekali pekerjaan belum lagi mood nya buruk karena tidak bisa mencelakai Nia,Mr.Pieter dendam pada Ben yang sampai saat ini tidak bisa keluar dari pikiran Ambar jadi dia ingin Ben juga menderita karena kehilangan istri nya.
"Carla kalau aku tidak bekerja bagaimana kita bisa menikah nanti, tentu nya kamu banyak keperluan sayang" rayu Mr.Pieter membuat Carla luluh dan akhirnya mereka memilih untuk bergumul di ruangan Mr.Pieter.
****
"Maaf kan aku mas tidak bisa menjaga anak kita dengan baik" isak Nia pada suaminya yang baru datang
Om Ben mencium kening Nia berkali-kali dia mengucap syukur karena istri dan anak nya selamat meskipun anak nya harus di rawat lebih insentif lagi.
"Aku yang seharusnya minta maaf sayang karena sudah meninggal kan kamu"
"Iya Ben kamu yang harus bertanggung jawab untuk ini,kami tau kan Nia sedang hamil besar malah kamu tinggal-tinggal,mama tidak bisa memaafkan kamu kalau tadi terjadi sesuatu pada menantu dan cucu mama" oceh mama Indah
__ADS_1
"Iya ma,aku yang salah" aku Ben
"Sudah lah sekarang yang terpenting keadaan Nia sudah membaik dan semoga lekas pulih " timpal papa Ben dan diangguki pak Bahtiar setuju
"Tapi aku masih penasaran ma siapa orang yang membantu Nia"
"Istri Fahmi" jawab Pak Bahtiar
"Istri Fahmi!!" seru Nia dan Ben bersamaan
"Iya,nama nya Shela,dia melihat mobil yang melaju kencang ke arah Nia dan seperti nya tidak seperti pengemudi normal" jelas pak Bahtiar lagi
"Aku harus hubungi istri Fahmi itu yah,aku takut nya justru memang ada yang berniat jahat pada keluarga ku" ujar Ben dan di anggukki setuju oleh mama Ben
"Jika benar mama yang akan menggantung orang itu Ben"
"Ya mas,cari tau aku juga geram ada ya orang jahat sama ibu hamil" timpal Ulan
Ben berpikir sejenak,dia tidak memiliki musuh selama ini,apa Ambar yang melakukan nya karena hanya Ambar yang tidak suka hubungan nya dengan Nia,dia harus segera mencari tau siapa pelaku nya.
"Kamu mengetahui mobil nya Sup?" tanya Ben pada sopir nya
"Tidak pak, kejadian nya Begitu cepat dan saya sendiri kaget, pikiran saya hanya ibu Nia dan perempuan yang membantu ibu saat itu karena mereka sama-sama hamil" jelas Supri
"Kalau begitu kamu harus lihat CCTV sekitar mini market itu Ben"
"Iya ma" sahut Ben pelan,pikir Ben tidak ada lagi orang yang mengganggu kehidupan nya karena belakang ini Ambar tidak terlihat lagi hingga Ben memutuskan untuk tidak menggunakan jasa bodyguard lagi tapi kini justru terjadi di saat dia lengah.
__ADS_1