
Tak terasa sudah lima hari Rendy dan Carla di Turki bahkan hubungan mereka semakin akrab, Rendy sering mencium Carla reflek bahkan saat tidur dia selalu mengelus perut Carla membuat Carla semakin nyaman berada di dekapan dokter muda ini,ntah kenapa hubungan mereka seperti mendapatkan restu dari sang pencipta Rendy semakin peduli dengan keadaan Carla begitu juga Carla yang seperti nya mencoba menjadi seorang istri yang baik untuk Rendy hingga mereka memang seperti suami istri sungguhan, Carla kini ingin menikmati waktu yang hanya tersisa sedikit untuk nya karena dia tau jika sudah pulang ke Jakarta pasti Rendy dengan rutinitas nya dan dia akan di abaikan apalagi sang mertua sudah mengirim kan pesan kalau dirinya sudah pulang ke Surabaya dan akan kembali saat Carla melahirkan nanti.
"Perutnya sakit?" tanya Rendy yang melihat Carla menyeringai
"Nggak cuma sedikit nakal dedek nya dari tadi nendang terus, aktif banget" jawab Carla
"Oh ya, berarti sehat dong, perkembangan nya bagus" ujar Rendy berjongkok di depan Carla dan mengelus perut ibu hamil itu.
"Jangan nakal ya dek,kasihan mama kesakitan,kalau dedek nurut ntar keluar papa beliin mainan yang banyak" bujuk Rendy membuat dada Carla bergetar hebat baru kali ini Rendy mengatakan dirinya papa,apa benar anak nya akan memiliki papa saat lahir nanti batin Carla.
Rendy mencium pelan perut Carla yang sudah membuncit membuat Carla tak bisa berkata apa-apa lagi,dia bingung dengan situasi ini,apa Rendy sengaja memberikan harapan pada nya karena dia seorang dokter yang tau kalau ibu hamil itu tidak boleh stress atau hanya kasihan pada nasib nya.
"Mas,aku ngantuk" alasan Carla
__ADS_1
"Mau aku gosok dulu perut nya" tawar Rendy dan di jawab gelengan oleh Carla,kali ini dia menolak karena Carla benar-benar sudah jatuh pada pesona dokter tampan ini.
Ponsel Rendy berbunyi membuat nya mengalihkan pandangan nya sejenak.
"Aku angkat telpon dulu ya,kalau mau tidur duluan saja nanti aku menyusul" ujar Rendy dan di anggukki Carla lemah,dia tau saat ini pasti Rendy ingin mengangkat telpon dari Bianca hingga pergi ke arah balkon, mungkin takut mengganggu dirinya.
"Sadar diri La,kamu bukan siapa-siapa! kamu cuma perempuan bodoh yang sedang mencoba menjadi seorang permaisuri di hati seorang pangeran" batin Carla,tanpa terasa air mata ny menetes dan dengan cepat Carla menghapus nya dia takut kalau Rendy tau kalau dia tengah cemburu pada Bianca dan hal itu akan jadi bahan cemoohan untuk dirinya sendiri.
"Iya pak,sekali lagi terimakasih atas ucapan dan pengertian nya" ujar Rendy menutup ponselnya lalu masuk kembali ke dalam kamar.
"Belum tidur?" tanya Rendy yang melihat Carla membolak-balikkan tubuh nya
"Sudah angkat telpon nya mas?" tanya balik Carla
__ADS_1
"Sudah"
"Tumben cepat!" ketus Carla membuat Rendy mengerti kalau Carla pasti mengira kalau Bianca yang menghubungi nya.
"Sini aku gosok perut nya biar cepat tidur"
"Nggak perlu sudah terbiasa juga tidur tanpa di gosok" ketus Carla lagi membuat Rendy tersenyum kecil dia berbaring di sebelah Carla lalu memasukkan tangan nya kedalam daster yang di kenakan Carla dan mengelus lembut perut buncit ibu hamil itu membuat Carla benar-benar cepat tertidur, beberapa hari terbiasa di manjakan oleh Rendy membuat anak yang ada di kandungan Carla menjadi ketagihan.
Rendy tersenyum kecil melihat Carla sudah tertidur pulas.
"Kamu kalau lagi cemburu kelihatan makin cantik" gumam Rendy,ntah bagaimana dia harus menyampaikan pada Carla kalau dia sudah memiliki rasa cinta pada perempuan berambut cokelat ini.
Bibir tipis Carla di kecup oleh Rendy sekilas, karena tak ada respon dari Carla, Rendy mencium nya lebih lama,dia lebih sering mencuri ciuman dari Carla diam-diam di saat perempuan itu sedang tertidur pulas.
__ADS_1