Terjebak Cinta Om Duda

Terjebak Cinta Om Duda
Foto pernikahan


__ADS_3

"Emang nya suami loe boleh La"


"Ya boleh lah dia mana berani ngelarang gue secara semua yang dia dapatkan ini saat bersama gue" jawab Carla sombong


"Enak banget jadi loe ya La,di sayang suami mana punya jabatan bagus lagi gue juga mau dapat suami kaya mas Fahmi" ucap teman Carla tapi Adis hanya tersenyum kecil menanggapi ucapan teman nya itu karena dia tau bagaimana cara Carla mendapatkan Fahmi.


"Jadi jalan-jalan kali ini loe di kasih uang berapa la?" tanya salah satu teman Carla


"Berapa pun gue minta pasti Mas Fahmi kasih dia itu sayang banget sama gue jadi nggak pernah nolak permintaan gue" jawab Carla dengan bangga nya


"Hati-hati loe la banyak pelakor di luar sana jangan sampai suami loe di gondol pelakor"


"Hahaha....mana mungkin mas Fahmi bisa berpaling dari gue secara dia sudah cinta mati sama gue, sebenarnya sih banyak yang ngincer mas Fahmi dia nya yang nggak selera dengan perempuan lain,loe pada kan tau tuh ceritanya gue bisa nikah dengan mas Fahmi,dulu dia pacaran dengan mbak Nia tapi berpaling ke gue karena merasa gue lebih segalanya jadi nggak akan mungkin bisa berpaling dari gue dia nya"kekeh Carla


"Semoga aja la" sahut Adis pelan


****


"Terimakasih pak" ujar Shela turun dari mobil Fahmi


Fahmi hanya mengangguk kecil dan menginjak pedal gas nya menuju parkiran kantor.


"Selamat pagi mbak Shela" sapa Satpam yang melihat Shela jalan kaki


"Selamat pagi pak Mamat" sahut Shela ramah

__ADS_1


"Tumben jalan kaki mbak?"tanya nya


"Tadi grab nya nurunin saya di simpang depan pak,mau cepat-cepat,saya duluan pak" jawab Shela lalu pamit


"Iya..."


Fahmi memperhatikan Shela yang tersenyum pada pak Mamat membuat nya sedikit tidak suka, apalagi Shela mengatakan dirinya Grab.


"Pagi Shel"


"Pagi Mbak Vita"


"Shel dengar-dengar kamu udah nikah ya" ucap perempuan bernama Vita itu


"Alhamdulillah mbak,mbak dari mana tau nya?" tanya Shela


"Posting apa mbak Dea mbak?" tanya Shela takut kalau ada foto Fahmi di sana


"Posting foto kamu dan dia kemarin,tapi nggak ada foto suami kamu, orang mana La suami kamu?" tanya Vita


"Jauh mbak, bukan di Jakarta" jawab Shela cepat,dia sedikit lega Dea tidak memposting foto Fahmi karena memang kemarin dia dan Dea yang berfoto bersama tanpa Fahmi.


"Kenapa nggak ngudang-ngundang sih Shel, mbak kan juga pengen lihat kamu menikah"


"Maaf mbak pernikahan nya sederhana hanya di hadiri keluarga inti karena saya juga masih karyawan Magang,suami saya juga begitu jadi belum bisa di ekspos" alasan Shela dan diangguki Vita mengerti

__ADS_1


"Maaf mbak saya duluan" pamit Shela sopan


Shela mengusap dada nya pelan, untung saja Dea tidak memperlihatkan Fahmi dalam postingan nya,kalau sampai ada Fahmi tamat sudah riwayat dia.


Bukan mau Shela sebagai pelakor tapi mau bagaimana lagi ini sudah takdir nya yang harus dia jalani.


"Kuat-kuat di perut bunda ya nak" batin Shela mengusap lembut perut nya yang masih datar.


****


Polesan lipstik sedikit dan Make up yang tidak terlalu tebal membuat Nia semakin fresh, perempuan ini sudah cantik jadi tak perlu polesan tebal di wajah nya,Nia memakai dress berwarna putih dengan corak bunga-bunga membuat nya terkesan lebih muda.


"Sayang kamu seperti Abege" ujar Om Ben memeluk Nia yang sedang merapikan penampilan nya dari belakang.


"Seperti nya Niat ku ke kantor akan tertunda melihat kamu berpenampilan begini sayang" goda Om Ben


"Ayo mas jangan lagi bercanda ini sudah pukul 7 lewat loe jalanan macet"


"Tapi aku tidak rela orang menatap mu sayang,kamu cantik begini" rengek om Ben


"Mas mereka punya mata aku tidak bisa menutup mata mereka satu persatu tapi aku bisa menutup hati ku untuk orang lain dan hanya kamu" ucap Nia lembut membuat lelaki mapan ini meleleh


"Kamu semakin pintar ngegombal ya sayang"


"Kok ngegombal sih mas,itu kenyataan loe" jawab Nia tak terima jika di tuduh ngegombal memang dia hanya mencintai suaminya ini

__ADS_1


"Iya...iya aku percaya,sayang nanti di kantor jangan lari dari aku" ingat Om Ben


"Siap bos"sahut Nia terkekeh kecil melihat keposesifan sang suami tapi karena Nia memang juga mencintai Om Ben dia nyaman-nyaman saja om Ben posesif pada nya.


__ADS_2