
Seminggu sudah berlalu ternyata mama Dina tidak main-main dengan gertakan nya,dia membawa semua hasil visum Carla dan mengadukan perbuatan Pieter ke polisi karena tak mendapatkan respon dari Pieter membuat pengacara Pieter kelimpungan karena klien nya menghadapi persoalan yang sama dengan orang yang berbeda.
Pieter menggertak kan gigi nya menahan amarah, awalnya Carla yang datang pada nya berbeda dengan Ambar yang memang Pieter menyukai nya dan meminta nya untuk meninggalkan Ben jika Carla dia yang menawarkan diri nya.
"Dimana dia sekarang?" tanya Pieter
"Di sebuah rumah kontrakan kecil,saya sudah mencari tau keberadaan dan kehidupan nya sekarang seperti nya mantan mertua anda sudah bercerai dari suaminya"
"Habisi dia dan mama nya sekalian tanpa menyisakan bukti, mereka ingin bermain-main dengan ku" ujar Pieter geram karena dia tidak bisa menyiksa Carla dan mama nya secara langsung saat ini.
Pengacara Pieter hanya mengangguk kan kepala nya, Meskipun sudah bangkrut pengacara nya masih mau bekerja dengan Pieter karena dia tau masih ada sisa aset Pieter yang bisa di pergunakan untuk membayar jasa nya.
****
"Ma,, sudah lah jangan di perpanjang lebih baik kita mengurus hidup kita sekarang,aku ingin fokus ma pada kelahiran ku nanti"
"Kamu tau apa la,kamu baru anak kemarin sore dan selama ini tau hidup serba ada,kamu belum menjalani kejam nya dunia ini jika kita tidak memiliki uang"
"Tapi ini sudah menjadi hukuman untuk kita ma,lihat kehidupan kita sekarang luntang-lantung tidak jelas"karena perbuatannya kita sendiri,aku sadar ma kalau kebahagiaan sesungguhnya bukan uang tapi keluarga"
"Justru itu mama ingin perjelas kehidupan kita ,kamu di minta menikah lagi tidak mau"tekan mama Dina
__ADS_1
"Kamu tidak tau apa-apa la tidak usah bawel mama begini juga untuk kamu,agar bisa melahirkan dengan tenang nanti nya" ujar mama Dina
"Jika kita dapat uang dari Pieter kita sedikit tenang"
"Nyata nya tidak kan ma? mama hanya menabuh genderang perang,mama tidak tau Pieter dia kejam, manusia berhati iblis"ucap Carla yang benar-benar trauma akan suami siri nya itu.
"Persetan dengan itu" bentak mama Dina yang tak mau mendengar kan Carla
****
"Mas,nanti aku mau ke tempat Sela bawa Juna"
"Jauh sayang "
"Oh ya"
"Hmmmm, semalam Sela menghubungi ku,aku juga sempat kaget nggak percaya kau kita satu tempat jadi aku nggak bosan deh kalau kamu dan Ayah pergi kerja,aku bisa ke sana"
"Boleh, asal jangan lupa pulang" ujar Ben mencolek hidup Nia sambil tersenyum
"Mana mungkin lupa pulang mas"
__ADS_1
"Bisa saja kan karena keasikan ngerumpi, kebiasaan ibu-ibu"
"Sejak menikah aku membatasi diri mas untuk berteman sampai dengan Maya pun aku sudah jarang bertemu bahkan nyaris tak pernah bertemu jika bukan acara penting karena jauh sekarang Sela sudah dekat dengan kita mas masa' aku nggak boleh ke sana"
"Bukan nggak boleh sayang,cuma hanya tau waktu kamu seorang istri jadi harus bisa mengatur waktu dengan baik, sebelum aku pulang kamu sudah di rumah" ujar Ben
"Siap bos" jawab Nia sambil memeluk tubuh sang suami sedangkan Ben mencium kening Nia.
***
"Sayang,aku berangkat"
"Iya mas,nanti mbak Nia mau ke sini mas"lapor Sela
"Oh ya, memang nya mau ibu bos itu mampir ke rumah kita"
"Ya mau lah mas,mbak Nia orang baik nggak sombong kaya' ibu-ibu bos lain nya,dia sudah menganggap ku sebagai keluarga"
"Bagus lah kalau begitu,aku berangkat dulu ya jangan gosip kan aku dan pak Ben"ingat Fahmi sambil tertawa kecil
"Hati-hati di jalan,I love you"
__ADS_1
"I love you to" sahut Fahmi mencium bibir Sela sekilas, setelah keberatan sama suami Sela masuk kembali ke dalam rumah nya.