
Langkah kaki Nia dan Om Ben beriringan membuat para karyawan heran melihat bos nya datang kali ini dengan sang istri.
Tidak biasanya bos tampan mereka memboyong istri nya ke kantor bahkan para karyawan tidak pernah tau dengan Ambar hingga mendengar kabar perceraian om Ben tapi kini justru Nia bergelayut manja di lengan suaminya membuat para wanita penggemar Om Ben sedikit Iri dan kecewa.
"Cantik ya istri nya bos" ucap salah satu karyawan
"Masih muda lagi"
"Iya dengar-dengar dia anak nya pak Bahtiar karyawan sini juga"
"Wah beruntung pak Bahtiar ya anak nya bisa nikah dengan bos besar"ucap salah satu karyawan lain
"Palingan cuma karena muda dan cantik untuk prestasi nol besar" Celetuk salah satu karyawan juga
"Iya saya rasa juga begitu, perempuan seusia dia palingan cuma bisa dandan saja"sahut yang lain nya.
"Hmmmm......bukan waktu nya menggosip,ini waktu bekerja, untuk penjelasan saya beritahu kan pada kalian kalau istri pak Ben itu bekerja di salah satu bank swasta dan dia memiliki jabatan yang cukup penting di sana,dia bukan seperti kalian yang bekerja sambil menggosip dia karyawan teladan hingga banyak prestasi nya" ucap Bu Siska tegas membuat para karyawan terdiam mereka tau kalau bu Siska adalah sekretaris dan orang kepercayaan pak Ben.
"Itu ruangan siapa mas?" tanya Nia melihat satu ruangan di depan ruangan suaminya tapi masih kosong
"Siska sayang, mungkin belum datang atau keluar"
Nia melirik ke arah jam tangan nya sudah pukul 8 masih banyak pegawai yang belum datang.
__ADS_1
"Maaf pak sedikit telat tadi saya harus mengantar kan suami ke Bandara dulu" ujar Siska dan diangguki Ben
"Tumben bu Nia ikut?" tanya nya
"Saya tidak bisa jauh dari istri saya" jawab Om Ben membuat Nia tertunduk malu
"Ayo sayang masuk" ajak Om Ben
Nia melihat sekeliling ruangan suaminya ini cukup nyaman,bahkan Nia bisa melihat indahnya kota Jakarta,mobil lalu lalang di bawah sana.
"Pemandangan nya indah mas" ujar Nia saat om Ben memeluk nya
"Tapi lebih indah melihat kamu"
"Tapi aku mau nya begini dulu sayang,biar bisa konsentrasi bekerja nanti" alasan Om Ben sambil mencium tengkuk sang istri.
Dari pagi tadi Om Ben sudah berhasrat melihat penampilan Nia tapi dia tidak mau merusak suasana karena mereka akan berangkat ke kantor tapi om Ben justru tak bisa menahan nya saat mereka sampai ke kantor, apalagi melihat pandangan mata para karyawan lelaki nya yang seakan memuji Nia.
"Mas ini kantor loe"
"Iya sayang, sesuatu yang baru kalau kita bermain di kantor" bisik om Ben membuat Nia terkejut dengan kemauan sang suami.
"Jangan aneh-aneh deh mas" tolak Nia saat om Ben sudah meremas squisy kesukaan nya dari luar.
__ADS_1
Om Ben tak menghiraukan ucapan Nia dia terus menciumi wajah sang istri membuat Nia kegelian.
"Mas...." desah Nia membuat om Ben semakin bersemangat melanjutkan aksinya.
Om Ben menuntun sang istri ke arah meja kerja nya,Nia tersenyum tipis saat melihat foto pernikahan mereka terpajang jelas di meja kerja sang suami.
Om Ben mencium bibir Nia sedikit rakus dia tak memberikan jeda untuk Nia membalas perbuatannya, lelaki tampan ini menduduki sang istri di atas meja kerja nya dan menarik dalaman Nia lalu bermain dengan lidah nya di sana membuat Nia mendesah pelan.
Om Ben memang sangat tau titik kelemahan sang istri,dia sangat pintar membuat Nia mendesah, Menikah dengan om Ben membuat Nia semakin pintar dalam urusan Ranjang sang suami selalu mengajarkan dengan gaya dan sensasi baru.
"Mas....." desah Nia saat mendapatkan pelepasan pertama nya, tubuh nya menegang sempurna,om Ben tersenyum puas sudah bisa menggagahi sang istri.
Om Ben mengeluarkan milik nya dan langsung mengarahkan pada Milik sang istri tanpa aba-aba dia menyentak pelan.
"Mas"racau Nia saat mendapatkan serangan dari sang suami
Tangan Nia bertumpu di meja kerja om Ben, sedangkan Om terus memompakan milik nya sedikit lebih kencang, benar-benar permainan gila menurut Nia, bisa-bisa nya mereka bercinta di atas meja kerja om Ben.
"Hmmmmppp"
"Sayang,aku mau keluar"racau om Ben
Nia bisa merasakan sesuatu yang membesar dan siap muntah di bawah sana,satu tangan Nia mencengkeram kuat lengan Om Ben lalu dia merebahkan kepala nya di pundak sang suami saat mereka sama-sama mendapatkan nya.
__ADS_1