Terjebak Cinta Om Duda

Terjebak Cinta Om Duda
berhenti bekerja


__ADS_3

Beberapa hari sudah berlalu hubungan Nia dan Om Ben semakin merasa sang mertua terus mengirim kan makanan ke apartemen mereka membuat Nia merasa tidak enak hati.


"Mas, bilang pada mama tidak perlu mengirim kan makanan terus,aku jadi nya tidak enak mas"


"Biarkan saja sayang kalau di tolak mama malah sedih,dia ingin kamu menganggap nya seperti ibu sendiri bukan mertua"


"Tanpa mengirim kan makanan pun juga sudah seperti ibu sendiri mas,kamu tau kan aku sudah tidak ada ibu,jadi hanya mama Indah yang sayang pada ku" jawab Nia sambil merebahkan tubuhnya di paha Om Ben yang sedang duduk memainkan ponsel nya


"Kamu sedang apa mas?" tanya Nia


"Ini mengecek beberapa email yang di kirimkan Siska"jawab Om Ben yang sedang fokus pada ponsel nya tapi satu tangan nya sudah berada di atas perut sang istri meraba lembut.


"Bu Siska itu sudah menikah mas?" tanya Nia


"Sudah,kenapa? kamu cemburu pada Siska?" tanya Om Ben


"Tidak!! aku hanya menanyakan nya saja, soalnya dia terlalu sibuk menjadi sekretaris mu apa suaminya tidak protes atau anak nya gitu?" tanya Nia


"Suami Siska kerja di luar kota sayang,dia hanya pulang satu Minggu sekali saat akhir pekan dan mereka belum memiliki anak" jawab Om Ben membuat Nia bangku dari tidur nya.

__ADS_1


"Kenapa?" tanya om Ben heran melihat sikap sang istri


"Mas,kamu dan buk Siska-"


"Awwww....." ringis Nia saat om Ben menjentikkan jari di kening sang istri


"Jangan berpikir aneh-aneh kalau aku mau melecehkan nya tidak perlu menikahi mu,nikah saja dengan dia sudah pasti dia tidak akan menolak ku" Jelas Om Ben membuat Nia terkejut


"Pede sekali kamu mas"


"Sayang,,suamimu ini tampan,mapan dan punya segalanya tidak akan mungkin ada perempuan yang menolak ku, contoh nya kamu" tunjuk om Ben pada Nia


"Apa?"


"Aku tidak mencintai kamu dulu saat kita menikah" jelas Nia


"Sekarang??" tanya Om Ben dengan menaikkan satu alisnya


"Cinta mati" jawab Nia malu-malu membuat Om Ben gemas dan menarik sang istri dalam pelukan nya.

__ADS_1


"Dengan uang dan kekuasaan ku aku bisa memilih perempuan mana saja sayang tapi aku hanya mencintai kamu dan ingin kita hidup menua bersama hingga anak cucu kita besar nanti,kamu tau sayang,awal ku melihat mu aku sudah jatuh hati tapi aku tidak berani berkenalan dengan mu tapi mungkin memang takdir tuhan mempertemukan kita lewat kencang itu " jelas om Ben panjang lebar


Di akui Nia jika bukan karena uang untuk pembayar hutang Mira dia tidak akan mau menerima tawaran konyol dari Sari,tapi karena tawaran konyol ini pula dia menjadi ratu di hati Om Ben,suami yang di cintai nya saat ini.


"Aku belajar banyak dari luka hati mas,luka yang di gores kan oleh lelaki yang tidak bertanggung jawab hingga membuat aku melabuhkan hati pada mu, terimakasih mas sudah menjadi suami terbaik ku"


"Sayang kamu sudah katakan pada ayah tentang kehamilan mu?" tanya Om Ben


"Sudah, katanya akhir pekan ini akan kemari mungkin besok atau Lusa"


"Aku berencana untuk mengangkat ayah menjadi manager pemasaran "


"Mas,jika bukan keahlian ayah di sana lebih baik tidak usah,jangan memberikan jabatan karena kekeluargaan mas, karena akan berakibat fatal" ujar Nia membuat Om Ben memikirkan sejenak


"Tapi aku rasa ayah pantas untuk jabatan itu sayang"


"Kamu tanyakan langsung pada ayah saja mas,aku tidak mengerti jika urusan nya ke sana,kerja ku hanya menghitung uang"


"Sayang,kalau kamu berhenti bekerja bagaimana?" tanya Om Ben hati-hati membuat Nia terdiam.

__ADS_1


__ADS_2