Terjebak Cinta Om Duda

Terjebak Cinta Om Duda
Mual


__ADS_3

Seminggu sudah berlalu Fahmi masih bolak balik menginap di rumah Shela karena semalam Carla menghubungi nya jadwal kepulangan nya di tunda beberapa hari karena ada pasport sahabat nya hilang jadi tidak mungkin dia pulang duluan sedang kan mereka pergi bersama.


"Huek....huek..." dari tadi Shela tidak henti-hentinya muntah,ntah kenapa sepulang kerja dia merasa tidak enak badan tapi Shela tetap membuat kan Fahmi sarapan.


"Pak sarapan dulu,teh nya sudah saya siapkan di meja,maaf pak hari ini saya hanya membuat kan roti panggang" ujar Shela pelan


"Kamu sakit Shel?" tanya Fahmi sambil mendekat dan memegang dahi Shela


"Hanya tidak enak badan pak, mungkin semalam saya lupa mengecilkan AC nya"jawab Shela


"Tidak usah ke kantor Shel, nanti saya yang izinkan kamu"


"Tidak usah pak" jawab Shela cepat dia takut kalau Fahmi yang mengizinkan nya justru malah membuat orang curiga.


"Kamu sakit Shel tidak perlu bekerja pasti Mr.Pieter juga akan mengerti kalau Karyawan nya sakit" tegas Fahmi


"Bukan begitu pak nanti saya saja yang izin sendiri dengan pak Rahmat atasan saya" jelas Shela dan diangguki Fahmi


"Bapak sarapan saja dulu,maaf saya tidak bisa menemani bapak karena perut saya mual pak" ucap Shela dan diangguki Fahmi


Saat menyantap sarapan nya Fahmi merasa tidak tega meninggalkan Shela sendiri di rumah tapi pagi ini dia harus menyerahkan berkas keuangan bulan lalu dan sedikit menjelaskan pengeluaran pada Mr.Pieter dan ini sangat penting.


Fahmi melirik jam di dinding sudah pukul tujuh seperti nya dia harus berangkat agar tidak macet.

__ADS_1


Fahmi melirik ke arah kamar Shela yang masih tertutup dia berjalan pelan dan mengetuk nya.


"tok...tok..."


"Shel boleh saya masuk?"tanya Fahmi,Shela tidak menjawab tapi dia segera membuka pintu nya.


"Kenapa pak?"


"Saya hanya khawatir dengan kondisi kamu Shel,apa saya bisa ke kantor?"


"Ya pak,bapak pergi saja saya tidak apa-apa nanti juga baikan,hanya mual sedikit saja maklum untuk awal kehamilan memang begini" jelas Shela


Fahmi mengelus lembut perut Shela yang masih datar dan tersenyum kecil.


Selepas kepergian Fahmi Shela langsung menutup pintu rumah nya dan kembali berlari ke kamar mandi perut nya benar-benar mual kali ini padahal ini sudah mau masuk jalan ke tiga bulan tapi sepertinya Shela mulai mabuk.


Awal-awal kehamilan nya dia tak merasa kan seperti ini tapi kenapa makin ke sini makin mual pikir Shela.


****


"Pagi pak Fahmi" sapa Diah rekan kerja nya


"Pagi bu Diah"

__ADS_1


"Apa kabar bu Carla pak?" tanya Diah basa-basi karena mereka berjalan beriringan menuju lift ke lantai 10 tempat Fahmi bekerja.


"Baik buk,dia sedang menikmati liburan nya di Singapura"jawab Fahmi


"Bukan nya bu Carla sedang hamil?"


"Iya,tapi dia ingin belanja di sana bu, maklum lah keinginan ibu hamil" jawab Fahmi sedikit tersenyum


"Iya pak Fahmi ibu hamil itu harus selalu bahagia, apalagi jika sedang mengidam para suami harus siaga kalau tidak nanti ileran loe anak nya" ucap Bu Diah membuat Fahmi terdetak hati nya Shela sedang hamil tapi kenapa dia tidak mengidam seperti Shela? apa Shela memendam nya sendiri pikir Fahmi


"Apa semua ibu hamil akan mengidam bu?" tanya Fahmi mulai serius


"Seperti nya iya pak,dulu awal kehamilan saya malah ingin tidur di keloni suami terus kalau suami jauh malah nggak bisa tidur" jawab Bu diah sedikit terkekeh


"Makan nya suka yang asem-asem pak soalnya sering mual" lanjut bu Diah membuat Fahmi menghela nafas panjang


"Kalau makan yang asem-asem mual nya hilang?" tanya Fahmi lagi


"Iya pak,tapi itu untuk awal kehamilan saja kalau udah gede kaya bu Carla udah pasti lahap makan nya bisa sampai kalap...hahaha" terdengar gelak tawa bu Diah di dalam lift


"Saya duluan pak Fahmi" ucap Bu Diah membuyarkan lamunan Fahmi yang mengingat Shela muntah dari pagi tadi


"Iya bu" sahut Fahmi.

__ADS_1


__ADS_2