Terjebak Cinta Om Duda

Terjebak Cinta Om Duda
Turki


__ADS_3

"Tolong dong sayang,aku masih banyak pekerjaan penting,ini juga untuk hubungan kita nanti kan"ujar Rendy mencoba menjelaskan pada Bianca


"Iya kalau sudah selesai aku langsung menyusul ke sana atau kalau tidak kamu yang pulang nanti sayang"


"Nggak bisa begitu Bi,aku sayang sama kamu tapi aku benar-benar sedang ada pekerjaan yang tidak bisa di tinggal"


"Bi....hallo sayang,Bianca.....!!" panggil Rendy karena Bianca memutuskan sepihak telpon nya.


"Ck...... selalu saja egois" gumam Rendy menutup ponselnya sambil memijat kepala nya pelan, hubungan nya dan Bianca makin hari makin menjauh bahkan hampir setiap kali bertelepon hanya pertengkaran yang terjadi.


"Kamu boleh meninggalkan kan ku nanti di sana mas"ujar Carla tiba-tiba membuat Rendy menyipitkan matanya tak mengerti.


"Maksud mu?"


"Iya nanti di tinggal saja mas, aku bisa sendiri di sana mas kamu boleh temui Bianca,jika sudah selesai kita bertemu di Bandara Jakarta saja tidak usah ke Turki nanti kamu lelah"


"Kamu gila La,kamu sedang hamil tidak mungkin aku membiarkan kamu sendirian di Turki,kamu kira Turki itu Jakarta! kamu belum tau orang-orang di sana,jangan aneh-aneh deh!!" tegas Rendy

__ADS_1


"Bukan nya kamu nanti nya akan meninggalkan ku juga sendiri mas jadi tidak ada masalah bukan! aku bisa sendiri mas kamu temui saja Bianca tenang kan dia dulu,aku tau bagaimana kecewa nya Bianca jika tau kamu sudah menikah dengan ku mas"ucap Carla


"Tapi La-"


"Mas, percaya aku bisa sendiri,jangan khawatir kan aku"potong Carla mendekat pada Rendy dan memegang bahu nya


"Lihat saja nanti la sekarang aku tidak bisa memutuskan nya" jawab Rendy karena jujur dia tidak tega membiarkan Carla sendiri di Turki sementara dia pergi menemui Bianca tapi benar yang di katakan Carla jika Bianca tau dia akan kecewa pada Rendy.


****


"Mana aku tau mas,aku juga tidak bisa memutuskan apapun saat ini,yang jelas kini aku hanya bisa memberikan dukungan pada ayah agar dia bisa memutuskan segala sesuatu nya tanpa ragu"jawab Nia


"Tapi aku harus cari tau kebenaran nya mas,aku harus cari Carla jika memang Carla meninggal kan mama nya hanya karena ingin tinggal dengan suami baru nya berarti Carla benar-benar durhaka"lanjut Nia


"Kamu mau cari di mana sayang?"


"Nanti aku akan cari tau mas, semoga saja Carla cepat menghubungi ku karena aku sudah meninggal kan kartu nama dengan nya" jawab Nia dan di anggukki Ben pelan.

__ADS_1


****


"Sudah semua pakaian nya sayang, vitamin nya juga jangan lupa persiapan yang lain, selimut dan jaket nya mana tau dingin"


"Iya ma"


"Nanti jangan lupa hubungi mama kalau sampai di sana ya,Vc biar mama tau tempat nya,mana tau mama ikut nyusul ke sana kalau bagus" ujar mama Rendy membuat Carla menatap Rendy seketika bagaimana jika yang di katakan sang mertua benar, bisa gagal rencana Rendy menyusul Bianca.


"Mama di Jakarta saja jangan mengganggu bulan madu kami"


"Gimana mau ganggu orang juga sudah ada benih nya kok,jangan terlalu capek ya La,di sana buat liburan menenangkan pikiran agar fresh bukan tempat buat anak lagi!" ujar mama Rendy membuat Carla terdiam sedangkan Rendy menggeleng pelan mendengar ucapan sang mama yang frontal.


"Ren,kamu harus jadi suami siaga,jangan meninggalkan Carla karena terkadang ibu Hamil itu banyak mau nya kalau malam hari,jadi kamu harus siap 24 jam" ingat mama nya dan di anggukki Rendy patuh, membantah pun percuma pikir Rendy karena itu dia tau sifat mama nya.


"Kalau ada apa-apa hubungi mama cepat ya sayang,jaga cucu mama baik-baik"


"Iya ma" jawab Carla pelan

__ADS_1


__ADS_2