
Nia terlihat cemberut saat keluar dari kamar mandi,tadi nya Om Ben hanya meminta satu ronde tapi saat sudah sama-sama telanjang justru om Ben minta dua ronde,kalau saja Nia tidak mengeluh pasti suaminya itu mau menambah satu kali lagi, meskipun bermain pelan tetap saja Nia lelah, apalagi permainan kali ini di kamar mandi.
"Jangan cemberut gitu sayang, dosa lo"
"Kamu kebiasaan deh mas kalau bercinta nggak cukup sekali,aku juga lapar mau makan, nggak kasian anak kamu apa" omel Nia
"Maaf sayang,habis nya enak jadi nya kebablasan" jawab Om Ben dengan cengiran nya
"Seperti nya kamu harus di jatah deh biar nggak main suka-suka"
"Jangan sayang,mana bisa pake jatah-jatahan kalau aku lagi pengen ya langsung" tolak Om Ben cepat
"Aku pesan gofood aja ya sayang, kamu mau apa?" bujuk om Ben
"Bubur ayam aja, cukup satu mangkok mas jangan di borong semua seperti kemarin" ingat Nia membuat om Ben tertawa kecil.
****
"Kamu sudah belanja peralatan bayi La?" tanya mama Dina
"Belum ma,nanti saat ke Singapura saja biar bisa pilih yang bagus-bagus"jawab Carla
__ADS_1
"Kata ayah, Nia sudah hamil loe La,jangan sampai dia memamerkan belanjaan nya duluan,harus kamu yang belanja barang-barang branded yang pertama jadi dia nggak bisa niru kamu La"
"Nia beneran hamil ma?"tanya Carla penasaran
"Iya,ayah bilang Minggu ini dia akan mengunjungi Nia"
"Mama ikut?" tanya Carla
"Menurut kamu bagaimana La,apa mama harus ikut sebenarnya mama males tapi mama penasaran juga bagaimana kehidupan Nia setelah menikah apa suaminya benar-benar baik, secara kan duda tu La,mana tau saja dulu bercerai karena KDRT atau apa lah kita kan nggak pernah tau"
"Iya sih ma, tapi kata ayah dia bos ayah"
"Biar pun bos kan juga manusia La,mana tau menikah dengan Nia hidup mereka tak seindah yang kita kira" ucap mama Dina lagi dan diangguki Carla setuju karena rumah tangga dia dan Fahmi saja hampir tiap hari ribut tidak mungkin rumah tangga Nia berjalan lancar-lancar saja,bisa jadi Om Ben orang yang temperamental secara dia merasa kaya dan bos besar.
Ibu dan anak ini terlihat tersenyum licik.
***
"Lihat apa mas?"Tanya Nia yang melihat sang suami asik berselancar di ponsel nya
"Ini loe sayang baju bayi lucu-lucu sama gendongan kodok nya" tunjuk om Ben pada ponsel nya
__ADS_1
"Beli yuk?" ajak nya
"Mas belum boleh,pamali loe beli peralatan bayi kalau belum 6-7 bulan"
"Aturan dari mana itu?"
"Iya mas,kata ibu ku dulu nggak boleh beli yang begituan kalau belum genap enam atau tujuh bulan kalau nggak percaya tanya mama Indah deh, pasti kamu di ceramahin"
"Jadi kapan belanja nya sayang?"
"Tunggu gede mas, nggak sabar amat sih"
"Ya iya lah nggak sabar namanya juga anak pertama sayang,kalau bisa langsung lahir aja"
"Kucing aja butuh waktu dua bulan lebih mas untuk hamil,ayam ada proses bertelur dan mengeram nah aku manusia masa langsung brojol"
"Kalau bisa sayang"
"Sayang nya aku bukan jin mas,kenapa nggak nikah sama titisan Suzanna saja dulu yang pas hamil paku nya di cabut biar bisa langsung melahirkan kan nggak capek-capek ngidam"
"Husf.... sembarang kamu sayang" ucap Om Ben mencium pipi Nia
__ADS_1
"Sejak hamil makin bawel ya kamu,mau lagi"ujar Om Ben meremas squisy yang tak memakai dalaman itu,om Ben memang melarang Nia untuk memakai Bra malam hari dengan alasan untuk kesehatan.
"Mas udah ah, nggak ada capek nya" rengek Nia membuat om Ben tertawa geli