
"Kalau kamu masih perih istirahat saja sayang,biar aku saja yang pergi" ujar om Ben
"Tidak apa-apa mas?" tanya Nia memastikan dia takut jika om Ben malah kecewa
Om Ben mengecup bibir Nia sekilas dan tersenyum kecil.
"Terimakasih sudah mau menahan sakit demi aku" ujar Om Ben membuat Nia malu
"Bukan kah itu pahala untuk seorang istri?"
"Benar!! seperti nya kamu harus lebih banyak belajar lagi sayang agar pahalanya lebih banyak lagi "goda om Ben
"Itu sih mau nya kamu" Jawab Nia memanyunkan bibirnya.
"Aku berangkat ya,nanti sebelum makan siang aku pulang,habiskan sarapan nya" ujar Om Ben pada Nia lalu segera pergi.
Nia mengambil ponselnya dia ingin membuka google untuk mencari tau tentang keharmonisan rumah tangga karena dia harus belajar banyak tentang itu.
***
Om Ben tak menyangka kalau Fahmi adalah perwakilan dari perusahaan Mr.Pieter,dia menatap sinis pada Fahmi yang terlihat gugup.
"Jadi kau bawahan Mr.Pieter?" tanya Om Ben ketus dan di anggukki oleh Fahmi
__ADS_1
"Aku bisa saja membatalkan kerja sama ini karena tidak suka melihat wajah mu,tapi aku masih memiliki hati untuk tidak menghilangkan pekerjaan seseorang tapi jika kau masih mengganggu istri ku aku tidak akan segan-segan membuat mu kehilangan pekerjaan bahkan bisa menjadi gembel di luar sana" ujar Om Ben membuat Fahmi menelan saliva nya susah payah karena memang itu bisa terjadi jika om Ben membatalkan kerja sama ini hanya karena dirinya.
Om Ben memandang lurus ke arah depan, resort yang akan dia bangun kali ini di peruntukkan nya untuk hadiah pernikahan pada Nia perempuan spesial untuk nya.
***
"Ayo di makan bubur nya la,nanti kamu malah tidak ada tenaga" ujar mama Dina
"Ma,kenapa mas Fahmi sampai sekarang tidak menghubungi ku ya,apa dia tidak sayang lagi pada ku lagi ma" ujar Carla pelan
"Sayang Fahmi sedang bekerja, tidak usah berpikir macam-macam"
"Tapi dia saat ini sangat cuek ma,aku bingung" rengek Carla
***
Om Ben melirik jam tangannya sudah pukul 11:30 wib, sebentar lagi jam makan siang,dia harus kembali ke hotel,baru saja pergi beberapa jam dia sudah merindukan sang istri, perasaan om Ben saat ini dia kembali ke masa ABG tak ingin jauh dari Nia.
Dengan senyum berbunga-bunga dia segera kembali ke hotel sedangkan Fahmi merasa sangat cemburu melihat perhatian Om Ben pada Nia,kenapa dia sangat bodoh sekali dulu. lebih memilih Carla dari pada Nia yang jelas-jelas perempuan baik dan lembut.
Om Ben masuk kedalam kamar hotel untuk mencari sang istri rupanya Nia tertidur pulas di atas ranjang.
"Sayang...." bisik Om Ben ,dia ikut bergabung di atas ranjang bersama sang istri.
__ADS_1
"Nia sayang" panggil om Ben sambil memegang tangan Nia supaya bangun mungkin saja Nia lelah karena semalam dan tadi pagi.
Om Ben merapat kan tubuh nya dan mencium wangi tubuh Nia membuat gairahnya bangkit,Nia benar-benar membuat nya gila mencium aroma tubuh nya saja bisa membuat Om Ben pusing.
"Sayang,bangun" panggil Om Ben dengan suara serak nya menahan gairah.
Nia membuka matanya perlahan tapi karena masih mengantuk dia menutup nya kembali,Om Ben mengarahkan tubuh Nia pada dirinya dan menenggelamkan wajahnya di dada Nia sambil mengdusel pelan membuat Nia geli.
"Eghh....."Nia menggeliat kecil ketika wajah Om Ben berada tepat di benda kenyal nya.
"Geli mas" ujar Nia pelan,tapi mata nya masih tertutup
"Ayo bangun sayang,aku pengen" ujar Om Ben
"Tadi pagi kan sudah mas,ini masih perih loe"
"Kata nya mau cari pahala,kalau sering di masukin lama-lama nggak bakalan sakit kok sayang, justru nanti kamu yang keenakan dan malah pengen minta" bujuk Om Ben yang dengan lihai nya sudah memasukan tangan nya di dalam dress Nia,dia mencari pengait bra untuk segera di eksekusi.
Om Ben meremas squisy kesukaan nya itu.
"Owww....pelan mas,sakit" ringis Nia
"Habis nya aku gemes sayang,pengen *****,buka!" pinta Om Ben melepaskan dress yang di kenakan Nia membuat tubuh Perempuan itu langsung polos dan hanya mengenakan dalaman saja,Om Ben langsung melahap habis benda yang menggantung itu, benda yang membuat nya menggila dari tadi, memikirkan nya saja membuat om Ben ingin cepat-cepat bertemu Nia, ukuran Milik Nia jauh lebih besar dan padat dari pada Milik Ambar padahal tubuh Nia tak begitu berisi bisa di bilang langsing tapi buah kates milik nya lumayan padat,Om Ben yang baru melihat nya semalam saja sudah di buat tak bisa tenang seharian apalagi Nia perawan membuat Om Ben merasa beruntung bisa menikahi perempuan polos seperti Nia.
__ADS_1