
"Mbak Vita" ujar Shela gugup
"Kok Pak Fahmi juga ada di sini?" tanya Vita yang siang ini memang izin karena ingin membelikan makan siang untuk anak nya di restoran yang ada di dalam Mall.
"Itu m-bak.... Pak Fahmi sedang meminta bantuan saya memilih buah" jawab Shela
"Iya Vit,saya ingin menjenguk mama saya yang sedang tidak enak badan dan kebetulan bertemu Shela di sini, sekalian minta tolong deh" jawab Fahmi membuat Vita mengerutkan keningnya.
"Iya mbak, saya kebetulan lagi belanja bulanan juga"
"Suami kamu mana?"
"Dia sedang di luar kota" jawab Shela cepat
"Shel,sini deh aku mau bicara sebentar" ujar Vita menarik tangan Shela menjauh dari Fahmi membuat Shela gugup.
"Kenapa mbak?" tanya Shela khawatir kalau Vita tak percaya dengan nya.
"Kemarin mbak mu Dea minjem duit sama mbak katanya buat berobat mas Heru, memang nya mas Heru mu sakit apa Shel?" tanya Vita pula
"Nggak tau mbak,setau aku sehat-sehat saja,mbak Dea juga nggak ada cerita atau hubungi aku mbak" ucap Shela
__ADS_1
"Coba deh pulang nanti kamu tanyain sama mbak mu sakit apa suaminya, kasihan mbak mu itu Shel selalu saja menyusahkan Heru itu" kesal Vita dan diangguki Shela pelan
"Ya udah mbak mau antar makanan anak mbak dulu, nanti mau pulang ke kantor lagi,kamu masih libur kan hari ini?"
"Iya mbak tapi besok sudah masuk lagi kok" j
"Ya sudah kalau gitu,mbak duluan, bilangin juga sama Pak Fahmi mbak duluan, titip salam sama mama nya semoga cepat sembuh" ujar Vita mengelus lengan Shela lalu pamit
Shela berjalan pelan mendekati Fahmi kembali,dada nya sedikit berdegup kencang karena takut jika ada yang melihat mereka lagi.
"Mas,pulang yuk"ajak Shela
"Kenapa? kamu nggak nyaman jalan sama aku?"
"Dari karyawan magang bisa jadi karyawan tetap dan bisa jadi manager seperti aku nanti nya.Tidak boleh pesimis apalagi kamu pintar" puji Fahmi
"Tapi aku takut mas kalau kita keliaran begini" ucap Shela jujur,dia bukan saja takut pada teman kantor nya tapi juga takut jika ada teman Fahmi yang melihat mereka justru akan menduga kalau Fahmi selingkuh dari Carla, meskipun itu benar Shela tidak mau di sebut pelakor.
"Ya sudah cepetan belanja nya aku tunggu kamu di sudut sana,nanti kalau sudah selesai panggil aku ya" tunjuk Fahmi pada kursi tunggu yang di ujung kasir dan diangguki Shela patuh.
Fahmi membiarkan Shela untuk lebih leluasa memilih apa saja yang akan dia beli untuk kebutuhan rumah mereka.
__ADS_1
Puas berbelanja Shela memanggil Fahmi.
"Mas,,,sini" pekik nya dan Fahmi mendekat pada Shela
"Sudah?"
"Sudah,tapi tadi aku ambil snack mas sama kopi saset untuk kamu mas" lapor Shela
"Kok cuma buat aku,buat kamu?"
"Ada tapi coklat mas" jawab Shela sambil tersenyum memamerkan gigi nya.
"Ntar malah sakit gigi sayang"
"Sesekali mas,aku lagi kepengen banget"
"Ya udah nggak papa tapi jangan sering-sering makan manis kamu nya udah manis nanti aku malah diabetes lihat nya" goda Fahmi membuat Shela tersenyum malu
Fahmi mendorong troli ke arah kasir dan meletakkan semua barang belanjaan nya lalu membayar nya.
Mereka berjalan beriringan ke arah parkiran mobil dengan Shela menggandeng tangan Fahmi sambil tersenyum manis.
__ADS_1
Tanpa mereka sadari ada mata yang sedang mengawasi mereka.