Terjebak Cinta Om Duda

Terjebak Cinta Om Duda
hutang penjelasan


__ADS_3

Brugk.....


Nia menabrak seseorang saat mereka keluar toko karena sibuk bercanda dengan om Ben


"Maaf" ujar Nia cepat


"Apa kamu tidak punya mata" kesal Ambar


"Mbak Ambar!"


"Ambar" ujar Om Ben sambil merangkul pinggang sang istri karena tadi Nia hampir terjatuh.


"Ternyata kalian" kesal Ambar


"Kamu tidak apa-apa sayang?" tanya om Ben dan di jawab gelengan oleh Nia


Ambar melirik barang bawaan Nia dari toko yang sering dia kunjungi dulu bersama Ben tiba-tiba rasa cemburu menyeruak di diri Ambar karena posisinya kini digantikan oleh Nia.


"Ck...jadi kamu membawa istri mu ini ke toko kesukaan kita dulu mas" ucap Ambar tiba-tiba

__ADS_1


Deg


Dada Nia terasa sesak mendengar ucapan Ambar,apa benar itu toko kesukaan Ambar dan Om Ben?


"Apa maksud mu?" tanya Om Ben tidak suka pada Ambar


"Jujur saja mas kalau kau belum move on dari ku, hingga sampai toko kesukaan ku juga kau tunjukkan pada dia agar dia bisa menjadi aku"ucap Ambar dengan Pede nya.


Nia menatap om Ben dengan tatapan membunuh dia ingin penjelasan dari suaminya ini,tapi Om Ben mencoba tidak terprovokasi dengan ucapan Ambar justru Om Ben mengeratkan rangkulan nya dan hendak membawa Nia pergi agar tak terjadi keributan.


"Apa warna lingerie nya juga merah mas?" tanya Ambar saat mereka hendak pergi membuat Nia merasa sangat terganggu.


"Jika mas Ben tidak mampu move on dari mu tidak mungkin dia mampu meniduri ku" ucap Nia hingga membuat Ambar terdiam dia tak menyangka Nia mampu menjawab ucapan nya.


" Jangan bangga di tiduri karena kamu tidak akan bisa mendapatkan hatinya" ujar Ambar membuat Nia semakin terbakar


Nia menghela nafas berat menatap tajam wajah Ambar yang menebarkan bendera perang pada nya,Nia tak pernah merasa semarah ini bahkan saat tau Carla hamil oleh Fahmi pun Nia masih berusaha tenang tidak seperti saat ini hati nya menggebu-gebu ingin menampar Ambar yang berani mengusik rumah tangga nya tapi Nia masih memiliki sadar kalau ini Mall siapa saja bisa merekam kemarahan nya yang membuat dirinya malu sendiri nanti.


"Siapa bilang aku belum mendapatkan hatinya bahkan dirinya pun sepenuhnya sudah dia berikan untuk ku,kamu hanya kepingan masa lalu yang tak akan bisa bersatu lagi, ibarat kaca yang sudah pecah tak akan bisa utuh kembali meski sekalipun di lem rapi tetap akan terlihat tidak serasi jadi bagaimana pun kamu mengagumi suamiku dia tak akan pernah berpaling dan kembali pada masa lalu nya " tegas Nia membuat Om Ben menarik bibir nya tipis dia tak menyangka sang istri bisa mengangkat derajat nya di hadapan sang mantan.

__ADS_1


"Sayang,sudah jangan di ladeni lagi dia hanya gagal move on dari ku" ucap Om Ben menarik tangan Nia


"Untuk kamu, terimakasih sudah menorehkan luka hingga aku sadar kalau masih ada perempuan baik dan setia seperti Nia" ujar Om Ben membuat Ambar terdiam membeku.


"Sebentar mas masih ada yang harus aku pertegas dengan nya" ujar Nia melepaskan genggaman tangan Om Ben dan berbalik arah pad Ambar yang masih terdiam


"Untuk toko nya bukan mas Ben yang minta tapi ini juga toko kesukaan ku, serta warna lingerie nya aku yang pilih untuk hadiah malam nanti untuk suamiku" bisik Nia pada Ambar hingga Ambar mengepalkan tangannya melihat Nia yang tersenyum mengejek lalu pergi.


"Bicara apa?" tanya om Ben penasaran


"Kepo??? urusan perempuan" jawab Nia membuat Om Ben memeluk pinggang Nia erat


"Kamu masih punya hutang penjelasan pada ku mas" ujar Nia menatap sang suami tajam membuat Om Ben menelan saliva nya sedikit susah.


****


Lagi nggak mood nulis kak, karena pembaca banyak tapi yang like sedikit...


jangan pelit like kak🙏

__ADS_1


__ADS_2