
"Bagaimana dok?" tanya ayah Bahtiar setelah dokter keluar dari ruangan operasi.
"Operasi nya berjalan lancar, pasien banyak kehilangan darah dan saat ini masih dalam keadaan kritis, untuk bayi nya aki-laki dan harus di rawat secara intensif dulu karena prematur" jelas sang dokter
"Astaghfirullah Carla, kasian sekali kamu nak"
"Yang sabar ya pak,di bantu do'a nya terus agar pasien cepat melewati masa kritisnya, tidak ada yang tidak mungkin jika Tuhan berkehendak"ujar sang dokter lagi
"Iya dok" jawab ayah Bahtiar lemah
Nia hanya terdiam memikirkan apa dia harus menghubungi Rendy dengan keadaan Carla seperti ini,atau dia memberitahu Pieter karena itu anak nya? semua serba salah membuat kepala nya pusing.
Ben hanya terdiam mungkin istinya ini tidak mau mengingkari janji pada Carla.
****
"Mama" gumam Rendy melihat mama nya yang sedang makan di dapur.
"Sudah pulang Ren?"
__ADS_1
"Iy-a,mama ka-pan datang? kenapa tidak mengabari ku terlebih dahulu,aku kan bisa menjemput mama di Bandara" ucap Rendy gugup
"Baru saja,mama tidak mau merepotkan kamu,mama tau jamu banyak pekerjaan"jawab mama Veni tenang
"Tapi aku tidak merasa di repot kan ma,lain kali kalau ke Jakarta hubungi aku dulu ma"
"Mama bukan anak kecil Ren yang harus di antar jemput! mama bisa sendiri,Ayo makan bibi masak banyak hari ini" ajak mama Veni
"Aku tidak lapar ma,aku naik dulu ada yang harus aku kerjakan" ujar Rendy segera pergi dia bingung bagaimana cara menjelaskan pada mama nya tentang Carla yang tidak ada di rumah.
Rendy mengunci pintu kamar nya lalu menghela nafas berat.
"Kenapa mama tiba-tiba datang? apa dia sudah tau Carla tidak ada di rumah,apa mama sudah bertanya pada Bibi tapi kenapa mama terlihat tenang" gumam Rendy bingung dengan sikap mama nya saat ini,bukan nya dia sangat menyayangi Carla,jika memang sudah tau Carla tidak ada kenapa sikap nya biasa-biasa saja.
"Siapa" ujar nya bermonolog sendiri
"Hallo"
"Rendy..... datang ke rumah sakit harapan bunda sekarang jika kamu ingin bertemu dengan Carla" ujar Nia membuat Rendy terkejut.
__ADS_1
"Hallo,kamu masih di situ Ren?"
"Iy-a,,iya mbak"
"Tolong datang sekarang juga ya" ucap Nia lagi lalu menutup ponselnya
Rendy segera bangkit dan keluar dari kamar nya.
"Mau kemana lagi Ren?" tanya mama nya
"Ada urusan sebentar ma" sahut Rendy sambil berjalan cepat.
"Kenapa Carla di rumah sakit,ada apa?" batin Rendy mulai tidak enak.
***
"Mas, semoga tindakan ku ini benar ya"ujar Nia menatap sang suami.
"Iya sayang, semoga semua nya baik-baik saja dan Carla cepat sadar"sahut Ben dan di anggukki Nia pelan
__ADS_1
Nia berpikir seperti nya benar ucapan sang suami,Carla dan Rendy saling mencintai tidak ada salah nya mereka bertemu terlebih dahulu untuk membicarakan dari hati ke hati jika memang tidak bisa bersama berpisah dengan keadaan baik-baik,lagi pula status Carla masih menjadi istri sah Rendy dan Rendy lah yang berhak memutuskan semua nya meskipun itu bukan anak nya pikir Nia.
Nia menghela nafas panjang semoga Carla bisa segera sadar dan pulih kembali.