Terjebak Cinta Om Duda

Terjebak Cinta Om Duda
Sah


__ADS_3

"Saya nikahkan dan kawinkan engkau dengan keponakan saya Carla Widiana dengan Mas kawin uang senilai 50 juta dibayar tunai" ucap Paman Carla, Fahmi seraya menjabat tangan paman Carla.


Karena ayah kandung Carla sudah tiada jadi adik ayah nya yang menjadi wali.


"Saya terima Nikah dan Kawinnya Carla Widiana binti Alm Bapak Widianto dengan mas kawin tersebut tunai" jawab Fahmi


"Bagaimana para saksi ? sah" tanya penghulu kepada para saksi, para saksi pun melirik satu sama lain lalu berucap bersamaan "sah..." mereka pun mengucap "Hamdallah" dan tepuk tangan pun menggema di ruangan ini


Mas kawin yang seharusnya menjadi milik Nia kini justru jatuh pada adik tirinya membuat Nia menitikkan air mata nya dan secepat kilat dia hapus takut ada yang melihat, Mungkin ini yang di katakan orang-orang sakit tapi tak berdarah.


Hiasan yang sudah dia pilih sendiri untuk pesta pernikahan nya kini menjadi milik adik tiri nya,pupus sudah harapan Nia untuk bersanding menjadi mempelai.


Mempelai berdiri di atas pelaminan menyambut para tamu yang ingin memberikan ucapan kepada pengantin


"Wah.. cantik banget si kamu La" goda Adis. sahabat Carla mereka pun saling berpelukan

__ADS_1


"Makasih ya Dis" ucap Carla dengan penuh rasa bahagia


Terlihat jelas wajah bahagia dari Carla sedangkan Fahmi masih terlihat kaku saat sesekali bertatap muka dengan Nia tapi Nia mencoba menetralkan detak jantung nya.


"Selamat ya Bro" ujar teman Fahmi memberikan selamat


Teman-teman Fahmi tau kalau Fahmi berpacaran Nia secara sudah empat tahun mereka bersama dan sekarang justru Nia hanya menjaga jodoh orang tapi mereka tidak ingin ikut campur terlalu dalam.


"Mau bulan madu ke mana Bro?" goda teman Fahmi yang lain


Setelah selesai dengan acara resepsi dua keluarga ini melanjutkan dengan acara makan malam keluarga inti hanya ada kedua mempelai dan keluarga dari Fahmi serta Carla sedangkan Nia memilih untuk tidak ikut bergabung.


"Akhirnya, semua berjalan dengan lancar" Ucap Rendra Ayah Fahmi kepada pak Bahtiar.


"Saya pun merasa lega sekali, karena sekarang Carla sudah ada yang menjaganya, semoga Nak Fahmi bisa menjadi suami yang bisa membimbing Carla lebih baik lagi" harap pak Bahtiar

__ADS_1


"Iya pak besan,Carla ini sedikit manja jadi untuk sementara waktu ini biarkan mereka tinggal di sini dulu ya,saya harus mengajar kan pada Carla Bagaimana cara melayani suami dengan baik maklum lah anak sekarang terlalu sibuk dengan dunia nya hingga lupa dengan tugas nya sebagai istri " sahut mama Carla


"Terserah ibu saja kami menurut"


"Nak Fahmi bagaimana apa keberatan?" tanya mama Carla membuat Fahmi sedikit gugup memang awalnya dia meminta pada Carla untuk langsung pindah dengan alasan supaya mandiri tapi kini justru sang mertua menjerat nya di rumah ini, sudah pasti dia akan bertemu Nia tiap hari apa dia bisa??


"Mas" panggil Carla


"I-ya"


"Mama nanya mas?"


"Iya bu,eh ma tidak keberatan" sahut Fahmi gugup


"Bagus lah kalau begitu mama bisa tenang, untuk sementara waktu ini mama yang akan membantu Carla menyiapkan sarapan dan keperluan lain nya kamu tau sendiri kan Carla hamil muda akan kesulitan nanti nya" jelas mama Carla lagi

__ADS_1


"Terserah mama saja" jawab Fahmi meneruskan makan malam mereka dan sesekali Fahmi kiri kanan dia masih berharap bisa melihat Nia tapi nihil Nia sudah memilih pulang duluan.


__ADS_2