
Setelah membersihkan diri nya pembantu itu membuka sprei yang sudah penuh dengan muntahan Carla,dia membawa nya ke dapur dan waktu itu di pergunakan Carla untuk membuka borgol nya,dia mengambil ponselnya yang di letakkan oleh Pieter di nakas lalu segera menghidupi nya,banyak pesan masuk dan juga telpon tapi bukan itu yang menjadi tujuan utama Carla saat ini,dia ingin menghubungi Fahmi untuk meminta bantuan.
"Hallo mas,bantu aku mas,mas Fahmi" ujar Carla tapi ponsel di matikan oleh Fahmi.
"Siapa mas?"tanya Shela yang melihat Fahmi menyembunyikan kembali ponsel nya di saku
"Orang salah sambung sayang,ayo cepat ke rumah sakit kata nya perut kamu sudah sakit sayang, nanti malah melahirkan di sini,aku yang kebingungan" ucap Fahmi dan di anggukki Shela,ya dari pagi tadi Shela mengalami kontraksi tapi masih dua tahan sore ini sudah tidak bisa tertahan lagi.
Fahmi menuntun Shela ke dalam mobil
"Tunggu sebentar ya sayang,aku ambil barang-barang nya dulu,kamu masih bisa tahan kan?"tanya Fahmi
"Iya mas, cepetan"
"Iya,sabar ya"
Carla mencoba menghubungi Fahmi kembali tapi tidak bisa,Fahmi langsung memblokir nomor telepon Carla karena memang dia tidak mau berurusan lagi dengan perempuan itu.
"Mas,kenapa tidak bisa di hubungi sih" kesal Carla lalu keluar dari kamar nya perlahan, mungkin pembantu nya sedang sibuk dengan cucian kotor membuat Carla bisa leluasa untuk kabur.
Dengan kondisi tubuh yang sudah sangat lemah Carla berjalan keluar.
Carla menyetop taksi lalu segera masuk.
__ADS_1
"Pak ke kost Garuda ya"
"Iya Bu"sahut sang sopir taksi, hanya Kostan mama nya yang Carla ingat saat ini.
Tubuh nya mengurus dan benar-benar memprihatinkan saat ini, hampir satu bulan dia di sekap Pieter dan di siksa tanpa ampun bahkan sering tak di berikan makan membuat Carla benar-benar tersiksa lahir batin.
Sesampainya di kost supir taksi memanggil Carla tapi Carla hanya diam saja.
"Bu..sudah sampai" ucap nya Carla tidak juga menyahut membuat supir taksi tersebut penasaran dan menggoyangkan lengan Carla tapi justru Carla terjatuh.
"Astaga,mati" pekik nya
"Tolong.. tolong"suara teriakan mengundang kedatangan penghuni kost bahkan mama Dina pun ikut keluar dari kamar nya padahal dia sedang bersembunyi dari pemilik kost
"Ini mas tadi perempuan ini naik taksi saya tapi sesampainya di sini dia malah begini"
Lelaki itu memegang pergelangan tangan Carla dan masih ada denyut nadi.
"Masih hidup, hanya pingsan mungkin lemah"
"Kondisi nya juga seperti habis di siksa" bisik salah satu penghuni kost lain nya.
"Bawa ke rumah sakit saja pak"
__ADS_1
"Tapi-"
"Bawa saja pak kasihan"
"Iya pak"
"Untuk kali ini saya bantu bayar taksi nya tapi setelah itu saya tidak tau lagi, mungkin ada keluarga nya di sini?" tanya lelaki itu dan di jawab gelengan oleh yang lain,mama Dina ikut mendekat karena sangat ramai saat melihat perempuan tergeletak di taksi membuat nya menjerit histeris.
"Carla....!!!"
"Carla kenapa kamu nak? siapa yang membuat anak saya begini" pekik nya
"Kamu ibu nya,dia pingsan bu harus segera di obati"
"Kenapa hanya kalian lihatin saja, bantu! di mana hati nurani kalian"marah mama Dina
"Siapa yang bertanggung jawab nanti nya bu?"tanya salah satu penghuni kost
"Suaminya kaya raya kalian tentang saja tidak akan memakai uang kalian,jangan ksn biaya rumah sakit, sekalian dengan rumah sakit nya bisa dia beli, ayo bantu" jawab mama Dina sombong
"Masuk bu biar langsung di bawa ke rumah sakit" ujar supir taksi
Mama Dina segera masuk dia menangis melihat Carla yang terbaring pingsan tidak berdaya,apa yang terjadi pada anak perempuan nya ini.
__ADS_1