
Fahmi duduk di sofa ruang tamu sambil menghisap rokok nya,tak terpikir lagi oleh nya tentang Carla yang ada dalam pikiran nya hanya bagaimana membuat Heru jera dengan memasukkan nya ke penjara tapi Shela malah memikirkan nasib kakak nya,banyak hal yang tidak Fahmi ketahui tentang Shela.
"Hiks....hiks...." Shela mengisak pelan di dalam kamar, setelah menemani Fahmi makan dia justru langsung masuk ke dalam kamarnya menangis.
"Shela" gumam Fahmi saat mendengar isakan dari kamar Shela,Fahmi segera bangkit dan masuk kedalam kamar tersebut tanpa izin lagi.
"Shela,kenapa menangis?" tanya Fahmi memeluk tubuh Shela
"Pak,saya takut" ujar Shela,dia trauma dengan kejadian tadi
"Ada saya di sini,sudah jangan takut lagi!Saya pastikan si brengsek itu tidak akan berani datang lagi ke mari" ujar Fahmi mengerat kan pelukan nya,Fahmi juga kasihan melihat Shela yang sangat trauma dengan kejadian tadi.
Sebenarnya tidak ada yang beda dari Fahmi dan Heru sama-sama ingin memperkosa Shela dan sama-sama memiliki istri, hanya saja Fahmi lebih beruntung bisa mendapatkan Shela tanpa babak belur karena Shela belum di miliki siapapun saat itu andai Shela sudah memiliki kekasih mungkin nasib yang sama di alami Heru pada Fahmi.
"Ayo tidur saya akan menemani mu" ucap Fahmi membuat Shela mengalihkan pandangan ke wajah Fahmi
__ADS_1
"Kenapa? kamu tidak mau aku menemani mu?" tanya Fahmi
"Buk-an be-gitu pak tapi-"
"Aku tidak akan macam-macam pada mu,aku hanya ingin menjaga mu saja,ayo tidur" potong Fahmi membuat Shela tak menjawab lagi,dia memejamkan mata nya tak butuh waktu lama Shela tertidur lelap, mungkin dia lelah karena di siksa Heru tadi untung saja kandungan Shela tidak kenapa-kenapa.
Fahmi memandangi wajah Shela yang terlihat tidur pulas seperti bayi,Wajah teduh perempuan ini terlihat jelas bahkan mirip seperti Nia bibir mungil dan tubuh langsing sedikit berisi wajar saja malam itu Fahmi sampai khilaf menganggap Shela adalah Nia karena mereka memiliki bentuk tubuh yang hampir sama jika di lihat-lihat Shela jauh lebih cantik dari Carla apalagi dia muda.
"Astaga, apa-apa an aku" gumam Fahmi yang mulai membandingkan Shela dengan Carla sang istri tua.
Tangan Fahmi mengusap pelan perut Shela,ada darah daging nya bersemayam di sana, meskipun dengan awal yang tidak baik tapi Fahmi tak ingin membuat anak nya menderita.
"Pak.." Shela melenguh pelan saat tangan Fahmi mengusap perut nya, terasa geli dan dia juga wanita normal yang butuh belaian.
"Maaf membangunkan mu" ujar Fahmi hendak menjauh kan tangan nya tapi di tahan oleh Shela.
__ADS_1
"Bapak tidak tidur?" tanya Shela wajah nya dia benamkan di dada Fahmi.Sambil menghirup aroma tubuh sang suami membuat Shela jadi sedikit tenang.
"Shel....jangan begini" ucap Fahmi yang gairah nya mulai bangkit tapi dia tidak mau memaksa Shela.
"Kenapa pak,apa aku terlalu jijik untuk bapak hingga bapak tidak mau bermesraan dengan ku?" tanya Shela memberanikan diri
"Buk-an...bukan begitu tapi-"
"Aku tau bu Carla lebih segalanya dari ku pak,tapi aku istri bapak,aku juga butuh perhatian bapak" isak Shela membuat Fahmi terkejut dengan permintaan istri muda nya ini,bukan Fahmi tak mau menyentuh Shela,Fahmi juga lelaki normal tapi Fahmi takut perkosaan nya tempo hari masih membuat Shela trauma apalagi tadi Heru juga melakukan kekerasan fisik pada nya,Fahmi takut justru berpengaruh dengan psikis Shela jadi dia ingin memberikan ketenangan untuk istri nya ini.
"Maaf kan aku Shel,maaf bukan aku tidak mau bermesraan dengan mu tapi aku takut kelewat batas"aku Fahmi
"Bukan kah saya istri sah bapak meskipun hanya sebatas agama,bapak berhak pada diri saya"
"Aku takut kamu trauma dengan semua yang kamu alami ini Shel"
__ADS_1
"Pak, meminta bapak menikahi saya sudah saya pikirkan sebelum nya,saya sudah siapa menyerahkan hidup saya pada bapak apapun yang akan bapak lakukan pada saya,saya sudah percayakan semuanya pada bapak" jawab Shela membuat Fahmi tak percaya dengan pemikiran istri ke dua nya ini.