
Fahmi tersenyum kecil melihat rujak buah yang dia pesan sudah selesai, setelah melaporkan hasil kerja nya Fahmi izin pada Mr.Pieter dengan alasan harus menjenguk sang ibu yang sedang tidak enak badan dan tentu saja di izinkan Mr.Pieter apalagi Fahmi adalah karyawan kesayangan nya,Fahmi bekerja dengan baik dan semua pekerjaan nya hampir sempurna hingga pendapatan perusahaan Mr.Pieter terus meningkat bahkan jika Fahmi meminta izin pun beberapa hari untuk merawat ibu nya akan di izinkan tapi Fahmi hanya meminta izin untuk hari ini.
Setelah mendengar kan ucapan Bu Diah tadi membuat Fahmi berinisiatif membelikan Shela rujak buah agar rasa mual nya sedikit berkurang.
Fahmi memarkir kan mobilnya di garasi rumah dan dengan tersenyum manis menenteng rujak nya tapi Fahmi sedikit terkejut saat mendengar teriakan kata Jangan dari dalam rumah nya.
"Jangan mas!! aku mohon" isak Shela lagi saat dia tau Heru sudah ingin memasukan miliknya pada milik Shela, tenaga Shela sudah habis dari tadi berontak.
"Brengsek!!!" pekik Fahmi yang melihat Heru sudah siap untuk menggagahi istri nya dan Shela dengan tampilan menggemaskan.
Fahmi menendang tubuh Heru dari samping hingga Heru terjatuh dan Fahmi menghajarnya seperti orang kesurupan hingga tubuh Heru sudah tak berdaya lagi.
"Pak...jangan nanti dia mati pak" ucap Shela sambil menangis memeluk tubuh Fahmi dari belakang membuat Fahmi menghentikan aksinya.
"Biarkan dia pergi pak" ujar Shela mengisak
"Tapi dia ingin memperkosa mu Shel!! biarkan dia masuk penjara"
"Kasihan mbak Dea pak, mereka punya anak siapa yang akan membiayai mbak Dea nanti" jelas Shela membuat Fahmi sedikit terkejut karena Shela masih memikirkan nasib kakak nya,andai saja Shela mengizinkan nya untuk menjebloskan bajingan ini ke penjara sudah pasti akan Fahmi lakukan.
__ADS_1
"Pergi kamu!!!" bentak Fahmi membuat Heru mengambil celana nya dan memakai, tubuh nya sudah tak berdaya tapi sekuat tenaga dia harus pergi.
Fahmi melihat kepergian Heru lalu mendekat pada Shela ,dia melihat tubuh Shela yang berantakan segera mengambil handuk untuk menutupi tubuh istrinya ini.
"Ayo mandi dulu" ajak Fahmi.
Fahmi memasak air hangat untuk Shela mandi dan meminta perempuan itu untuk membersihkan diri nya terlebih dahulu.
Pikiran Fahmi sedikit kacau saat ini, apakah Heru tadi sudah sempat menyetubuhi istrinya atau belum karena saat Fahmi melihat nya tubuh bagian bawah Heru sudah tak terbalut apapun sedangkan Shela sudah acak-acakan tanpa dalaman.
Fahmi mengusap wajah nya kasar,andai saja tadi tidak meninggalkan Shela sendiri di rumah pasti lelaki bejat itu tidak akan datang, mungkin saja Heru sudah memperhatikan gerak-gerik mereka beberapa hari ini.
Shela keluar dengan pakaian yang sudah rapi,Fahmi melihat sudut bibir Shela yang memerah bekas tamparan Heru.
"Tunggu di sini,biar aku kompres"
Fahmi mengambil singlet nya lalu air dingin di kulkas dan mengompres pelan di pipi Shela.
"Aww...."ringis Shela
__ADS_1
"Maaf, terlalu kencang ya?" tanya Fahmi
"Tidak,aku nya saja yang terlalu cengeng pak"
"Shel,apa tadi-"Fahmi tak melanjutkan ucapan nya
"Tidak pak,saya belum sempat di apa-apa kan dia" jelas Shela membuat Fahmi sedikit lega
"Kenapa dia bisa ke sini?"
"Aku juga tidak tau pak,aku pikir tadi tetangga berkunjung tapi saat aku buka pintu malah dia" cerita Shela
"Dia kenapa bisa berbuat nekad seperti itu?"
Shela kemudian bercerita tentang Heru yang dulu memang sering menganggu nya membuat Fahmi kesal dan tanpa sadar mengepalkan tangannya.
"Kalau saja kamu mengizinkan ku memasukan nya ke penjara pasti akan aku lakukan" kesal Fahmi
"Pak, jika dia di penjara kak Dea sudah pasti akan meminta cerai dan bagaimana nasib anak nya lalu berita ini akan menyebar hingga orang tau siapa suami saya,ini bukan saja menyangkut saya pak tapi rumah tangga anda bersama ibu Carla" ucap Shela menjelaskan membuat Fahmi tersadar kalau bukan hanya Shela istri nya.
__ADS_1
"Bapak sudah makan?" tany Shela dan di jawab gelengan oleh Fahmi
"Kebetulan tadi saya sudah masak,ayo saya temani makan" ajak Shela dan diangguki Fahmi.