
Dua hari sudah Rendy menunggu Carla di rumah sakit, bahkan dokter tampan ini tidak ingin pulang dia tidak mau meninggalkan Carla sedetik pun,dia memesan alat mandi dan baju melalui gojek agar bisa terus memantau perkembangan sang istri.
"Ren, pulang dulu istirahat di rumah biar mbak yang jaga" ujar Nia
"Mana bisa aku pulang mbak keadaan Carla saja aku belum tau pasti nya bagaimana,biar saja aku di sini dulu mbak"jawab Rendy
"Ren,ada aku dan ayah di sini, nanti kalau ada perkembangan mbak akan langsung menghubungimu mu, pulang dulu ya nanti malah kamu yang sakit"
"Tidak mbak,aku tetap akan di sini" kekeh Rendy
Rendy sengaja mematikan ponsel nya agar tidak ada yang bisa menghubungi nya baik pihak rumah sakit maupun mama nya, Rendy ingin fokus dulu menjaga Carla dan bayi nya saat ini dia tak peduli dengan siapapun.
Nia tidak bisa memaksa karena Rendy kekeh tidak mau pulang, bahkan dia hanya tidur di atas kursi ruang tunggu di depan ruangan ICU tempat Carla di rawat sesekali dia terlihat memejamkan mata nya mungkin karena terlalu kelelahan.
"Ayah mau kemana?" tanya Nia saat melihat ayah nya bangkit hendak pergi.
__ADS_1
"Mau beli makanan dulu,kamu mau ikut?"
"Tidak yah, tolong belikan untuk Rendy aku sudah makan tadi di rumah" jawab Nia dan di anggukki Ayah Bahtiar.
"Seberapa besar cinta kamu untuk Carla?" tanya Nia tiba-tiba
"Besar mbak, bahkan jika bisa posisi ini di gantikan aku saja yang sakit jangan dia" jawab Rendy
"Lalu jika mama mu tak menerima Carla bagaimana?"
"Mungkin mama mu bisa terima Carla nantinya tapi tidak dengan anak nya karena bukan anak mu! apa kamu tau cerita Carla sebelum dengan mu"
"Mbak,aku tidak ingin mengetahui apapun itu,aku ingin tutup telinga dari orang yang berkata Carla itu buruk karena aku yang menjalani pernikahan dengan nya"
"Menerima Carla harus siap menerima masa lalu nya Ren karena bayangan itu akan selalu ada" ucap Nia
__ADS_1
"Aku menerima semua nya, kekurangan nya tanpa paksaan apapun karena aku yakin Carla itu orang baik, setiap orang memiliki kesalahan,dan setiap orang memiliki masa lalu karena aku juga buruk mbak tapi mencoba belajar jadi lebih baik, Carla pun juga begitu dia sabar bahkan awalnya mama ku sangat membencinya mbak tapi Carla tetap sabar bisa saja dia pergi meninggalkan ku saat itu tapi tidak dia lakukan karena dia punya rasa tanggung jawab yang besar dengan perjanjian nya,aku suka wanita seperti Carla" puji Rendy mengingat segala sesuatu tentang Carla.
"Mbak pasti sudah tau kalau mama Dina bukan mama kandung Carla bukan! tapi dia tetap merasa bertanggung jawab pada mama Dina, bahkan Carla merelakan hidup nya di tangan ku asal mama nya selamat saat itu" lanjut Rendy bercerita
"Mungkin dulu nya Carla yang kalian tau itu seseorang yang jahat,matre atau bahkan lebih buruk dari itu tapi percaya lah mbak Carla sekarang jauh berubah dia seorang perempuan lembut dan seorang istri yang patuh" ujar Rendy menangis sambil mengusap air mata nya mengingat betapa telaten nya Carla mengurus semua keperluan nya meskipun dalam keadaan hamil.
Satu harapan besar Rendy saat ini yaitu kesembuhan untuk Carla dan kesempatan untuk mereka bisa bersama lagi.
"Mbak percaya dengan apa yang kamu katakan Ren,mbak juga berharap besar untuk kesembuhan Carla agar bisa menjadi istri yang sesungguhnya dan mbak percaya kamu satu-satunya lelaki yang bisa mengubah Carla jauh lebih baik seperti sekarang ini" ucap Nia mengusap lengan Rendy menenangkan suami adik tiri nya ini.
"Keluarga ibu Carla" panggil sang suster membuat pembicara antara ipar ini terhenti
"Ya sus,saya suaminya" jawab Rendy cepat
"Ada hal penting yang ingin di bicarakan oleh dokter silahkan masuk" ucap sang perawat dan di anggukki Rendy.
__ADS_1