Terjebak Cinta Om Duda

Terjebak Cinta Om Duda
Cemburu


__ADS_3

Seorang perawat mengangkat baju yang di kenakan Nia dan mengoleskan gel membuat Om Ben mengerutkan keningnya melihat itu.


"Kenapa harus begitu sus, bagian mana yang akan di periksa" ujar nya posesif


"Untuk pemeriksaan kehamilan memang begini pak,nanti alatnya akan di letakkan di bawah perut ibu Nia, untuk melihat perkembangan janin nya" jawab sang suster menjelaskan.


"Jangan di angkat sampai ke atas" larang Om Ben lagi


"Mas....duduk saja, biarkan dokter nya yang bekerja" tegur Nia


"Kalau aku tau dokter nya lelaki pasti aku tidak mau sayang" bisik Om Ben sedikit ketus


Cukup lama dokter tersebut diam sampai akhirnya terbit senyum di wajah nya,dia mulai paham dengan sifat suami pasien nya kali ini, sedikit posesif.


"Tenang pak,kami sudah punya sumpah sebelum menangani pasien jadi bapak tidak perlu khawatir ya,duduk tenang saja tidak perlu protes" ujar nya membuat Nia malu kali ini


"Mas" Nia menyentuh lengan om Ben dan meminta pengertian agar suaminya tidak membuang-buang waktu hanya untuk kecemburuan konyol nya ini.


"Aku tidak bisa dia melihat tubuh mu sayang, pindah dokter lain saja" bisik om Ben membuat Nia menggeleng kan kepala nya pelan.


"Sudah terlanjur mas,jangan buat masalah" jawab Nia sedikit kesal dengan suami nya ini

__ADS_1


Jangan di tanya lagi kegelisahan om Ben saat sang dokter terus meraba perut Nia dengan alat nya.


Setelah selesai pemeriksaan Om Ben segera menurunkan baju Nia.


"Pak,sisa Gel nya harus di bersihkan terlebih dahulu"ucap sang suster


"Tidak perlu sus,nanti saya yang akan membersihkan nya" jawab Om Ben cepat membuat Nia gemas melihat kecemburuan sang suami.


"Jadi bagaimana kondisi nya dok?" tanya Om Ben


"Baik,ibu Nia sudah hamil 5 Minggu pak, tolong di jaga kesehatan nya dan jangan kerja berat serta jangan sampai stress ya,saya resep kan vitamin nya dan jangan lupa minum susu hamil" jelas Sang dokter dan di anggukki Nia patuh


"Untuk makanan pantangan ada dok?" tanya Nia


"Selama itu tidak memicu mual bagi anda tidak masalah dan yang terpenting makan makanan bergizi"


"Iya dok terimakasih" jawab Nia dan mereka pamit keluar.


"Mas malu-maluin deh kamu, nggak perlu segitu nya,dia dokter mas kalau bukan dia yang periksa lalu siapa? kamu bisa?" oceh Nia saat mereka menuju parkiran


"Cari dokter perempuan saja sayang aku tidak suka!"

__ADS_1


"Mas semua dokter sama saja"


"Pokoknya yang perempuan" tegas Om Ben membuat Nia menghela nafas berat, suaminya makin posesif saat ini, benar-benar membuat Nia kesal.


"Terserah kamu" jawab Nia masuk ke dalam mobil


***


Nia sedikit menghempaskan pintu mobil nya dia terlalu malu oleh ulah om Ben yang kekanak-kanakan menurut Nia.


"Sayang tunggu" pekik Om Ben saat Nia sudah berjalan duluan


"Sayang tunggu, jangan jalan sendiri nanti kamu terjatuh ingat ada anak kita di dalam sini" ujar om Ben mengelus perut Nia yang masih datar


Nia menghempaskan tubuhnya di sofa saat sudah masuk kedalam apartemen mereka.


"Sayang aku mau pesan makanan,kamu mau apa?"


"Terserah kamu,aku mau semua" jawab Nia membuat Om Ben dengan lancarnya berselancar di ponsel nya.


"Sayang aku mandi dulu ya nanti kalau ada yang antar makanan di ambil ya" ujar om Ben dan diangguki Nia.

__ADS_1


__ADS_2