Terjebak Cinta Om Duda

Terjebak Cinta Om Duda
Laporan


__ADS_3

"Sayang,nanti sore kita pergi belanja ya"


"Belanja? barang masakan masih ada mas,lagi pula aku tidak ke kantor lagi bisa belanja di tukang sayur saja mas tidak perlu ke mini market"jawab Shela


"Bukan bahan masakan sayang, belanja baju"


"Buat apa?"


"Buat acara syukuran nanti,bukan nya baju kamu sudah banyak yang tidak muat" ujar Fahmi karena memang beberapa hari kemarin dia sempat mendengar Shela mengatakan tubuh nya makin membesar hingga tidak ada lagi pakaian yang muat.


"Baju yang ada saja mas"


"Memang nya ada apa baju yang masih muat selain daster, nggak mungkin kan pake daster ke acara kantor sayang kamu ada-ada saja"


Shela terdiam sejenak memang benar yang di katakan Fahmi apalagi dia tidak bekerja lagi membuat tak ada pakaian selain daster yang dan baju tidur yang dia kenakan.


"Nanti sore sepulang bekerja kita belanja ya sayang,aku berangkat dulu ya" pamit Fahmi dan diangguki Shela pelan.


Shela mencium punggung tangan sang suami lalu Fahmi mencium pipi Shela sekilas.


"Hati-hati di jalan mas"


"Iya sayang"sahut Fahmi lalu segera pergi

__ADS_1


****


"Brugk" Pieter menghempaskan berkas di atas meja,semalam dia tidak pulang ke apartemen karena memang masih mencari keberadaan Ambar yang menghilang bak di telan bumi.


"Kenapa laporan keuangan nya banyak yang salah, bagaimana kalian bekerja, tidak mungkin pendapatan jauh merosot" marah Pieter membuat anak buah nya semua menunduk takut.


"Apa ada yang korupsi?"


"Tidak pak, memang begitu hasil nya"jawab salah satu karyawan Mr.Pieter


"Saya tidak mau tau perbaikan segera dalam 1x 24 jam laporan keuangan yang baru sudah di atas meja saya jika terbukti ada yang korupsi siap-siap akan saya pecat dan penjara tempat terakhir kalian" ancam Mr.Pieter.


Memang sejak mundur nya Fahmi membuat perusahaan Pieter ketar-ketir dengan laporan keuangan karena hanya Fahmi yang sangat teliti dan menyusun rapi keluar masuk nya uang hingga aman terkendali.


"Masuk"


"Asisten Mr.Pieter masuk dan berbisik membuat wajah Mr.Peiter memerah menahan marah"


"Apa saja kerja kalian,kenapa bisa batal?"


"Kita belum ada yang tanda tangan kontrak tuan jadi mereka membatalkan nya"


"Apa tidak bisa di buat kontrak segera agar tidak batal kalau begini aku bisa rugi besar"

__ADS_1


"Seperti nya mereka sudah tidak tertarik lagi untuk bekerja sama dengan perusahaan kita tuan, untuk Resort yang di Bali perusahaan Ben akan menjual nya"


"Kenapa? apa ada yang salah?"


"Saya juga tidak tau tuan apa alasan nya"


"Kalau di jual bagaimana dengan uang kita?"


"Akan di kembalikan tuan"


"Lalu kita tidak akan mendapatkan keuntungan nya?"


"Jika tuan mau melanjutkan kerja sama dengan perusahaan Tuan Jack tidak masalah"


"Jack jadi Ben menjual dengan Perusahaan Jack, tidak aku tidak ingin berurusan dengan Jack aku tau siapa dia"


Jack adalah pengusaha licik lebih baik Pieter mengambil saham nya dari pada harus bergabung dengan Jack,tapi mengapa Ben mau menjual Resort tersebut,bukan nya uang akan mengalir begitu saja jika resort tersebut jalan, Awalnya Pieter yang menginginkan Resort tersebut sendiri jika Ben masuk penjara dengan cara membunuh Ambar tapi kenapa sekarang justru dia yang tersudut, benar-benar tidak sesuai dengan prediksi kesal Pieter.


"Lalu apa yang harus kita perbuat tuan?"


"Cari investor baru untuk menutupi kerugian kita,nanti akan aku pikirkan selanjutnya"ujar Pieter


Semua karyawan Pieter keluar kini tinggal Pieter yang pusing sendiri memikirkan nasib perusahaan nya, memang Pieter masih memiliki banyak aset tapi jika dalam beberapa bulan ini tidak ada investor dan perusahaan nya tidak berjalan otomatis dia akan bangkrut.

__ADS_1


"Aaagggkkkkkk" pekik Mr.Pieter kesal


__ADS_2