
"Maaf ibu sekarang sedang hamil jadi tidak bisa untuk mendonorkan darahnya bu karena sangat berbahaya bagi ibu hamil kalau memaksa mendonorkan darah nya"jelas sang suster membuat Carla terdiam kecewa dia bingung di mana dia harus menemui darah untuk mama nya.
"Lalu bagaimana sus? saya tidak tau lagi di mana mencari nya"
"Mungkin anda ada orang terdekat nya bu, keluarga"
Carla menggeleng kecil siapa orang yang bisa di minta nya bantuan karena dia tidak mengenal keluarga mama nya sama sekali.
"Untuk sementara waktu pakai persediaan dari sini saja dulu bu nanti di ganti ya"
"Iya sus terimakasih"jawab Carla pelan
Carla segera kembali ke ruangan mama nya dan mengambil ponsel mama nya,siapa tau dia menemukan petunjuk untuk bisa membantu mama nya.
"Ya paman Gani,aku harus menghubungi nya,siapa tau paman Gani bisa membantu saat ini" gumam Carla,dia teringat dengan adik papa nya,hanya paman Gani yang dekat dengan mereka itu pun hanya beberapa kali Carla bertemu karena menjadi wali nya menikah.
Carla mencari nama Gani di dalam ponsel mama nya selama ini mama nya membatasi semua pergaulan Carla,dia tidak pernah mengenal kan Carla dengan keluarga mamanya.
"Gani.....ya ini dia paman Gani" ujar Carla menemukan nama paman nya dan segera menghubungi nya.
"Tut.....tut....."
"Hallo"
"Ya Hallo"
"Ada apa lagi mbak? kenapa menghubungi ku?"
"Begi-ni pam-"
__ADS_1
"Mbak aku sudah katakan tidak mau tau lagi tentang Carla! dua kali aku sudah menikahkan dia jadi tanggung jawab ku sebagai paman sudah selesai bukan! jika ada masalah buang saja dia bukan kah dulu mbak juga ingin membuang nya setelah mas Anto meninggal" ujar Gani dari sebrang sana membuat tubuh Carla bergetar hebat, pengakuan apa lagi yang dia dengar dari mulut sang paman nya ini.
"Tut.....tut....."
Telpon nya terputus membuat Carla menghubungi nya kembali tapi tidak di angkat,kenapa paman nya seolah tidak menyukai nya,ada apa??
Tetesan air mata membasahi pipi Carla apa ini alasan sang mama tidak mau Carla dekat dengan keluarga papa dan mama nya karena mereka tidak menyukai Carla tapi kenapa? pertanyaan demi pertanyaan hadir di benak Carla tapi kemana dia harus mencari jawaban nya mama nya saat ini tengah sakit dan berjuang sembuh tidak mungkin dia mengacaukan pikiran mama nya.
"Aku harus segera cari bantuan untuk mama" batin Carla, dengan tergesa Carla keluar dari ruangan tapi lagi-lagi dia bertabrakan dengan seorang dokter.
"Brugk...."
"Aww..."
"Maaf !!!"
"Saya yang harus nya minta maaf dok,saya tergesa-gesa tadi,maaf dok, sekali lagi saya minta maaf"
"Dokter!! Sorry dok saya tidak lihat"
"Seperti nya saya lihat kamu selalu tergesa-gesa dan sendirian,apa ada masalah?"
"Ya dok,mama saya sedang operasi dan memerlukan darah jadi saya bingung harus mencari kemana darah nya,karena saya tidak bisa mendorong kan darah saya" jawab Carla jujur
"Ayo ikut saya dulu,siapa tau saya bisa bantu kamu" ujar dokter tersebut membawa Carla ke ruangan nya.
"Apa dorongan darah mama anda?"
"A" jawab Carla cepat
__ADS_1
"Kalau begitu kebetulan golongan darah saya juga A,saya bisa bantu mama anda tapi ada syaratnya?"
"Apa dok?"
"Berpura-pura menjadi istri saya"
"Maksud dokter?"
"Rendy!!!"
"Mama,kapan mama datang? kenapa mendadak dan tidak mengabari ku"
"Baru saja,kenapa mama mau mengunjungi anak sendiri harus mengabari,apa kamu tidak kangen mama? hingga lupa jalan pulang dan harus mama yang selalu mengunjungi mu"ujar Perempuan bernama Veni
"Kangen ma,tapi mau bagaimana lagi pekerjaan ku terlalu banyak di sini ma,maaf kan aku ma"
Mama Rendy melihat perempuan di belakang sana dengan mengerutkan keningnya, penampilan yang sedikit acak-acakan membuat nya melirik sinis pada Carla
"Siapa dia?"
"Dia....sayang kemari dia istri ku ma"
"Istri??? kamu gila Ren, menikah tidak memberitahu mama"
"Maaf kan aku ma,aku ingin memberikan mama kejutan, rencana nya aku akan membawa dia ke Surabaya setelah pekerjaan ku selesai tapi mama sudah keburu datang"
"Ren, bagaimana dengan Dena?"
"Ma,berapa kali aku katakan kalau aku sudah menganggap Dena sebagai adik ku sendiri,aku sudah memiliki pilihan sendiri ma"
__ADS_1
"Tapi Ren-"
"Ma, tolong hargai keputusan ku" mohon Rendy membuat mama nya sedikit kesal sedangkan Carl hanya diam,dia tak mengerti permainan apa yang sedang di perankan dokter di hadapan nya ini.