Terjebak Cinta Om Duda

Terjebak Cinta Om Duda
Minta Aset


__ADS_3

"Mas setelah aku pikir-pikir lebih baik kamu beli satu rumah deh mas, meskipun nggak kita tempati untuk investasi anak kita saja nanti mas" ucap Carla membuat Fahmi mengerutkan keningnya.


"Iya mas masa dari kita menikah kita nggak ada aset satu pun, mobil masih mobil butut aku,minta tukar tambah aja sampai sekarang nggak kamu penuhi! sedangkan kamu pake mobil kantor, rumah nggak punya, apartemen apa lagi,terus nggak ada perhiasan mahal jadi apa yang aku dapat menikah dengan kamu mas?" ujar Carla membuat Fahmi menghela nafas panjang


"La,gaji ku selama ini aku berikan untuk kamu,kamu yang terlalu foya-foya nggak jelas , nongkrong sana sini yang nggak berbobot,ke Singapura jalan-jalan bareng teman sosialita kamu jadi mana cukup la buat beli rumah,kalau kamu sisihkan separuh gaji aku buat beli rumah pasti bisa" jelas Fahmi lembut,dia tak ingin berdebat kali ini karena hanya percuma berdebat dengan Carla dia tidak akan mau mengalah lebih baik Fahmi yang mengalah.


"Masa aku yang nyisihin nya mas! kamu yang usaha dong, korupsi kek apa kek,kalau uang nya udah sama aku ya buat aku lah mas, nggak boleh perhitungan sama istri sendiri karena rezeki suami itu ada do'a istri, apalagi kita mau punya anak aku senang-senang kan juga buat nyenengin anak kamu yang di dalam sini biar nggak kuper nanti nya" alasan Carla


"Terus kalau ketahuan aku di pecat bagaimana siapa yang rugi? kamu juga kan! mau makan dari mana kita kalau aku udah nggak kerja,jangan kan rumah makan aja bakalan susah La"


"Ya jangan sampai ketahuan lah,masa korupsi saja nggak bisa kamu,banyak kok yang korupsi nggak ketahuan" ketus Carla membuat Fahmi geleng-geleng kepala melihat sikap sang istri pilihan nya ini.

__ADS_1


Fahmi yang malas berdebat menarik selimut nya lalu tidur dia tak ingin menambah beban pikiran nya saat ini.


****


"Sayang,hari ini kita lihat rumah nya ya,kamu bisa pilih yang mana yang kamu suka" ujar om Ben


"Semua nya tingkat tiga mas?" tanya Nia dan diangguki om Ben


"Kenapa harus setinggi itu sih mas, yang biasa aja lah"


Nia tau suami nya ini ingin memberikan yang terbaik untuk keluarga kecil mereka tapi Nia takut jika orang mengecap nya perempuan matre apalagi mereka baru menikah.

__ADS_1


****


"Sepi juga ya Sar nggak ada Nia,biasanya dia yang sering kita rusuhi" ujar Maya yang merasa kehilangan sahabat nya itu


"Kapan kita main ke sana?" tanya Sari


"Lusa yuk Sar,hari ini aku banyak kerjaan"


"Boleh,nanti aku izin dulu sama mas Alan"


"Yang takut banget sama bebeb nya" goda Maya

__ADS_1


"Apaan sih May, orang izin doang kok takutnya dia khawatir kalau chat nya nggak aku bales" jawab Sari sambil tersenyum malu


"Makanya punya yayang beb biar nggak mupeng terus" lanjut Sari membuat Maya menghela nafas panjang,ntah bagaimana hubungan perjodohan nya nanti hingga saat ini belum saling menerima juga.


__ADS_2