
"Mas aku bisa sendiri kamu temani saja mama di mobil ya" ujar Carla dia juga tidak mau mama nya melihat Rendy yang ada niat jahat mama nya pasti akan timbul bagaimana pun juga Carla sudah mengenal watak mama nya selama ini.
"Bagaimana mungkin kamu bisa sendiri la,kamu lemas begini nanti ada apa-apa lagi,kamu juga lagi hamil"
"Bisa mas,tadi dokter sudah memberikan aku obat kan,mules nya juga sudah berkurang mas"
Rendy terus mendorong Carla tanpa memperdulikan ucapan Carla.
"Mas di sini saja ya,aku hanya sebentar kamu jangan masuk"
"Kenapa aku tidak boleh masuk?" tanya Rendy
"Nanti mama malah salah paham dengan kamu mas dan meminta ku untuk menunggu nya di sini,jika aku sendiri aku bisa mencari alasan" jelas Carla, Rendy berpikir sejenak benar yang di katakan Carla jika ada Rendy pasti akan panjang persoalan nya dia juga tidak bisa menjelaskan pada mama Carla tentang hubungan mereka.
"Ya sudah aku tunggu di sini,jika sudah selesai cari aku di ruangan ku" ucap Rendy dan di anggukki Carla
__ADS_1
Carla turun dari kursi roda dan berjalan pelan karena masih sedikit lemah memegang handel pintu dan membuka pelan karena takut mengganggu mama nyaa jika sedang istirahat tapi ternyata mama nya sedang makan sendiri dan memunggungi diri nya.
"Anak sialan aku di tinggal kan sendiri di sini, percuma aku membesar kan mu,kalau tau begini aku tidak akan membatalkan niat ku untuk membuang mu dulu setelah papa dan mama mu meninggal" umpat mama Dina kesal.
"Mana kaki ku masih sakit lagi, kenapa lama sekali sih sembuh nya kaki ini, mobil sialan sudah menabrak malah kabur tidak bertanggung jawab"lanjut nya mengumpat
Tubuh Carla membeku seketika mendengar umpatan sang mama yang mengatakan kalau dia akan membuang Carla dulu sama persis dengan apa yang di katakan paman nya tempo hari, ternyata dia bukan anak kandung mama nya,satu persatu mulai terungkap jati diri Carla.
"Bagaimana nasib ku setelah ini jika anak sialan itu tidak kunjung menjemput ku, percuma aku membesar kan nya tapi dia malah begini pada ku,dasar anak ******!!"Ujar mama Dina lagi sedangkan Carla menitikkan air mata nya lalu menutup pintu nya kembali membiarkan mama nya mengumpati diri nya sepuas hati mama nya.
"Tidak bisa sayang, aku masih ada pekerjaan penting di sini, belum bisa cuti"
"Ya aku tau tapi aku benar-benar tidak bisa, kalau begitu tunggu kamu liburan lagi saja,,atau tunggu aku cuti tahunan" bujuk Rendy
"Iya pasti,maaf kan aku ya sayang"
__ADS_1
"Jaga diri di sana,I love you" ucap Rendy sambil menutup ponselnya membuat Carla hanya diam saja mendengar percakapan Rendy dengan sang kekasih, Carla berpikir sampai kapan dia begini jika kekasih Rendy pulang pasti dia akan di campakkan,kemana dia harus mengadu saat ini,mama yang dia punya ternyata bukan mama kandung nya,dia hanya memanfaatkan Carla saja selama ini.
"La, kenapa cepat sekali?" tanya Rendy yang baru sadar melihat Carla masuk kedalam ruangan nya.
"Mama sedang istirahat, ayo pulang mas" ajak Carla dengan suara sedikit serak
"Pulang?"
"Iya,mau apa lagi, kasihan juga mama kamu menunggu sendiri" jawab Carla berjalan keluar duluan.
Rendy segera mengikuti langkah kaki Carla
"Aku ambil kursi roda dulu la"
"Tidak perlu mas,aku bisa jalan sendiri" tolak Carla cepat membuat Rendy heran melihat reaksi Carla,apa Carla cemburu mendengar dia menghubungi kekasih nya tadi,jika ia Carla sudah bermain dengan hati dalam sandiwara ini pikir Rendy.
__ADS_1