
"Ikut saya pulang"titah Rendy
"Tapi mama saya bagaimana dok?"
"Ada suster yang akan menjaga nya di sini, kamu tenang saja semua biaya mama mu sudah saya selesaikan dan donor darah pun sudah saya lakukan sekarang tinggal kamu yang harus menjalankan peran mu sebagai gantinya" jelas Rendy membuat Clara menelan saliva nya merasa dirinya saat ini di kuasai Rendy bahkan dia sendiri pun tak berhak atas dirinya, mungkin ini balasan untuk pengorbanan mama nya yang sudah membesar kan nya selama ini.
Seperti kerbau di colok hidung nya Clara mengikuti langkah kaki Rendy.
"Jangan perlihatkan wajah cemberut mu di rumah ku,nanti mama akan curiga"
"Tapi bagaimana dengan pakaian ku, semua nya ada di kost"
"Aku akan membelikan kamu baju baru,aku juga tidak mau melihat kamu lusuh seperti ini" jawab dokter Rendy membuat Clara sedikit nya tau sifat lelaki di sebelah nya ini, Rendy memang terlihat sangat rapi bahkan tak ada cacat sedikitpun dari lelaki ini menurut Carla hanya Rendy sedikit sombong jika berbicara.
"Terserah anda yang jelas bukan aku yang minta" ujar Carla dan di anggukki Rendy pelan
Sebelum pulang Rendy mampir di butik untuk membelikan beberapa baju.
****
"Carla.....la" panggil mama Dina yang baru sadar setelah operasi
"Bu...anak nya sedang pulang,ibu mau apa?" tanya seorang suster yang di tugas kan Rendy menjaga mama Dina
"Anak saya"
__ADS_1
"Nanti dia akan datang kembali bu,jangan banyak bergerak ya ibu baru selesai operasi"
"Kaki saya sus"
"Iya bu,kaki nya belum bisa di gerakkan sekarang ya masih di perban bu"
"Tapi masih ada kan sus?"
"Ada bu.....tenang saja ya" jawab sang suster lagi membuat Mama Dina sedikit tenang dia takut kalau kaki nya di amputasi karena terasa sangat sakit.
***
Mobil Rendy memasuki pekarangan rumah mewah dan berhenti di salah satu rumah tingkat dua dengan gaya minimalis modern,cukup besar menurut Carla wajar saja gaya bicara dokter tampan ini agak sombong dia benar-benar kaya tapi untuk saat ini Carla tak lagi memandang kekayaan dia terlalu trauma akan kekayaan dari Pieter hingga di siksa.
Carla turun dari mobil Rendy dan mengikuti Rendy pelan dia melihat kiri kanan rumah mewah ini tak sedikit pun Carla tak tertarik berbeda dengan dulu saat di iming-iming Pieter dengan kekayaan.
"Brugk" Carla menabrak Rendy yang jalan di depan nya
"Awww...."
"Apa menabrak salah satu hobi mu?" tanya Rendy membuat Carla tertunduk
"Jalan di sebelah ku karena aku bukan bodyguard mu!" tegas Rendy membuat Carla berpindah di sebelah nya.
"Baru pulang Ren" sapa sang mama
__ADS_1
"Iya ma,maaf aku tidak bisa menemani mama karena banyak sekali pekerjaan ma"
"Apa dia selalu menemani mu?"
"Carla,,nama nya Carla ma,Ya Carla memang selalu aku ajak ma ke rumah sakit karena dia bosan di rumah"
"Jangan terlalu di manja Ren,nanti ngelunjak! dia harus tau profesi kamu melayani masyarakat bukan hanya menemani nya"
"Iya ma" jawab Rendy sedangkan Carla hanya menunduk kan kepalanya
"Mulai besok dia di rumah saja,mama akan tinggal beberapa waktu di sini, seperti nya mama harus menatar nya agar tau bagaimana menjadi istri dokter"
"Ma,Carla sudah menjadi istri yang baik untuk ku"
"Kamu tau apa,mama yang harus memastikan nya karena kamu sudah tidak menghargai mama menikah diam-diam,mama perlu tau asal usul nya Ren"
"Carla yatim piatu ma" jawab Rendy cepat membuat Carla mengangkat kepala nya menatap Rendy tidak suka,mama nya jelas-jelas masih hidup dan sekarang sedang berjuang kenapa Rendy malah mengatakan dia yatim piatu.
"Yatim piatu! istri seperti apa dia Ren,kenapa kamu tidak mencari tau dulu bebet,bibit,bobot nya"
"Ma kami saling mencintai,sudah lah jangan di perpanjang ma"
"Ya sudah terserah kamu mama pusing,kamu orang nya keras kepala"kesal mama Rendy lalu segera pergi
"Ayo ra,aku kenal kan dulu dengan beberapa pembantu di rumah ini dan sekeliling rumah agar kamu tau" ajak Rendy dan diangguki Clara patuh.
__ADS_1