
"Tunggu!!!!"
"Mama" Gumam Rendy pelan
"Kenapa mama di sini?" tanya Rendy
"Kamu ingin meninggalkan anak saya?" tunjuk mama Rendy pada Carla
"Kamu ingin membuat Rendy gila! jahat kamu Carla,saya sudah berpikir ingin merestui kalian tapi malah ini keputusan kamu!" marah mama Rendy
"Maksud mama?" tanya Carla tidak mengerti
"Kamu jangan pura-pura bodoh Carla,saya tau kalau kamu dan keluarga mu ingin meninggalkan Rendy selama nya,kamu ingin menyiksa anak saya perlahan lalu mati,iya kan! itu mau kamu"
"Buk-an ma"
"Alah jangan pura-pura kamu, beberapa hari ini saya sudah membuntuti kamu,kamu happy banget jalan sama kakak mu ini"tunjuk mama Rendy pada Nia
"Ma-" tegur Rendy
"Stop Ren,kali ini biarkan mama bicara mama tidak terima jika dia meninggal kamu Ren, sia-sia perjuangan kamu selama ini" oceh mama Veni tanpa mau mendengar penjelasan Rendy dan Carla sedangkan Nia justru tersenyum kecil melihat perempuan tua ini masuk kedalam perangkap nya.
__ADS_1
"Mama yang stop ini bukan seperti yang ada dalam pikiran mama,mama salah paham" tegas Rendy tapi Nia justru mengangkat tangan nya pada Rendy meminta Rendy jangan emosi.
"Kamu tau Carla keluarga mu ini sudah memiliki niat jahat ingin memisahkan kamu dan Rendy! dan jika itu terjadi Rendy akan gila"lanjut mama Veni
Ben menatap sang istri,dia tau ini pasti semua ulah istri nya.
"Kita bisa bicara kan ini baik-baik bu,ini Bandara bukan tempat nya para preman berkumpul" ujar Ben angkat bicara karena dia tidak suka keributan di tempat ramai, sebagian orang banyak yang mengenalinya jadi Ben sangat berhati-hati dalam bertindak.
"Iya ma,apa yang di katakan mas Ben benar,mama jangan emosi" sahut Rendy
"Mama tidak emosi Ren,ibu mana yang tega melihat anak nya jadi gila,mama takut Ren! jujur mama takut kehilangan kamu"aku mama Rendy membuat Carla merasa iba dengan mama mertua nya ini.
"Aku tau ma,tapi ini murni kesalahan pahaman saja,ayo menyingkir dari sini kita cari tempat untuk bicara"
Nia hanya tersenyum melihat nya..
"Ayo la, selesai kan dulu permasalahan mertua mu ini" ajak Nia, sedangkan Carla memang tidak tau apa-apa jadi dia mengikuti saja.
Ben mencari salah satu tempat makan yang sepi dan mengajak semua nya masuk untuk menyelesaikan nya.
"Ayo ma" ujar Rendy
__ADS_1
Mama Veni masuk dan duduk berhadapan dengan Carla serta Nia sedangkan Rendy di sebelah nya.
"Jadi siapa yang mengatakan pada mama kalau Carla akan meninggal kan ku?" tanya Rendy
"Dia" tunjuk mama Rendy pada Nia
"Dia ingin melihat kamu gila Ren"lanjut mama Rendy
Rendy menghela nafas panjang dia tau kalau kakak ipar nya ini sedang berusaha menyelesaikan permasalah yang ada tapi sedikit memberikan syock terapi pada mama nya.
"Ma mereka ingin liburan bukan meninggalkan ku" jelas Rendy membuat mama Veni terkejut
"Ta-pi kenapa dia ikut?" tanya mama Veni menunjuk ayah Bahtiar
"Sejak kami memiliki Ardy ayah memang sangat protektif pada cucu nya ma,jadi ayah memang selalu ada untuk cucu-cucu nya,dia rela menghabiskan masa tua nya untuk cucu nya saja" terang Rendy lagi membuat mama Veni malu
"Ma semua ini salah paham,aku tidak akan pernah meninggalkan mas Rendy,mbak Nia ada pekerjaan di luar negeri jadi kami semua ikut dan hanya satu Minggu ma" sahut Carla berusaha menjelaskan
Mama Veni menatap Nia yang dari tadi hanya senyum sendiri.
"Jadi mama di tipu?"
__ADS_1
"Bukan di tipu bu Veni,saya hanya mengatakan kalau bu Veni tidak merestui adik saya ya itu jalan yang saya pilih untuk kebahagiaan adik saya,dan semua nya bisa saja terjadi meskipun tidak sekarang" jawab Nia membuat mama Veni malu sendiri.
"Jadi bagaimana? restu atau tetap bertahan?" tanya Nia lagi membuat mama Veni mengusap wajah nya lega Karena Carla tidak meninggalkan Rendy.