
Nia merapikan seluruh pakaian nya dan Om Ben,dia memilah pakaian kotor karena besok mereka sudah harus bekerja jadi tidak akan sempat untuk Nia beberes pakaian.
"Sayang ayo tidur,ini sudah malam" ajak Om Ben
"Kamu duluan saja mas,aku masih ada pekerjaan sedikit lagi" sahut Nia yang masih memasukan pakaian kotor mereka ke dalam tas laundry.
Om Ben segera memicingkan mata nya,malam ini dia tidak berniat mengerjai sang istri karena dia juga terlalu lelah bahkan besok pagi dia ada meeting penting.
Setelah semua nya beres Nia segera menyusul sang suami untuk tidur.
****
"Masak apa sayang?"
Om Ben memeluk tubuh Nia dari belakang,dia melingkar kan tangannya di pinggang istri cantik nya ini dengan posesif.Laki-laki itu mengecup pucuk kepala Nia lembut,lalu membenamkan kepala nya di ceruk leher perempuan itu, perlahan Om Ben menghirup bau Nia yang sudah membuat nya candu, bau tubuh Nia sangat menggairahkan untuk om Ben.
Nia tersenyum, sesekali dia menggeleng karena merasa geli saat om Ben menggigit kecil leher nya.
__ADS_1
"Mas......jangan ganggu! aku lagi buat sarapan"Nia bergerak ke kanan dan kiri dengan tubuh Om Ben tetap menempel dan mengikuti nya.
"Tidak perlu!"
"Kenapa tidak perlu bukan nya kamu mau ke kantor ini sudah pukul enam mas nanti kamu malah telat,kata nya ada meeting pagi ini" ingat Nia
Om Ben mengangguk tapi tak melepas kan pelukan nya.
"Aku mau sarapan yang lain sayang" ujar Om Ben membuat Nia mengerutkan keningnya, biasanya suaminya ini suka sarapan omlet dan teh hangat buatannya.
Om Ben segera membalikkan tubuh Nia agar menghadap pada nya dan segera membuka kancing baju tidur yang di kenakan sang istri membuat tangan Nia refleks memukul dahi sang suami dengan sendok yang dia pegang sangking gemas nya karena dia tau apa yang lelaki itu ingin kan .
"Kamu ya.... nggak ada puas nya"bibir Nia mayun seketika karena pekerjaan nya harus terhenti hanya karena gairah sang suami pagi ini.
Bukan nya menghindari om Ben malah tertawa,dia mencubit hidung Nia gemas sampai perempuan ini mengaduh.
"Bagaimana mungkin aku bosan dengan aktivitas yang menyenangkan ini sayang,kalau perlu tiap hari aku mau bercinta dengan kamu ,3 kali sehari pagi,sore saat aku pulang kantor dan malam saat kita mau tidur" jawab Om Ben dengan enteng nya.
__ADS_1
"Kamu kira minum obat apa" kesal Nia terkejut dengan permintaan sang suami.
"Dasar mesum!"
"Kamu juga mau kan aku mesumin, sampai merem-melek gitu" goda Om Ben membuat Nia malu,ya malam terakhir mereka di Bali Nia sudah bisa merasakan enak nya bercinta hingga sampai tanpa sadar mengeluarkan suara erotis di kamar hotel mereka.
"Mana ada,kamu aja yang tegang terus, nggak bisa aku lengah dikit" ucap Nia membalikkan kembali tubuh nya ke arah kompor,dia ingin mengangkat masakan nya.
"Habisnya kalau lihat kamu aku nggak nahan sayang" aku Om Ben
"Udah ah,sana mandi, siap-siap ntar kamu malah telat ke kantor nya" Nia mengalihkan topik pembicaraan mereka karena jika lelaki itu sudah meminta akan lupa waktu, bisa-bisa mereka justru sama-sama telat ke kantor.
Kini hubungan mereka mengalir seperti air, tidak ada lagi kesan canggung atau pun kaku,hanya sesekali malu-malu dari Nia.Perasaan cinta mulai bertambah tumbuh dari diri kedua nya apalagi setelah mereka menyatu kan raga membuat Om Ben tak ingin berpisah dari sang istri meskipun hanya sedetik.
Om Ben melihat jam dinding,dia tersenyum dan mencium pipi sang istri cepat.
"Oke...nyoya aku mandi dulu" ucap Om Ben segera meninggalkan Nia yang masih berkutat di dapur.
__ADS_1