Terjebak Cinta Om Duda

Terjebak Cinta Om Duda
Memilih pergi


__ADS_3

"Sayang aku berangkat dulu ya,pagi ini ada pengarahan untuk anak-anak magang, nanti jam sebelas aku jemput sekalian kita makan siang di luar"


"Besok saja mas"tolak Carla


"Kenapa harus besok sayang,kita baru pulang dari luar Negri belum lihat perkembangan dedek nya,nanti jam sebelas siap-siap aku daftar kan dulu sama dokter kandungan nya"ujar Rendy


"Aku berangkat ya,anak papa jangan rewel" ujar Rendy mengusap perut Carla lalu mencium kening Carla lembut dan segera pergi.


Ya dari semalam Rendy sudah mengatakan ingin mengecek kandungan Carla yang sebentar lagi akan menginjak tujuh bulan tapi Carla serasa enggan untuk pergi tubuh nya sedikit lelah mungkin efek semakin hari semakin membesar kandungan nya.


***


"Jadi di mana dia sekarang?" tanya Pieter pada pengacara nya


"Dia menikah lagi dengan seorang dokter muda"


"Benar-benar perempuan murahan,hamil anak ku menikah dengan lelaki lain" geram Pieter


"Kalau buk Ambar sekarang sudah bekerja di salah satu perusahaan besar pak, beliau belum menikah lagi"


"Sial kenapa mereka semua hidup enak sedang kan aku di penjara" marah Pieter


"Apa kau tidak bisa membuat aku keluar dari tempat busuk ini,kau bisa jual aset ku untuk mengeluarkan aku" lanjut Pieter

__ADS_1


"Nanti akan saya usahakan pak"


"Selalu saja begitu ucapan mu, sampai aku muak mendengar nya,aku tidak mau tau kau harus keluar kan aku dari sini,aku ingin mengurus perusahaan ku lagi dan untuk Carla serta Ambar buat mereka hancur!"


"Tapi pak semua nya sudah bangkrut tidak ada yang tersisa"


"Aaagggggkkk sial.....sial! kenapa bisa begini" kesal Pieter.


****


"Sudah yang?" tanya Rendy


"Sebentar mas,kamu duluan saja ke bawah aku sebentar lagi selesai" jawab Carla sambil merapikan alisnya


"Aku tunggu di mobil ya"


Rendy segera keluar dari kamar.


"Bi, tolong siapkan buah-buahan nya sekaligus air putih nya bi,nanti dia bosan tidak ada cemilan"ujar Rendy pada sang bibi, karena dia tau sekali dan kehamilan Carla yang akan menginjak tahun bulan ini Carla suka ngemil jadi kemana-mana Rendy harus menyiapkan cemilan sehat untuk istri nya ini.


Menunggu beberapa saat sang bibi mengemasi beberapa cemilan untuk Carla setelah itu dokter tampan ini segera keluar.


"Selesai" ucap Carla melihat penampilan nya di kaca sambil tersenyum manis

__ADS_1


Carla melangkah kan kaki nya pelan keluar kamar.


"Mas" Ujar Bianca yang baru datang dan langsung mencium Rendy lalu memeluk nya membuat Carla yang berada di depan pintu rumah memundurkan langkahnya menatap mereka.


"Bi..... ke-napa kamu ada di si-ni?" tanya Rendy gugup


"Mas kamu tidak suka aku di sini,aku menghubungi mu tapi ponsel mu tidak pernah di angkat,kamu marah mas sama aku" rengek Bianca manja


"Bi,lepas!"pinta Rendy tapi Bianca tak mau melepaskan pelukan nya


"Mas aku kangen mas,aku sudah memutuskan untuk menerima pinangan kamu karena aku memang tidak bisa jauh dari kamu mas"


"Keluarga mu?"


"Nanti aku akan jelaskan pada papa dan mama kalau aku menolak perjodohan nya dan mau menjadi istri kamu,soal kuliah ku nanti bisa aku ambil yang khusus mas,lagi pula juga akan selesai" jelas Bianca membuat Rendy terdiam sejenak


"Mas kamu kenapa? nggak suka aku kembali"


"Bi,kita harus bicara"


"Tentang pernikahan kita, bicara saja atau kamu mau bertemu mama papa,ayo" ajak Bianca sambil tersenyum kecil


"Kita harus bicara tapi tidak di sini" ujar Rendy menarik tangan Bianca

__ADS_1


Air mata Carla turun seketika,dia sudah bisa menebak ending nya,dia hanya di butuhkan Rendy untuk memuluskan jalan nya saja setelah Bianca pulang dia akan di buang, Carla berjalan kearah kamar nya kali ini dia benar-benar memutuskan untuk pergi dari kehidupan Rendy, Bianca sudah pulang dan sudah bersedia menikah dengan Rendy jadi tak ada guna nya lagi dia ada di rumah ini toh nanti dia juga akan di usir oleh Rendy lebih baik dia pergi sekarang.


Carla mengemasi sebagian barang-barang nya karena hampir semua pemberian Rendy dan mama nya jadi Carla tidak berhak untuk itu.


__ADS_2