
"Kalian cukup deket ya mbak!" Seru Carla
"Lumayan, kan rumah mbak sama mereka deketan,satu komplek cuma beda gang doang ,lagi pula Sela pernah nolongin mbak dulu saat di tabrak mobil "jelas Nia dan di anggukki Carla mengerti,Carla juga pernah mendengar kabar itu.
"Bahagia ya mbak mas Fahmi sekarang sama Sela, nggak seperti sama aku dulu" ujar Carla pelan
"Kamu juga bahagia kan sekarang sama Rendy" jawab Nia
"Mungkin memang Sela perempuan yang di cari mas Fahmi selama ini mbak dan di restui pula oleh mama nya jadi sempurna deh"
"Udah nggak usah parno begitu, setiap orang berhak bahagia mungkin dia bukan jodoh terbaik untuk kamu la, selama menikah kalian juga sering berantem kan beda kalau kamu sama Rendy, Rendy banyak ngalah nya sama kamu jadi bisa langgeng dan kalian cocok mungkin memang jodoh"
"Iya sih mbak tapi-"
"Kalian sudah sama-sama bahagia begitu juga mbak jangan mengingat yang lalu,nanti kamu malah jadi sakit hati sendiri, belajar mengikhlaskan masa lalu la, pasti hidup kita akan lebih tenang" potong Nia lembut dan di anggukki Carla pelan.
Carla dan Nia terus berbelanja tanpa mengetahui ada sepasang mata yang tengah mengawasi mereka.
"Ini lucu deh la buat Ardy nanti kalau di sana musim dingin bisa di pakai" ujar Nia memperlihatkan jaket kulit tebal
"Kebesaran kaya' nya mbak"
"Nggak deh,badan Ardy kan mulai gemoy,cocok la, ambil ini deh warna nya ciut" ucap Nia sambil mengambil jaket tebal tersebut dan memberikan pada Carla.
__ADS_1
Setelah puas belanja mereka segera pulang,Nia langsung ke kantor Ben sedangkan Carla pulang ke rumah,satu mobil masih mengikuti Carla.
"Sayang....anak mama sayang,cup...cup..." panggil Carla saat melihat anak nya berdiri di depan pintu menyambut kepulangan nya,Ardy tengah di gendong oleh ayah Bahtiar menjadi sasaran empuk untuk Carla cium.
"Anteng ya sama kakek"
"Iya, nggak ada rewel nya sama sekali la,betah dia sama ayah,sana kamu mandi dulu,banyak kuman"
"Orang dia tau cuma kakek yang dia punya"
"Hussss nggak boleh gitu,dia masih punya oma nya tapi belum saat nya saja la, suatu saat pasti mama Rendy akan menggendong nya"
"Ntah kapan yah" jawab Carla lemah
"Ya sudah mandi dulu sana, keringet kamu bau asam" canda ayah Bahtiar membuat Carla merenggut manja
"Sana mama mandi dulu,jangan cium aku" ucap Ayah Bahtiar menirukan suara anak kecil membuat Carla terkekeh kecil.
"Aku masuk dulu yah" pamit Carla
Ayah Bahtiar melihat mobil yang berhenti di depan jalan rumah nya tapi pemilik mobil tidak turun sama sekali membuat Ayah Bahtiar curiga dia segera masuk dan mengunci pintu rumah nya.
****
__ADS_1
"Jadi kapan pergi nya sayang?" tanya Ben
"Ini hanya salah satu ancaman saja mas,kalau memang mama Rendy tidak mempan di ancam ya anggap saja ini liburan keluarga,mas yakin nggak ikut?"tanya Nia
"Tidak bisa sayang, lihat pekerjaan menumpuk"
"Ya aku mengerti mas tapi kalau aku pergi nya lama?" tanya Nia sambil duduk di pangkuan sang suami dan mengalungkan tangannya di leher Ben
"Kenapa harus lama! empat hari sudah cukup" jawab Ben sambil mengecup bibir Nia sekilas
"Empat hari cuma perjalanan saja mas"
"Semoga saja batal,aku ingin sekali ikut tapi pekerjaan tidak bisa di tinggal kan, tapi aku janji akhir tahun kita akan liburan bersama,Ajak juga Rendy"
"Ke mana?" tanya Nia penasaran
"Mungkin Bali tempat di mana kita pertama kali bulan madu
"No....aku ingin tempat lain mas" tolak Nia
"Di mana?"
"Aku ingin ke Manado mas, dulu aku pernah ke sana saat masih bekerja dan aku merindukan lautan nya yang cantik"
__ADS_1
"Boleh,nanti kamu saja yang atur sayang, untuk saat ini kamu selesaikan dulu permasalahan Carla" ujar Ben dan di anggukki Nia patuh.