Terjebak Cinta Om Duda

Terjebak Cinta Om Duda
Takut ayah kecewa


__ADS_3

"Maaf kan aku yah,tapi aku rasa mama Dina-"


Ayah Bahtiar mengangkat tangan nya memberikan isyarat pada Nia untuk tidak membahas masalah itu, apalagi ada Ben dia tau sang menantu tak menyukai sifat mantan mertua nya ini.


Mobil melaju cukup kencang dan penghuni di dalam nya hanya diam dalam keheningan,Nia tak ingin membahas lagi tapi dia berpikir kalau ayah nya tengah kecewa dengan keputusan nya tadi.


Sebenarnya ayah Bahtiar tidak kecewa beliau memang benar-benar tidak ingin membahas mama Dina karena memang perempuan seperti itu tidak perlu di bahas dan harus di lupakan, beliau sendiri sudah mulai bisa melupakan nya.


Setelah sampai Nia segera melihat Juna yang sudah tertidur lelap bersama sang suster dia langsung masuk ke kamar nya terlebih dahulu memberikan diri baru mengambil Juna, meskipun sang anak memiliki baby sitter Nia tetap tak ingin berpisah tidur dari Juna,ada satu box khusus untuk bayi nya di dalam kamar mereka.


****


"Sial,si tua bangka itu sekarang sombong,apa dia sudah di pengaruhi Nia dan Ben" gumam Mama Dina kesal sambil menendang kaki ke udara.


"Jika ia aku harus bisa menarik simpati mereka lagi,aku tidak ingin mati kelaparan kalau terus hidup begini"


Mama Dina mengomel di sepanjang jalan pulang, sesampainya di kost dia menghempaskan tubuhnya dan melihat Carla yang sedang berbaring sambil bermain ponsel.


"Ponsel baru la?"

__ADS_1


"Iya ma,bukan nya yang kemarin sudah mama jual"


"Kamu kalau terus menerus hanya di dalam kost semua nya akan habis la"


"Mau bagaimana lagi ma,aku tidak bisa bekerja dengan keadaan hamil seperti ini"


"Besok mama akan menemui Pieter dan mengancam nya untuk memberikan kamu uang jika tidak mama akan memberangkatkan hukuman nya, salinan dari rumah sakit kemarin masih kamu simpan kan?"


"Masih ma"


"Bagus,itu bisa di jadikan bukti, Setidaknya untuk menakuti Pieter agar memberikan sisa uang nya pada kita"


"Terserah mama,aku capek berurusan dengan Pieter, kalau bisa aku tidak ingin melihat dia ma, mengerikan!"ungkap Carla jujur,dia masih trauma atas penyiksaan Pieter tempo hari.


Carla tak ingin membahas lagi masalah kehamilan nya karena mama nya ini selalu meminta dia menggugurkan kandungan nya yang sama sekali Carla tidak mau.


****


"Sayang kenapa dengan mama Dina?" tanya Ben saat mereka sudah di kamar, sebenarnya dari tadi Ben ingin bertanya tapi tidak enak dengan mertua nya yang hanya diam tadi di mobil.

__ADS_1


"Di restoran tadi ada mama Dina mas"


"Kenapa perempuan itu di sana?"


"Mana aku tau mas,dia berbicara dengan ayah saat ayah ke toilet tadi dan membujuk ayah untuk kembali mas, untung saja aku cepat datang kalai tidak bisa jadi ayah terbujuk"


"Apa dia membuntuti ayah?"


"Bisa jadi"


"Aku rasa ayah cukup berpikir jika harus kembali pada nya, secara sifat mama Dina sudah kelewatan" sayang"


"Tapi aku takut lama kelamaan ayah luluh mas jika terus di ganggu nya jadi tadi aku langsung ajak ayah pulang,apa ayah kecewa pada ku mas?"


"Tindakan kamu sudah benar menyelamatkan ayah jadi aku rasa tidak ada yang di kecewa kan ayah mungkin bisa jadi ayah berharap memang kamu datang untuk membawa nya saat itu"


"Hufs....." Nia menarik nafas dalam


"Ntah lah mas aku bingung takut tindakan ku salah dan melukai hati ayah tapi semoga saja benar"

__ADS_1


"Besok ajak ayah bicara sayang, minta ayah ungkapkan apa yang dia rasakan dari hati ke hati jika kamu takut"


"Seperti nya memang harus begitu mas" jawab Nia dan di anggukki Ben pelan.


__ADS_2