
"Maaf kan aku sayang baru sempat memberikan kabar pada mu, ponselku tertinggal d mobil dan baterai nya lowbat,aku baru sempat mengecas nya siang ini"
"Mas kamu tidak apa-apa? aku khawatir mas dengan keadaan mu,kamu di mana?" tanya Shela dari sebrang sana
"Kamu pergi mendadak tanpa mengabari ku,semalaman aku tidak bisa tidur mas memikirkan keadaan mu,kamu dimana? kamu baik-baik saja kan mas?" cecar Shela yang memang terdengar khawatir dari nada suara nya yang bergetar.
"Aku baik-baik saja sayang,jangan khawatir tapi untuk saat ini aku tidak bisa pulang dulu"
"Kenapa mas?"
"Carla kecelakaan dan anak kami meninggal" jawab Fahmi pelan
"Astaghfirullah mas,lalu bagaimana keadaan Bu Carla sekarang mas?"
"Dia baru sadar dari koma nya dan sekarang kondisi nya sangat syock dan juga lemah" jelas Fahmi
"Ya sudah kamu di sana saja mas tunggui bu Carla sampai benar-benar pulih-"
"Kamu?"potong Fahmi
"Aku tidak apa-apa mas, insya Allah aku bisa jaga diri di sini,kamu jaga kesehatan ya mas jangan telat makan,salam untuk bu Carla,maaf aku tidak bisa menjenguk mas,aku masih belum berani" aku Shela
"Iya tidak apa-apa sayang,kamu jaga diri ya di rumah, hati-hati jangan membukakan pintu sembarang untuk orang" ingat Fahmi dan di anggukki Shela dari sebrang sana.
__ADS_1
Ini yang membuat Fahmi jatuh hati pada Shela,dia selalu mengerti dengan keadaan Fahmi,dia tak pernah menuntut apapun dari Fahmi bahkan Shela selalu menuruti semua perkataan nya.
Shela sedikit lega karena sudah mendapatkan kabar dari sang suami, meskipun sedikit kecewa karena sudah pasti Fahmi tidak akan bisa pulang untuk beberapa hari ke depan atau mungkin satu bulan karena kondisi Carla.
Tapi Shela tidak boleh egois dia hanya pemilik ke dua bukan memiliki hak penuh atas diri Fahmi.
****
"Ma,aku bingung"
"Kenapa?"
"Aku kasihan dengan kondisi Carla ma,dia sudah kehilangan anak kami,aku harus bagaimana ma?" tanya Fahmi
"Tapi aku merasa bersalah dalam hal ini ma,Carla syock dan dia butuh aku ma lalu bagaimana dengan Shela? aku juga tidak tega meninggalkan dia sendiri di rumah ma karena kami sempat mengalami kejadian tidak enak"ujar Fahmi tidak menjelaskan secara detail pada mama nya tapi dia juga khawatir.
"Shela biar jadi urusan mama,kamu fokus dulu mengurus Carla sekarang jangan khawatir dengan Shela"
"Terimakasih ma" ucap Fahmi pada sang mama
"Fahmi,Carla memanggil mu" ujar mama Dina membuat Fahmi bangkit dan segera masuk ke ruangan
"Kenapa La?"
__ADS_1
"Mas kamu kemana? jangan pergi jauh-jauh mas,aku takut" ujar Carla dan diangguki Fahmi,dia duduk di sebelah ranjang Carla,ntah kenapa Carla justru takut jika Fahmi pergi meninggalkan nya,cukup sudah anak mereka yang hilang.
"Kamu mau makan?" tanya Fahmi dan di jawab gelengan oleh Carla
"Kamu mau apa?"
"Tidak apa-apa mas,kamu di sini saja"
"Yah,ayo kita keluar"ajak mama Dina pada suaminya,dia tak ingin mengganggu momen Carla dan Fahmi karena sudah hampir satu bulan ini mereka tidak terlihat akur.
"Mas kapan kita pulang?"
"Kamu baru sadar La, pulihkan dulu kondisi kamu"
"Mas kalau pulang aku tidak mau kamu tinggal lagi mas, pulang ke rumah mama ku jangan ke rumah mama mu" rengek Carla,Fahmi hanya mengangguk kecil karena dia juga tidak tau bagaimana nanti kedepannya.
"Sudah ayo tidur aku tunggu di sini"
"Aku tidak mau tidur mas,capek!! mobil ku bagaimana?" tanya Carla
"Sudah di bengkel,ayo istirahat kamu masih belum pulih betul jangan terlalu banyak bicara"
"Ya sudah tapi kamu tetap di sini ya,aku mau tidur di peluk kamu mas"pinta Carla menarik tangan Fahmi membuat Fahmi tidak bisa mengelak lagi karena kasihan pada Carla.
__ADS_1
Bukan tanpa alasan Carla begini dia merasa menyesal sudah mengkhianati Fahmi sampai mengalami musibah senaas ini hingga merenggut nyawa anak mereka.