
"Mertua mu ada di sini juga Mi" ujar Ben
"Mertua yang mana?" tanya Fahmi bingung karena dia tak memiliki mertua, orang tua Shela sudah tidak ada.
"Mama nya Carla"
"Mantan mertua,bukan lagi mertua" ketus Fahmi tidak terima jika Ben mengatakan mama Dina mama mertua nya.
Ben tersenyum kecil melihat reaksi Fahmi yang terlihat tidak suka mendengar nya.
"Siapa nama nya?" tanya Nia sambil menggendong bayi mungil itu
"Belum ada nama Aunty,masih bingung mau kasih nama apa, soalnya ada menyiapkan beberapa nama tapi belum tau yang mana yang cocok" jawab Shela
"Tampan ya, putih mirip Shela"
"Kata mama mas Fahmi mirip mas Fahmi kecil,dia anteng dari tadi mbak nggak ada rewel-rewel nya"jelas Shela
"Kata orang dulu kalau kecil nya anteng besar nya rewel Shel tapi mitos sih belum ada pembuktian di kita karena Juna juga masih kecil"
"Semoga aja nggak ya mbak,Juna sekarang udah bisa apa?"
"Yang jelas kalau malam suka nya bergadang kalau siang tidur,tapi sebagai orang tua baru ya di nikmati aja Shel" jawab Nia sambil tersenyum kecil dan di anggukki Shela.
__ADS_1
"Kenapa dia ada di sini Mi?"
"Mana aku tau,kami sempat juga berpapasan tapi aku tidak mau melihat nya"
"Tidak mau apa karena ada Shela"goda Nia
"Nggak ada urusan lagi" jawab Fahmi ketus membuat mereka menertawakan Fahmi
"Kenapa kamu tidak mencari tau kenapa dia ada di sini?" tanya Ben
"Mas,,sudah deh kalau kamu mau cari tau kamu saja,Fahmi sudah tidak mau tau lagi tentang Carla jangan di goda terus nanti Shela cemburu" ujar Nia
"Dia tidak akan cemburu Ni"sahut Fahmi karena selama pernikahan Shela tidak menunjukkan gelagat cemburu pada Fahmi.
"Bukan tidak cemburu tapi aku merasa tidak ada yang perlu di cemburu kan karena awalnya aku lah yang menjadi duri dalam rumah tangga dia mbak,jadi bagaimana mau cemburu.Kalau untuk saat ini sudah ada anak di antara kami aku rasa kita sudah saling dewasa dan bukan keributan yang di cari jadi aku yakin kalau mas Fahmi bisa menjadi suami dan ayah yang baik untuk kami" jelas Shela lembut
"So Sweet... tapi tetap harus waspada Shel jangan terlalu percaya,tetap ada batasan nya, lelaki kalau terlalu di berikan kepercayaan bisa ngelunjak ngerasa paling benar sendiri nanti" ucap Nia melirik ke arah Ben
"Tapi aku tidak begitu sayang,aku bisa mengendalikan diri ku dan aku bisa menjaga diri dari semua godaan haram di luar sana" potong Ben
"Aku juga begitu sekarang, sudah tobat" sahut Fahmi ikut menimpali
"Semoga saja" jawab Shela dan Nia serentak
__ADS_1
Fahmi tidak menyangka hubungan nya dengan Nia bisa kembali baik melalui Shela, istri nya ini benar-benar membawa berkah untuk Fahmi mulai dari segi ekonomi mau pun hubungan silaturahmi,Shela sangat memberikan pengaruh baik untuk dirinya bahkan hubungan keluarga pun makin membaik.
****
"Ada Nia di sini la" lapor mama Dina
"Nia! kenapa dia ada di sini ma?"
"Mana mama tau, mungkin jenguk istri Fahmi kali"
"Istri Fahmi, maksud mama?" tanya Carla semakin tidak mengerti
"Kemarin mama lihat Fahmi dan istri nya yang mau lahiran"
"Istri mas Fahmi mau lahiran? mama becanda?"
"Becanda bagaimana jelas-jelas mama lihat sendiri kok"
"Nggak mungkin ma" bantah Carla
"Kalau kamu nggak percaya ya sudah,mama mau tidur kepala mama pusing sudah bertemu Nia dan suami sombong nya itu" ujar Mama Dina berjalan ke arah Sofa dan meraih selimut lalu menutupi tubuh nya sedang kan Carla masih terdiam membeku,dia masih belum bisa mencerna ucapan mama nya tentang Fahmi.
"Nggak mungkin mas Fahmi sudah memiliki anak!" batin Carla tak terima
__ADS_1
"Aku harus sembuh dan bertemu mas Fahmi segera,aku harus bicara dengan nya" lanjut Carla membatin.