
"Sayang,hari ini mau apa?" tanya Om Ben
"Mana bisa di tentukan begitu mas,kalau kepengen nanti aku hubungi mas"jawab Nia yang sedang menemani sang suami sarapan
"Aku takut kalau lagi rapat kamu malah ingin sesuatu"
"Ke kantor saja dulu mas, sekarang aku tidak ingin apapun" jawab Nia cepat karena memang dia menginginkan sesuatu jika om Ben di luar rumah ntah anak nya sedang mengerjai papa nya atau memang kemauan Nia yang begitu,Nia sendiri tidak mengerti.
****
Carla pulang dengan wajah cemberut karena ponsel sang suami tidak bisa di hubungi dari siang kemarin seperti nya Fahmi sedang ingin bermain-main dengan nya.
"Udah lah La mungkin suami mu sedang sibuk kenapa harus marah-marah begitu"
"Aku kesal dis!! kamu tau kan aku kepingin banget stroller itu,kalau saja dia kirimkan aku uang pasti sudah bisa aku bawa pulang,awas saja dia di rumah nanti" kesal Carla,saat ini ibu hamil itu tengah berada di dalam pesawat karena mereka akan pulang ke Indonesia dan Fahmi sama sekali tidak tau dengan kepulangan sang istri.
"Aku akan diamkan dia sampai aku bisa beli stroller itu"Gumam Carla kesal membuat Adis geleng-geleng kepala melihat tingkah egois sang sahabat nya ini.
****
"Aku masih kerja ma"
"Iya...iya nanti sepulang kerja aku ke rumah mama" jawab Fahmi sedikit terpaksa karena sang mama terus mendesaknya agar datang ke rumah nya.
__ADS_1
"Iya ma,sabar ya" jawab Fahmi lalu menutup ponselnya
Fahmi mengirim kan pesan pada Shela kalau sore ini mereka tidak bisa pulang bersama.
"Kamu pulang sendiri ya sayang sore ini,aku mau mampir ke rumah mama dulu" pesan Fahmi
"Iya mas" jawab Shela
Perempuan ini memang membuat Fahmi kagum,Shela tidak pernah sekali pun membantah ucapan nya, bahkan Shela selalu menerima apapun yang di berikan Fahmi membuat Fahmi merasa di cintai dan merasa bangga menjadi suami Shela berbeda jauh dengan Carla yang selalu membangkang serta semaunya pada Fahmi.
Setelah mengirimkan pesan pada Shela,Fahmi melihat ponsel nya yang penuh dengan panggilan dari Carla bahkan pesan yang berisikan makian daei Carla,hal itu sudah bisa Fahmi terima dia tak ambil pusing lagi, justru Fahmi menghapus semua pesan Carla dan memberikan sandi pada ponsel nya dengan tanggal pernikahan diri nya bersama Shela, perempuan itu sudah masuk lebih jauh ke dalam kehidupan Fahmi saat ini.
****
"Sayang aku tidak tau apa itu es lilin,kalau es crem saja bagaimana biar aku borong di mini market" balas om Ben
"Mau nya es lilin mas,bukan es crem dan jangan sampai cair mas,aku mau yang masih beku"
Om Ben menggaruk kepalanya yang tidak gatal dia bingung di mana dia bisa mendapatkan makanan itu.
"Sis..kamu tau es lilin?" tanya Om Ben
"Tau pak"
__ADS_1
"Di mana saya bisa mendapatkan nya?"
"Buat apa bapak mau es lilin?" tanya balik Siska
"Jangan banyak tanya saya mau es lilin yang masih keras"
"Biasanya di kampung-kampung pak jual es lilin"
"Apa saya harus ke kampung mencari nya"
"Bapak cari saja di kampung yang banyak anak-anak nya pak, pasti banyak yang jual es lilin"
"Pasti jauh dari sini"
"Lumayan pak" jawab Siska sedikit tersenyum tipis dia mulai tau ini pasti permintaan istri atasan nya itu karena hanya bu Nia yang bisa membantu sang atasan uring-uringan.
"Ya sudah saya pergi dulu,kalau ada sesuatu yang penting baru kamu kabari saya,saya mau mencari es lilin" ujar Om Ben lalu segera pergi.
Om Ben mengitari sudah kota yang banyak anak kecil nya lumayan jauh dari pusat kota,dari tadi dia terus bertanya di mana ada yang menjual es lilin dan akhirnya om ben mendapatkan nya di salah satu toko kecil,om Ben memborong semua es lilin yang ada di kulkas ibu tua ini.
"Makasih ya pak sudah di borong"
"Iya bu,kalau istri saya suka besok saya borong lagi" jawab Om Ben tersenyum sambil meninggalkan uang 200 ribu di atas meja ibu tua tersebut.
__ADS_1
Om Ben tersenyum lega karena mendapat kan keinginan sang istri.