
Nia membuka matanya perlahan dia melirik ke sebelah ranjang nya tidak ada om Ben,kemana sang suami? apa dia sangat kecewa pada Nia semalam hingga om Ben pergi meninggalkan nya tapi semalam sesudah keluar dari kamar mandi Om Ben menemani nya tidur.
Nia berusaha mengumpulkan nyawa nya dan mencari pakaian nya yang tidak dia pakai semalam tiba-tiba pintu kamar terbuka menampilkan sosok lelaki tampan dengan balutan kaos ketat dan celana pendek serta handuk kecil di leher seperti nya sang suami baru selesai olahraga membuat Nia sedikit lega.
"Sayang,ayo mandi aku akan mengajak mu ke tempat pembuatan resort" ujar Om Ben
"Pagi ini?" tanya Nia
"Iya...."
"Tapi masih dingin mas"
"Ayo aku mandikan biar hangat" goda om Ben sambil mengerlingkan sebelah mata nya.
"Aku bisa sendiri mas" tolak Nia
"Ayolah aku bantu" bujuk Om Ben menarik Nia kedalam kamar mandi
Om Ben menarik selimut Nia dan membuang nya sembarang arah menampilkan tubuh polos perempuan cantik itu seketika Nia menutupi benda kenya dengan menggunakan tangan nya meskipun Om Ben sudah pernah melihat nya tetap saja Nia merasa malu.
__ADS_1
Om Ben pun dengan cepat melepaskan pakaian yang ada di tubuh nya,
"Kenapa kamu takut sayang?" tanya om Ben
"Aku malu mas!"jawab Nia jujur
"Aku sudah pernah melihat nya kenapa harus malu, bahkan semalam aku sudah mencicipi rasa asin nya"
"Mas" tegur Nia bertambah malu dengan ucapan sang suami
"Kata nya mau mandi kan,sini aku bantu sabuni,nanti kita gantian ya"jelas om Ben dan diangguki Nia pelan
"Mas...." Nia mengeluarkan ******* nya
Ok Ben dengan nakal nya justru menyabuni bagian depan Nia dengan posisi tetap di belakang tubuh sang istri, hingga Om Ben leluasa meremas bongkahan kenyal itu.
Om Ben menempelkan dagu nya di pundak kanan Nia melihat benda kenyal yang tengah dia mainkan,mulus dan sangat padat dan berisi, pelan-pelan Om Ben mencium leher Nia sambil terus bermain dengan squisy kesukaan nya.
Tangan Om Ben mulai meraba bagian bawah Nia.
__ADS_1
"Masih sakit sayang?" tanya nya pelan
"Mas mau?" tanya Nia balik dan diangguki Om Ben dengan tatapan sayu
"Pelan ya mas" ujar Nia dan di anggukki Om Ben.
Om Ben mencoba menunggingkan tubuh sang istri dengan pelan dia mulai menjelajahi lagi apa yang semalam sempat tertunda,di bantu dengan busa sabun agar lebih licin.
Om Ben bergerak pelan,Nia berusaha menggigit bibir bawahnya menahan rasa perih...
"Mas....." rintih Nia saat Om Ben mulai memaju-mundurkan junior nya, meskipun masih terasa perih tapi Nia masih bisa menahan nya hingga om Ben bisa mengeluarkan lahar nya.
Om Ben segera mencabut milik nya dan memeluk tubuh sang istri takut jika Nia tak mampu menopang tubuh nya karena sakit.
"Sakit sayang?" tanya om Ben khawatir tapi Nia tersenyum tipis membuat om Ben lega
"Sedikit mas,masih bisa di tahan, mungkin mulai terbiasa" jawab Nia malu
Om Ben mencium puncak kepala Nia dan segera menyelesaikan acara mandi mereka,dia merasa senang akhirnya bisa membobol gawang istri nya ini.
__ADS_1