Terjebak Cinta Om Duda

Terjebak Cinta Om Duda
Malu


__ADS_3

"Apa sayang yang kalian bicarakan tadi kaya' nya seru?"tanya Fahmi


"Urusan perempuan mas"


"Masa' aku nggak boleh tau! aku suami mu loe sayang nggak boleh rahasia gitu"


"Iya masalah perempuan,masak memasak,Mbak Nia suka masak dan nanti dia akan mengajarkan ku"


"Hanya itu?"


"Kepo deh kamu mas"


"Pasti masih ada lagi yang lain, nggak mungkin bahas masak ketawa nya sampai kedengaran gitu"


"Malu mas,udah ah nggak usah di bahas aku mau tidur"elak Shela sambil menarik selimut nya dan membelakangi Fahmi karena posisi miring membuat nya nyaman dengan perut besar saat ini,Fahmi mendekatkan tubuhnya pada Shela lalu memeluk perempuan yang dia cintai ini dari belakang membuat Shela memejamkan mata nya.


"Sayang, kamu nggak kepengen apa?"tanya Fahmi sambil mencium tengkuk sang istri


"Pengen apa?"jawab Shela masih memejamkan mata nya berusaha untuk tidur.


"Itu dedek nya pengen di jenguk" goda Fahmi membuat Shela menghela nafas panjang dari tadi dia mati-matian menahan hasrat nya karena malu,tadi Nia bercerita tentang cara bercinta aman saat hamil besar karena dulu dia sering mempraktekkan nya bersama Ben tanpa menyakiti calon anak mereka.


Shela membalikkan tubuhnya menghadap sang suami.


"Boleh ya sayang, sebentar saja" bujuk Fahmi dan diangguki Shela malu-malu,Fahmi benar-benar memperlakukan Shela dengan lembut dia tak ingin istri nya ini merasa sakit.

__ADS_1


****


"Kenapa belum juga bertemu kemana pergi nya perempuan sialan itu" kesal Mr.Pieter


"Awas saja kamu Ambar jika bertemu akan aku patahkan kaki mu agar tidak bisa lagi lari dari ku" gumam nya kesal


"Klek"


"Carla!"


"Mas kenapa kamu tidak pulang semalam,kamu menginap di tempat Ambar?" tanya Carla kesal karena dari pagi setelah mereka bertengkar Pieter tidak pulang


"Kamu tau sendiri kalau aku masih punya Ambar kan,kenapa kamu seolah ingin mengekang ku"


"Sabar,aku masih ada urusan Carla"


"Mas kapan urusan mu akan selesai,selalu saja mementingkan perusahaan"


"Kamu tau sendiri kan Fahmi sudah berhenti bekerja dan aku harus mencari ganti nya,itu tidak mudah Carla apalagi Fahmi mengetahui semua tentang keuangan ku bahkan perusahaan ini jadi aku harus bisa menghandle sendiri sekarang sampai ada yang benar-benar bisa menggantikan posisi Fahmi,mana sekarang Karyawan ku banyak Cuti nggak jelas buat aku pusing" jelas Pieter


"Aku nggak mau tau mas aku mau nya liburan keliling Eropa! kalau kamu tidak mau ya aku sendiri saja"


"Terserah kamu kalau memang mau pergi silahkan aku tidak menanggung biaya mu"


"Mas,kamu itu suami ku"

__ADS_1


"Ya benar tapi bukan berarti aku lebih mementingkan kamu dari pada perusahaan ku,aku tidak mau bangkrut hanya karena kamu"


"Terserah kamu mas,aku capek berdebat terus kalau tau begini lebih baik tidak menikah " ketus Carla membuat Mr.Pieter geram,dia tidak bisa di injak-injak oleh perempuan apalagi istri nya, sedangkan Ambar mendatangi Ben saja membuat nya murka apalagi perkataan kasar Carla.


"Lalu kamu mau apa?" tanya Mr.Pieter sambil mencengkeram kuat lengan Carla


"Mas sakit,kenapa kamu jadi kasar begini"


"Aku bisa lebih dari ini La jika kamu tidak menghargai ku"


"Mas,lepas!"


"Plak"


Satu tamparan di layangkan Mr.Pieter di pipi Carla membuat Carla meringis.


"Kamu gila mas,aku ingin istri mu!" bentak Carla


"Aku sudah menahan diri untuk tidak kasar tapi kamu selalu memancing ku dengan ucapan kasar jangan salah kan aku jika harus memberikan pelajaran pada mu" ucap Mr Pieter sambil menarik rambut Carla ke belakang dan mencium bibir istrinya ini membuat Carla kesakitan dan kekurangan oksigen.


Sekuat tenaga Carla mendorong tubuh suaminya itu dan akhirnya terlepas.


"Gila kamu!" kesal Carla lalu segera pergi meninggalkan kantor Mr.Peiter dengan nafas terengah-engah.


"

__ADS_1


__ADS_2